KABARBURSA.COM - Pergerakan harga emas dunia dan logam mulia pada pekan depan periode 25-29 Mei 2026 masih akan sangat dipengaruhi oleh tensi geopolitik global.
Pengamat ekonomi, mata uang & komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada Sabtu, 23 Mei 2026 ditutup di level USD4.506 per troy ounce, sementara logam mulia berada di kisaran Rp2.773.000 per gram.
Dalam skenario pelemahan pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia memiliki level support pertama di USD4.414 per troy ounce.
"Sementara logam mulia domestik berpotensi turun menjadi Rp2.753.000 per gram," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 24 Mei 2026.
Selanjutnya, Ibrahim memprediksi support emas dunia berikutnya berada di level USD4.333 per troy ounce dengan potensi harga logam mulia turun hingga Rp2.650.000 per gram.
Kendati demikian Ibrahim menyatakan harga emas dunia masih memiliki ruang penguatan. Level resistance pertama diproyeksikan berada di USD4.606 per troy ounce.
"Dengan harga logam mulia berpotensi naik ke Rp2.797.000 per gram," jelasnya.
Sedangkan resistance berikutnya diperkirakan mencapai USD4.943 per troy ounce. Kondisi ini, kata Ibrahim, dapat mendorong harga logam mulia menembus Rp2.900.000 per gram.
Menurut Ibrahim, serangan Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar global. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu fluktuasi harga aset safe haven seperti emas.
"Ukraina terus melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah di Rusia. Ini yang membuat ketegangan tersendiri," jelasnya. (*)