# Euforia AI Bawa S&P ke Level Tertinggi, Wall Street Ditutup Menguat > Wall Street menguat dipimpin saham teknologi dan semikonduktor. S&P 500 mendekati rekor tertinggi jelang musim laporan keuangan dan data inflasi AS. Indeks S&P 500 kembali mendekati rekor tertinggi setelah reli saham teknologi dipimpin sektor semikonduktor dan Meta, sementara investor bersiap menyambut musim laporan keuangan kuartal II serta data inflasi AS. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-11 06:39:00 - Author: Yunila Wati - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/euforia-ai-bawa-sp-ke-level-tertinggi-wall-street-ditutup-menguat - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/euforia-ai-bawa-sp-ke-level-tertinggi-wall-street-ditutup-menguat.md ## Article **KABARBURSA.COM** - Wall Street kembali ditutup menguat. Reli dipimpin oleh saham-saham teknologi setelah antusiasme investor terhadap industri kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI) menguat.  Pelaku pasar saat ini mulai mengalihkan fokus ke musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan depan. Juga data inflasi Amerika Serikat yang dinilai menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Indeks S&P 500 naik 0,42 persen ke level 7.575,39. Angka tersebut hanya terpaut sekitar 0,45 persen dari rekor penutupan tertinggi yang dicatatkan pada 2 Juni lalu.  Sementara itu, Nasdaq Composite menguat 0,29 persen menjadi 26.281,61, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen ke posisi 52.637,01. ## **Penguatan Muncul Usai Debut ADR?** Penguatan pasar terjadi setelah euforia terhadap sektor semikonduktor kembali muncul. Perhatian investor tertuju pada debut saham American Depositary Receipts (ADR) milik SK Hynix di Amerika Serikat.  Perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan tersebut menutup perdagangan perdana dengan lonjakan sekitar 13 persen dibandingkan harga penawaran awalnya. Sebelumnya, SK Hynix berhasil menghimpun dana lebih dari 26 miliar dolar AS melalui penawaran ADR yang dipatok pada harga 149 dolar AS per saham. Keberhasilan ini memperkuat optimisme bahwa permintaan terhadap produsen memori tetap tinggi di tengah derasnya investasi perusahaan teknologi global dalam pengembangan infrastruktur AI. Sentimen tersebut menghidupkan minat investor terhadap saham-saham teknologi, terutama perusahaan yang berada di rantai pasok industri AI. Sepanjang tahun ini, sektor semikonduktor menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari meningkatnya belanja perusahaan teknologi besar atau *hyperscalers*. Meski demikian, pergerakan saham semikonduktor dalam beberapa pekan terakhir sempat mengalami fluktuasi. Investor sebelumnya mencermati tingginya valuasi sejumlah emiten teknologi serta aksi ambil untung setelah reli panjang yang terjadi sejak awal tahun.  Namun, pada perdagangan hari ini, minat beli kembali muncul seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek pertumbuhan laba sektor tersebut. Indeks PHLX Semiconductor yang menjadi acuan kinerja saham-saham chip berhasil mencatat kenaikan tipis 0,06 persen. Meski tidak terlalu besar, penguatan itu terjadi selama tiga hari berturut-turut dan memperlihatkan bahwa sektor ini masih menjadi salah satu motor utama penggerak pasar. ## **Meta Kontributor Terbesar Penguatan Indeks?** Saham Meta Platforms menjadi salah satu kontributor terbesar bagi penguatan indeks. Emiten induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu melonjak sekitar 6 persen hingga mencapai level tertinggi sejak April.  Kenaikan Meta memberikan dorongan tambahan bagi indeks Nasdaq maupun S&P 500 yang memiliki bobot besar terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi jumbo. Secara sektoral, delapan dari sebelas sektor utama dalam S&P 500 berhasil ditutup di zona hijau. Sektor teknologi informasi memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 1,65 persen, disusul sektor consumer discretionary yang menguat 1,46 persen.  Penguatan kedua sektor tersebut menandakan masih kuatnya minat investor terhadap perusahaan-perusahaan yang diperkirakan memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi dan konsumsi. Selain faktor teknologi, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Perdagangan saham sempat bergerak lebih tinggi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Iran meminta agar pembicaraan antara kedua negara dilanjutkan dan Amerika Serikat menyetujuinya.  Namun, Trump juga mengatakan bahwa gencatan senjata yang diumumkan pada Juni telah berakhir. Sebelumnya, serangan antara Amerika Serikat dan Iran sempat memunculkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena inflasi yang lebih tinggi berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. ## **Laporan Keuangan Kuartal II Jadi Fokus Pasar?** Soal musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan depan. Sejumlah bank besar Amerika Serikat dijadwalkan menjadi pembuka musim pelaporan tersebut.  Laporan dari sektor perbankan akan memberikan gambaran mengenai kondisi aktivitas ekonomi, mulai dari permintaan kredit, konsumsi rumah tangga, hingga aktivitas dunia usaha. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan meningkat sekitar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sebagian besar diperkirakan berasal dari perusahaan-perusahaan teknologi yang sepanjang tahun ini terus menikmati peningkatan permintaan terhadap produk dan layanan berbasis AI. Di sisi lain, kenaikan proyeksi laba perusahaan turut mempengaruhi valuasi pasar. Meskipun S&P 500 berada di dekat rekor tertingginya, rasio price to earnings (P/E) berdasarkan proyeksi laba justru turun menjadi sekitar 20 kali, dibandingkan sekitar 21 kali pada akhir Mei.  Penurunan rasio tersebut terjadi karena ekspektasi laba perusahaan meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan harga saham. Sepanjang pekan, kinerja Wall Street juga menunjukkan hasil yang beragam. S&P 500 mencatat kenaikan sekitar 1,2 persen, Nasdaq menguat sekitar 1,7 persen, sedangkan Dow Jones justru melemah sekitar 0,5 persen.  Perbedaan kinerja itu kembali menunjukkan bahwa saham-saham teknologi masih menjadi penopang utama penguatan pasar, sementara sektor lain bergerak lebih terbatas. Tidak semua emiten mengakhiri perdagangan dengan hasil positif. Moderna mengalami penurunan hampir 11 persen, menjadi pelemahan harian terbesar dalam lebih dari satu tahun. Sementara itu, Delta Air Lines turun sekitar 1,8 persen meskipun perusahaan tersebut memberikan proyeksi laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pasar. Perdagangan juga memperlihatkan kondisi pasar yang relatif sehat. Jumlah saham yang naik di dalam indeks S&P 500 lebih dari dua kali lipat dibandingkan saham yang turun. Meski demikian, volume transaksi masih tergolong ringan.  Total saham yang berpindah tangan di bursa Amerika Serikat mencapai sekitar 14,5 miliar lembar, lebih rendah dibandingkan rata-rata 22,4 miliar lembar dalam 20 sesi perdagangan terakhir. Memasuki pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada dua agenda utama, yakni rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juni dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal II.  Kedua agenda tersebut akan menjadi acuan penting dalam menilai kondisi ekonomi Amerika Serikat sekaligus memberikan gambaran mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve pada periode berikutnya.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan