Logo
>

IPOT Luncurkan xRDN di Tengah Maraknya Phishing

IPOT hadirkan xRDN sebagai dana parkir produktif dengan imbal hasil sekitar 2 persen per tahun dan sistem keamanan berlapis di tengah maraknya phishing.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IPOT Luncurkan xRDN di Tengah Maraknya Phishing
IPOT meluncurkan xRDN sebagai alternatif dana parkir di pasar modal dengan potensi imbal hasil 2 persen per tahun dan perlindungan keamanan berlapis. Foto: IG @indopremier

KABARBURSA.COM – Meningkatnya kasus phishing dan pembobolan akun keuangan digital mendorong pelaku industri untuk memperkuat sistem perlindungan dana nasabah. Di tengah kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan xRDN, sebuah skema pengelolaan dana berbasis pasar modal yang ditujukan sebagai alternatif dana parkir dengan potensi imbal hasil sekitar 2 persen per tahun.

Manajemen IPOT menilai risiko finansial saat ini tidak hanya berasal dari fluktuasi harga instrumen investasi, tetapi juga dari lemahnya keamanan akses digital. Kasus pencurian data, manipulasi akun, hingga penyalahgunaan identitas menjadi tantangan baru dalam ekosistem keuangan berbasis aplikasi.

Dalam industri sekuritas, bunga Rekening Dana Nasabah maupun tabungan konvensional umumnya berada pada kisaran 0,02 persen hingga 0,2 persen per tahun. xRDN diperkenalkan sebagai opsi bagi investor yang ingin menempatkan dana sementara secara lebih produktif, tanpa keluar dari ekosistem pasar modal.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan penguatan sistem keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan produk ini. “Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT,” ujar Moleonoto pada Kamis,19 Februari 2026.

Menurutnya, xRDN dirancang dengan pendekatan keamanan berlapis. Sistem ini tidak hanya mengandalkan satu mekanisme perlindungan, tetapi menerapkan tiga lapis pengamanan untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun. IPOT menyebutkan bahwa dalam kondisi tertentu seperti gangguan sistem eksternal, dana nasabah tetap berada dalam struktur terpisah sesuai ketentuan pasar modal.

IPOT juga menekankan xRDN bukan instrumen dengan imbal hasil tetap dan tidak bersifat spekulatif. Pengelolaannya mengikuti regulasi pasar modal Indonesia serta prinsip transparansi dan perlindungan investor.

Pada periode volatilitas pasar akhir Januari lalu, IPOT mencatat adanya peningkatan penempatan dana dalam ekosistem xRDN. Manajemen menyebut dana yang masuk mencapai skala triliunan rupiah, mencerminkan preferensi investor terhadap instrumen likuid di tengah ketidakpastian pasar.

IPOT menambah pilihan bagi investor yang ingin mengelola dana tunai secara lebih efisien, sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan digital yang semakin krusial dalam transaksi keuangan modern.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".