Logo
>

Geopolitik Rusia-Ukraina Bayangi Harga Emas Pekan Depan

Harga emas dunia diperkirakan bergerak pada rentang USD4.333 hingga USD4.943 per troy ounce

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Geopolitik Rusia-Ukraina Bayangi Harga Emas Pekan Depan
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia pada pekan depan periode 25-29 Mei 2026 masih akan sangat dipengaruhi oleh tensi geopolitik global. 

Pengamat ekonomi, mata uang & komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada Sabtu, 23 Mei 2026 ditutup di level USD4.506 per troy ounce,  sementara logam mulia berada di kisaran Rp2.773.000 per gram.

Dalam skenario pelemahan pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia memiliki level support pertama di USD4.414 per troy ounce.

"Sementara logam mulia domestik berpotensi turun menjadi Rp2.753.000 per gram," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 24 Mei 2026.

Selanjutnya, Ibrahim memprediksi support emas dunia berikutnya berada di level USD4.333 per troy ounce dengan potensi harga logam mulia turun hingga Rp2.650.000 per gram.

Kendati demikian Ibrahim menyatakan harga emas dunia masih memiliki ruang penguatan. Level resistance pertama diproyeksikan berada di USD4.606 per troy ounce.

"Dengan harga logam mulia berpotensi naik ke Rp2.797.000 per gram," jelasnya.

Sedangkan resistance berikutnya diperkirakan mencapai USD4.943 per troy ounce. Kondisi ini, kata Ibrahim, dapat mendorong harga logam mulia menembus Rp2.900.000 per gram.

Menurut Ibrahim, serangan Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar global. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu fluktuasi harga aset safe haven seperti emas.

"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah di Rusia. Ini yang membuat ketegangan tersendiri," jelasnya. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.