KABARBURSA.COM – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk mendukung agenda transisi hijau dan penanganan perubahan iklim.
Dukungan Bank Mandiri dalam upaya tersebut diwujudkan melalui pembiayaan berkelanjutan serta pengurangan emisi operasional.
Mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", Bank Mandiri berupaya memperkuat implementasi strategi keberlanjutan yang terdiri dari tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Terkait pembiayaan berkelanjutan, Bank Mandiri hingga Maret 2026 membukukan total Rp320 triliun. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau Bank Mandiri mencapai Rp167 triliun atau menempatkan perseroan sebagai salah satu pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional, dengan pangsa lebih dari 35 persen di antara tiga bank terbesar di Indonesia.
Penyaluran portofolio hijau tersebut didominasi sektor pengelolaan sumber daya alam hayati berkelanjutan sebesar Rp113 triliun.
Selain itu, dana juga mengalir ke produk eco-efficient sebesar Rp15,4 triliun, energi terbarukan Rp12,2 triliun, bangunan ramah lingkungan Rp10,1 triliun, dan transportasi rendah emisi Rp10 triliun.
Bagi Bank Mandiri, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat, sejalan dengan target nasional dan komitmen Perjanjian Paris.
Untuk sisi operasional, Bank Mandiri mencatat penurunan emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, emisi operasional perseroan (cakupan 1 dan 2) tercatat sebesar 243.736 ton CO2e (Karbon dioksida ekuivalen), turun 32 persen dibandingkan baseline 2019 yang mencapai 358.753 ton CO2e.
Penurunan tersebut ditopang berbagai inisiatif, mulai dari optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, hingga pemasangan panel surya di sejumlah kantor perusahaan.
Bank berkode saham BMRI ini juga melakukan penguatan tata kelola keberlanjutan. Perseroan dapat memperoleh MSCI ESG Rating AA, yang menjadi salah satu skor tertinggi di industri perbankan Indonesia.
Sementara itu, Sustainalytics ESG Risk Rating menempatkan perseroan pada kategori Negligible Risk, atau risiko keberlanjutan yang sangat rendah di tingkat regional ASEAN.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat langkah keberlanjutan yang telah dijalankan secara konsisten.
"Bagi Bank Mandiri, Sustainability merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa 9 Juni 2026.
Bank Mandiri juga menggelar berbagai program ramah lingkungan yang melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui inisiatif Mandiri Looping for Life yang mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen bernilai ekonomi.
Program tersebut telah mengolah lebih dari 6.000 pakaian bekas menjadi sekitar 2.000 produk outer. Inisiatif ini tercatat menghasilkan penghematan air hingga 16 juta liter dan menekan emisi karbon sekitar 44 ton CO2e.
Sementara bagi nasabah ritel, Bank Mandiri menghadirkan fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri.
Fitur ini memungkinkan pengguna menghitung jejak karbon sekaligus berpartisipasi dalam program penanaman pohon dan pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah ditanam melalui program tersebut dengan estimasi pengurangan emisi mencapai 45,32 ton CO2e.
Ke depannya, Bank Mandiri bakal meneruskan integrasi antara strategi bisnis dengan agenda keberlanjutan, mendorong akselerasi pada pembiayaan hijau, sampai mengimplementasikan aspek berkelanjutan dalam operasionalnya.
"Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih berkelanjutan," tutup Henry. (Info-bks/*)