# Buntut Gangguan Listrik, ESDM Rombak Total Aturan Jaringan Nasional > Kementerian ESDM mulai merevisi aturan jaringan dan distribusi listrik setelah evaluasi gangguan serta meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Kementerian ESDM mulai membahas revisi grid code dan distribution code setelah mengevaluasi gangguan listrik, sekaligus memetakan infrastruktur yang rentan terhadap cuaca ekstrem. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-08 10:30:00 - Author: Gusti Ridani - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/buntut-gangguan-listrik-esdm-rombak-total-aturan-jaringan-nasional - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/buntut-gangguan-listrik-esdm-rombak-total-aturan-jaringan-nasional.md ## Article **KABARBURSA.COM** - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM mengambil langkah besar pasca-melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap rentetan insiden gangguan listrik di tanah air.  Otoritas ketenagalistrikan nasional kini resmi memulai pembahasan untuk merombak total regulasi teknis mengenai aturan jaringan dan aturan distribusi demi memangkas risiko pemadaman massal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Langkah pembenahan regulasi ini berjalan simultan dengan proyeksi pemetaan infrastruktur listrik nasional yang rawan ambruk akibat hantaman perubahan iklim. Pemerintah menilai, perbaikan di level fisik tidak akan berjalan optimal tanpa adanya cetak biru hukum baru yang memaksa operator ketenagalistrikan menerapkan standar keandalan yang lebih ketat. Sub Koordinator Penyiapan Perencana dan Kebijakan Ketenagalistrikan Nasional Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rahadian Wahyu Pradipta, mengonfirmasi bahwa evaluasi besar-besaran ini bermuara pada urgensi revisi kode jaringan transmisi dan distribusi di dalam negeri. "Di sisi lain, di kita juga sedang memulai diskusi untuk revisi pengaturan jaringan dan *distribution code*. Jadi, *grid code* dan *distribution code* ini sudah kita mulai untuk diskusinya," kata Rahadian dalam webinar yang digelar IESR terkait Reformasi Jaringan Listrik Indonesia, dikutip Rabu, 8 Juli 2026. Sebagai komitmen awal untuk menambal celah kerentanan sistem kelistrikan, Kementerian ESDM memperpanjang sinergi internasional dalam program “Electricity Sector Resilience Initiative”. Proyek kolaborasi strategis yang melibatkan Department of Climate Change Australia, BMKG, serta Bappenas ini difokuskan untuk membedah titik-titik transmisi yang kerap menjadi pemicu gangguan pasokan daya. Rahadian menyebut, kerja sama ini menjadi pondasi dasar bagi pemerintah sebelum merumuskan draf final penyesuaian Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL nasional. "Langkah awal memang kami lakukan sejak tahun 2022 itu sebenarnya sudah bekerja sama dengan Department of Climate Change di Australia dan sampai tahun 2025 ini kita melakukan yang namanya Electricity Sector Resilience Initiative, bekerja sama juga dengan BMKG. Nah, kita dan juga bekerja sama dengan Bappenas, kita mencoba memetakan infrastruktur-infrastruktur mana yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam menghadapi kerentanan terhadap cuaca ekstrem," jelasnya. Meskipun revisi regulasi sudah dimulai, Kementerian ESDM memastikan proses penyusunan aturan baru ini tidak akan berjalan sepihak. Otoritas hilir energi ini memilih bersikap akomodatif dengan membuka posko penyerapan aspirasi guna menjaring masukan konkret dari para pelaku industri, pengamat, serta pemangku kepentingan terkait. Saat ini tim teknis Kementerian ESDM masih berada dalam tahapan krusial untuk menginventarisasi seluruh daftar hitam masalah operasional yang dilaporkan di lapangan. "Namun untuk saat ini kita masih dalam proses pengumpulan isu, isu dan masalah, dan juga kita memetakan masukan-masukan dari stakeholder terkait," pungkas Rahadian. ## **Ekonom: Ambisi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi Tinggi** Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengkritik keras fenomena ini. Ia menyebut pemadaman listrik sebagai kontradiksi besar di tengah ambisi besar pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi. "Apa artinya Indonesia berbicara tentang hilirisasi, digitalisasi, kendaraan listrik, data center, dan pertumbuhan ekonomi tinggi jika listrik sebagai urat nadi paling dasar masih padam bergilir dan masyarakat tidak memperoleh kepastian layanan?" ujar Achmad Nur Hidayat kepada **KabarBursa.com**, Rabu 24 Juni 2026. Achmad menjelaskan bahwa dampak pemadaman bergilir langsung memicu kerugian dua lapis, yakni macetnya perputaran ekonomi dan goyahnya kehidupan sehari-hari masyarakat. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti toko kelontong, pedagang makanan, hingga jasa laundry menjadi korban pertama yang kehilangan pendapatan akibat risiko stok rusak dan gagal memenuhi pesanan. Lebih jauh, kata Achmad, gangguan ini memperlihatkan wajah ketimpangan sosial yang nyata. Berbeda dengan kelompok mapan yang mampu membeli generator set (genset) atau sistem back-up power, kelompok rentan tidak memiliki bantalan ekonomi yang sama. "Kelompok paling terdampak bukan selalu yang paling keras bersuara. Mereka adalah rumah tangga berpendapatan rendah, pelaku usaha mikro dan kecil, pedagang makanan, pekerja informal, pasien yang bergantung pada alat listrik, serta warga di kawasan padat yang tidak memiliki cadangan energi," ungkapnya. Achmad menilai, secara kalkulasi makro, ketergantungan publik terhadap listrik sudah sangat masif. Berdasarkan data akhir 2025, kapasitas terpasang pembangkit nasional mencapai 107,51 gigawatt dengan konsumsi listrik per kapita yang melonjak dari 1.411 kWh pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025. Dengan total pelanggan PLN mencapai 92,87 juta, listrik kini telah bertransformasi menjadi fondasi utama kehidupan sosial-ekonomi. Ia menegaskan, status PLN sebagai pemegang monopoli alamiah yang ditopang negara menuntut akuntabilitas dan disiplin regulasi yang jauh lebih tinggi. Masalah teknis yang terjadi berulang merupakan indikasi kuat dari buruknya tata kelola energi primer. Pada tahun 2026 ini, kata dia, potensi defisit pasokan bahan baku pembangkit mulai membayangi. Proyeksi kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton, namun kontrak yang tersedia saat ini baru menyentuh angka 134 juta ton. "Selain volume, kualitas batu bara juga penting karena sebagian pembangkit membutuhkan spesifikasi tertentu, termasuk batu bara kalori menengah. Ini artinya, pasokan aman di tingkat nasional belum tentu berarti aman di pembangkit tertentu. Ibarat dapur besar, memiliki beras di gudang tidak menjamin makanan matang jika beras yang datang salah jenis, terlambat, atau tidak sesuai kebutuhan dapur," jelasnya. Titik lemah terbesar dalam manajemen krisis PLN saat ini adalah minimnya transparansi informasi. Pelaku usaha kerap meraba-raba terkait durasi, penyebab, hingga estimasi pemulihan listrik.  Achmad mendesak PLN membuka dashboard pemadaman real-time yang dapat diakses oleh publik. Selain itu, ia menegaskan tanggung jawab ini tidak boleh hanya dibebankan kepada PLN sebagai operator, tetapi juga kepada pemerintah sebagai regulator dan pembuat kebijakan energi. Pemerintah dituntut memastikan hak ganti rugi konsumen berjalan tanpa birokrasi yang berbelit. ​"Kompensasi harus otomatis, masuk dalam tagihan atau token, dan dapat dilihat secara terbuka," kata Achmad. ​Jika pemadaman bergilir ini terus dibiarkan menjadi hal biasa, reputasi iklim investasi Indonesia di mata investor global dipertaruhkan. Achmad mendesak pemerintah segera melakukan audit independen, memperbaiki rantai pasok energi primer, serta mempercepat investasi jaringan dan penyimpanan energi (storage). ​"Pemadaman bergilir adalah alarm keras. Ia mengingatkan bahwa pembangunan energi bukan sekadar menambah megawatt, tetapi memastikan listrik menyala sampai ke rumah, warung, sekolah, puskesmas, pabrik, dan kantor kecil. Listrik adalah janji negara yang paling konkret. Ketika ia padam tanpa kepastian, kepercayaan publik ikut meredup," pungkasnya.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan