KABARBURSA.COM - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis bersama sejumlah lembaga investasi dan pengelola dana nasional untuk merespons dinamika pasar modal sekaligus memperkuat sektor perbankan nasional.
Dasco mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah institusi, termasuk Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), serta jajaran bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pembelian kembali (buy back) saham bank-bank pelat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut Dasco, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap perkembangan pasar keuangan dan pergerakan saham perbankan dalam beberapa waktu terakhir.
“Mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2026.
Ia menilai, keterlibatan Danantara bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen menunjukkan adanya potensi dukungan modal domestik yang kuat untuk menjaga stabilitas pasar, khususnya pada saham-saham perbankan milik negara.
Meski pasar saham mengalami tekanan, Dasco menegaskan kondisi fundamental industri perbankan nasional saat ini masih berada dalam tren positif.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa kinerja seluruh bank anggota Himbara masih menunjukkan performa yang solid.
Menurutnya, pertumbuhan kredit perbankan Himbara rata-rata mencapai sekitar 20 persen secara tahunan. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh pada kisaran 20 hingga 30 persen.
“Secara fundamental, kinerja Himbara sangat baik. Karena itu masyarakat dan investor tidak perlu khawatir terhadap kondisi fundamental sektor perbankan nasional,” kata Putrama.
Selain itu, kondisi likuiditas perbankan pelat merah juga dinilai tetap terjaga. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada kisaran 88 persen hingga 90 persen, yang mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat.
Dengan berbagai indikator tersebut, manajemen Himbara meyakini kinerja emiten perbankan BUMN memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global.
“Fundamental ekonomi nasional, khususnya sektor perbankan, masih sangat kuat dan memiliki resiliensi yang baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Prasetyo.
DPR Bahas Buy Back Saham BUMN dengan Danantara-Himbara
Pimpinan DPR RI menggelar pertemuan dengan jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta sejumlah perwakilan pemerintah untuk membahas kondisi pasar keuangan nasional, termasuk peluang pembelian kembali (buyback) saham-saham badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai memiliki fundamental kuat.
Sementara itu, Dasco menuturkan bahwa pembahasan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pasar global yang turut memengaruhi pergerakan saham emiten BUMN di pasar modal.
“Pada pagi ini kita berkumpul untuk koordinasi, terutama kita akan berdiskusi banyak soal saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tetapi kemudian dengan situasi pasar global yang berdampak,” kata Dasco.
Menurut Dasco, kondisi pasar saat ini dapat menjadi momentum untuk mengkaji peluang buy back saham perusahaan-perusahaan pelat merah yang memiliki kinerja dan prospek usaha yang baik.
“Pada saat ini sudah saatnya berdiskusi bagaimana kemudian pada kesempatan yang tepat melakukan buy back atau membeli kembali saham-saham yang sebenarnya bagus di pasar,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, DPR dan para pemangku kepentingan juga bertukar pandangan mengenai perkembangan sektor perbankan nasional. Dasco menilai kondisi industri perbankan, khususnya bank-bank yang tergabung dalam Himbara, masih menunjukkan kinerja yang positif.
“Kami banyak bertukar pikiran mengenai situasi Himbara maupun perbankan nasional saat ini, yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus,” katanya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Prihati Pujowaskito.(*)