KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat literasi keuangan generasi muda di tengah tingginya dinamika ekonomi global yang dipenuhi berbagai tantangan dan pesatnya transformasi digital.
Deputi Gubernur BI, Aida Budiman mengatakan literasi keuangan bukan sekadar memahami produk keuangan atau investasi, tetapi membangun kemampuan mengambil keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika global tersebut, BI memastikan setiap kebijakan yang ditempuh diarahkan untuk memperkuat stabilitas sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di antaranya melalui peningkatan inklusi dan literasi keuangan.
Aida menegaskan bahwa Bank Indonesia meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dari dua arah. Pertama, melalui pengembangan instrumen pasar uang yang memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan korporasi.
“Supaya investor mau menanam modalnya di Indonesia dan masyarakat tetap memegang aset dalam Rupiah,“ ujar dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Kedua, mendorong inovasi sistem pembayaran digital antara lain melalui QRIS yang membuat transaksi serta akses ke produk keuangan dan investasi semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Pada kesempatan tersebut, Aida juga mengajak generasi muda agar paham digital, selalu tumbuh, dan matang finansial.
“Harus cerdas, cermat, dan cuan dalam memilih portofolio investasi" ujar Aida.
BI sendiri terus memperluas inklusi ekonomi dan keuangan digital melalui penguatan ekosistem sistem pembayaran melalui pengembangan QRIS.
Hingga April 2026, QRIS telah digunakan oleh 63 juta pengguna dan lebih dari 45 juta merchant, yang mayoritas merupakan UMKM. Selain itu, BI turut mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program inovasi seperti Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Digdaya x Hackathon guna mempersiapkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi transformasi ekonomi digital. (*)