# Danantara Investment Resmi Jadi Anggota Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Manfaatnya? > Danantara Investment Management resmi bergabung dengan IFSWF. Simak langkah strategis Danantara dalam memperkuat tata kelola dan transparansi investasi berstand Danantara Investment Management (DIM) resmi bergabung sebagai Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-16 19:00:00 - Author: Adi Subchan - Editor: Syahrianto - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/danantara-investment-resmi-jadi-anggota-forum-sovereign-wealth-fund-dunia-manfaatnya - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/danantara-investment-resmi-jadi-anggota-forum-sovereign-wealth-fund-dunia-manfaatnya.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Danantara Investment Management (DIM), holding investasi Danantara Indonesia, resmi menjadi Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Keanggotaan ini menandai komitmen Danantara dalam menerapkan standar tata kelola dan transparansi berkelas dunia. Status Associate Member diberikan setelah Dewan IFSWF menyetujui pengajuan keanggotaan DIM pada awal 2026. Dengan bergabung ke IFSWF, DIM menjadi bagian dari jaringan global sovereign wealth fund (SWF). Seluruh anggota forum berkomitmen menerapkan Santiago Principles, yaitu 24 prinsip internasional mengenai tata kelola, investasi, dan manajemen risiko bagi sovereign wealth fund. Keanggotaan tersebut juga membuka peluang bagi DIM untuk memperluas kolaborasi dengan SWF terkemuka dunia. Selain itu, DIM dapat mengikuti berbagai program pertukaran pengetahuan dan menyelaraskan tata kelolanya dengan standar internasional. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan bergabungnya DIM ke IFSWF mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas. “Sebagai pengelola aset nasional Indonesia, kami bertekad membangun institusi yang memenuhi standar internasional tertinggi sehingga kami dapat menjalankan mandat investasi bagi rakyat Indonesia,” kata Pandu, Kamis, 16 Juli 2026. Menurut Pandu, keanggotaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kredibilitas Danantara Indonesia di tingkat global sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Chief Executive IFSWF, Duncan Bonfield, menyambut bergabungnya Danantara Indonesia sebagai anggota baru forum tersebut. “Sejak didirikan, Danantara Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap tata kelola yang baik, profesionalisme, dan transparansi, serta akan menjadi anggota yang berharga bagi komunitas kami,” ujar Duncan Bonfield. Danantara Indonesia juga berencana memanfaatkan status Associate Member untuk memperdalam keterlibatan dengan komunitas investor sovereign global. Salah satunya melalui penyelarasan proses self-assessment Santiago Principles guna memperkuat tata kelola kelembagaan. Sebagai informasi, IFSWF merupakan jaringan global sovereign wealth fund yang berdiri pada 2009. Forum ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik antarlembaga pengelola dana kekayaan negara. IFSWF juga mengembangkan penerapan Santiago Principles secara sukarela. Prinsip tersebut menitikberatkan pada tata kelola yang baik, akuntabilitas, transparansi, serta praktik investasi yang sehat dan prudent. ### **Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi USD12,4 Miliar** Sebelumnya diberitakan **Kabarbursa.com**, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengembangkan 26 proyek hilirisasi strategis dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun atau sekitar USD12,4 miliar. Proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan hampir 38 ribu lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan portofolio proyek hilirisasi tersebut mencakup sektor pertambangan, energi, hingga pertanian. Sejumlah proyek yang dikembangkan antara lain pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat (stainless steel), tembaga, produksi sustainable aviation fuel (SAF), bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan unggas terintegrasi. “Hilirisasi tidak hanya bertujuan untuk menarik investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memastikan lebih banyak nilai tambah tetap berada di Indonesia,” kata Dony, Rabu, 15 Juli 2026. Pengembangan proyek dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama yang diluncurkan pada 6 Februari 2026 mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun atau sekitar USD6 miliar. Proyek-proyek tersebut diperkirakan mampu menyerap 11.456 tenaga kerja. Sementara itu, tahap kedua yang diluncurkan pada 29 April 2026 mencakup 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan total investasi Rp116 triliun atau sekitar USD6,4 miliar. Pada tahap ini, proyek diproyeksikan mampu menciptakan 26.377 lapangan kerja. Dony menegaskan bahwa program hilirisasi harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Menurutnya, manfaat hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari nilai tambah yang dihasilkan serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurut Danantara, seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui investasi tersebut, Danantara berharap dapat terus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Indonesia. ### **Satukan BUM untuk Percepat Hilirisasi** Sebelumnya, Danantara Indonesia memperkuat langkah hilirisasi mineral melalui pengembangan industri material maju. Upaya tersebut ditempuh dengan menggandeng kementerian, BUMN, dan akademisi guna membangun ekosistem manufaktur bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Komitmen itu mengemuka dalam acara Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang digelar di Wisma Danantara Indonesia pada 9–10 Juli 2026. Forum tersebut menjadi wadah sinergi lintas pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pengembangan industri advanced materials yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Kegiatan ini menghadirkan empat pembicara utama, yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Managing Director Industrialization Danantara Indonesia Ardy Muawin. Para pembicara menekankan pentingnya industri material maju sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing industri Indonesia. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, menegaskan Indonesia harus bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok global melalui hilirisasi mineral. “Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga *rare earth*. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih,” kata Rosan melalui siaran persnya, Selasa, 14 Juli 2026. “Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat," ujar dia. Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (*critical minerals downstreaming*) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero). Kolaborasi tersebut bertujuan mengoptimalkan *supply offtake* mineral kritis dan material maju bagi kebutuhan industri strategis nasional. Kerja sama itu juga diarahkan untuk mempercepat pengembangan industri material maju berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama. Selain itu, sinergi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah melalui berbagai program industri strategis, termasuk kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, dan ketenagalistrikan. Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa, mengatakan pengembangan industri *middle stream* material maju merupakan bagian penting dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi. Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan peluang permintaan regional, memperkuat kemampuan teknologi, serta meningkatkan daya saing di pasar global agar tercapai skala ekonomi yang berkelanjutan. Ia menambahkan, pengembangan industri material maju harus dilakukan secara terintegrasi untuk memperkuat fondasi industri nasional. “Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan kita mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan,” ujar Sigit. “Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global," lanjutnya. Selain forum dialog, Danantara Indonesia juga menghadirkan pameran mineral dan produk material maju beserta penerapannya. Pameran tersebut menampilkan inovasi dari MIND ID, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan DEFEND ID. Melalui rangkaian kegiatan ini, Danantara menegaskan bahwa industrialisasi berbasis material maju bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk memperkuat kemandirian industri dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan