Logo
>

Program Nusantara Peduli Stunting Berhasil Turunkan Kasus di Makassar

Enam dari 14 anak penerima manfaat program Nusantara Peduli Stunting berhasil keluar dari status stunting setelah enam bulan pendampingan dan intervensi gizi di Makassar.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Program Nusantara Peduli Stunting Berhasil Turunkan Kasus di Makassar
Program Nusantara Peduli Stunting cetak hasil positif bagi masyarakat Makassar. Turunkan stunting hingga berdayakan ekonomi lokal. Foto: dok. Nusantara Infrastructure Group

KABARBURSA.COM – Program Nusantara Peduli Stunting yang dijalankan PT Makassar Metro Network dan PT Makassar Airport Network mulai menunjukkan hasil positif.

Setelah memasuki fase kedua selama enam bulan pada 2026, program dari pengelola Jalan Tol Makassar ini berhasil mengeluarkan  enam dari 14 anak dari status stunting. Jumlah ini sekitar 43 persen dari penerima manfaat.

Capaian tersebut diperoleh berdasarkan evaluasi dokter spesialis anak yang menjadi indikator awal keberhasilan program pendampingan berbasis komunitas yang diterapkan di Kota Makassar.

Direktur PT Makassar Airport Network (MAN), Anton Sujarwo mengatakan, fokus program pada fase kedua tidak lagi sebatas mempercepat penanganan kasus stunting, tapi juga membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan di tingkat keluarga dan masyarakat.

“Di fase pertama, fokus kami adalah mempercepat penanganan kasus stunting. Sementara pada fase kedua ini, kami berupaya membangun sistem yang dapat berjalan setiap hari di tingkat komunitas. Jika dilihat, keberhasilan program tidak hanya ditentukan dari bantuan yang diberikan, tetapi juga adanya keterlibatan aktif dari para kader, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang secara konsisten mendampingi proses perubahan tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa 9 Juni 2026.

Diketahui, Nusantara Peduli Stunting merupakan program kolaborasi Nusantara Infrastructure Group bersama Pemerintah Kota Makassar, RS Hermina Makassar, Rumah Zakat, kader posyandu, dan masyarakat setempat.

Sepanjang enam bulan pelaksanaan fase kedua, tingkat partisipasi penerima manfaat tercatat cukup tinggi. Kehadiran anak-anak penerima program mencapai 90 persen, sedangkan kelompok ibu hamil mencapai 80 persen.

Hingga 31 Mei 2026, program ini telah menyalurkan 2.478 porsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). PMT diberikan setiap hari sebelum makan siang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak secara konsisten.

Perusahaan memastikan, seluruh PMT diproduksi oleh pelaku usaha katering di sekitar wilayah program. Skema ini untuk mendukung perbaikan gizi anak sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintah Kota Makassar yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan menilai keberhasilan penanganan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat. Program Nusantara Peduli Stunting ini menunjukkan bahwa ketika seluruh pihak bekerja bersama dan hadir secara konsisten di tengah masyarakat, perubahan nyata dapat tercipta. Kami mengapresiasi keberlanjutan program ini sebagai bagian dari upaya bersama menurunkan angka stunting di Kota Makassar,” jelasnya.

Sementara menurut Tim dokter RS Hermina Makassar, penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pendampingan ibu hamil, pemenuhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Untuk menjaga efektivitas program, distribusi dan konsumsi PMT dipantau setiap hari oleh kader posyandu. Hasil pemantauan kemudian dilaporkan secara berkala kepada tim pendamping dan pemangku kepentingan. Sehingga setiap kendala dapat segera ditangani.

Selain enam anak yang berhasil keluar dari status stunting, program Nusantara Peduli juga mencatat perkembangan positif pada kelompok ibu hamil penerima manfaat.

Dari empat ibu hamil yang telah melahirkan, tiga di antaranya melahirkan bayi dengan berat dan panjang badan normal serta tetap mendapatkan pendampingan lanjutan dari RS Hermina Makassar.

Sementara satu penerima manfaat lainnya masih menjalani pemantauan kesehatan secara intensif.

Langkah penguatan pendampingan berbasis komunitas dari Nusantara Peduli Stunting, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, mempercepat penurunan angka stunting, memperkuat peran masyarakat dalam meningkatkan manfaat program, sampai menjangkau lebih banyak keluarga penerima manfaat di Kota Makassar.

Kedua perusahaan juga berkeinginan inisiatif serupa dalam menekan stunting dapat diikuti wilayah lain. (Info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.