# Jakarta Bidik Status Kota Global 2030, UMKM Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Kreatif > Jakarta mendorong UMKM dan ekonomi kreatif sebagai fondasi menuju kota global 2030 dengan penguatan digitalisasi dan akses pasar. Jakarta mendorong UMKM dan ekonomi kreatif sebagai fondasi menuju kota global 2030 dengan penguatan digitalisasi dan akses pasar. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-10 18:30:00 - Author: Moh. Alpin Pulungan - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/jakarta-bidik-status-kota-global-2030-umkm-jadi-salah-satu-penopang-ekonomi-kreatif - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/jakarta-bidik-status-kota-global-2030-umkm-jadi-salah-satu-penopang-ekonomi-kreatif.md ## Financial Entities - Stock Code: ACES - Stock Name: Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – Ambisi Jakarta masuk jajaran 50 kota global dunia pada 2030 tidak hanya bergantung pada gedung pencakar langit, investasi besar, atau proyek infrastruktur megah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menempatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin utama untuk mengejar target tersebut. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan penguatan sektor usaha masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta agar tetap inklusif dan memiliki daya saing. "Sejalan dengan visi Gubernur Pramono Anung, Dinas PPKUKM terus membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku usaha kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Ratu dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026. Menurut Ratu, predikat kota global tidak hanya dibangun dari kekuatan fisik sebuah kota. Ekonomi masyarakat juga menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh kelompok besar, tetapi turut membuka ruang bagi pelaku usaha kecil. Ia menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, melahirkan inovasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal Jakarta. "Visi tersebut kami wujudkan melalui program JakPreneur. Melalui program ini, kami terus berupaya mengintegrasikan pengembangan kapasitas usaha. Kami juga terus memberikan pendampingan usaha, membantu akses pembiayaan, perluasan akses pasar, hingga percepatan transformasi digital," kata Ratu. Program Jakarta Entrepreneur atau JakPreneur menjadi salah satu instrumen Pemprov DKI dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan. Berdasarkan data per 10 Juli 2026, jumlah usaha binaan JakPreneur mencapai 422.617 pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344.704 anggota atau 81,56 persen tercatat masih aktif menjalankan usahanya. "Tingginya jumlah usaha binaan aktif ini menunjukkan satu hal, bahwa ekosistem kewirausahaan yang tumbuh di Jakarta semakin kuat. Ini sebagai modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas," ujar Ratu. Dari berbagai sektor usaha yang tergabung dalam ekosistem UMKM binaan Jakarta, ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama. Subsektor kuliner menjadi yang terbesar dengan 198.581 pelaku usaha atau 46,99 persen dari total ekosistem. Setelah kuliner, subsektor fesyen menyumbang 24.116 usaha, craft sebanyak 9.073 usaha, seni 1.267 usaha, desain 693 usaha, fotografi 20 usaha, serta game sebanyak 11 usaha. "Keberagaman subsektor ini mencerminkan besarnya potensi ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru," tutur Ratu. Selain memperkuat kapasitas bisnis, Pemprov DKI juga mendorong digitalisasi UMKM agar pelaku usaha lokal tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital. Hingga saat ini, sebanyak 278.155 peserta JakPreneur atau 65,82 persen telah masuk dalam proses digitalisasi. Sementara 144.462 peserta atau 34,18 persen masih dalam tahap pendampingan. Digitalisasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemampuan UMKM menghadapi perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke platform digital. Dengan perkembangan tersebut, Ratu optimistis UMKM yang semakin kuat dapat menjadi fondasi bagi lahirnya ekosistem ekonomi kreatif Jakarta yang lebih kompetitif. Ia menyebut penguatan UMKM juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga inklusif bagi masyarakatnya. "Kami terus menjalankan arahan Bapak Gubernur Pramono dengan memastikan UMKM Jakarta menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan masuk dalam jajaran 50 kota global dunia pada 2030," kata Ratu. ### **Mampukah UMKM Naik Kelas?** Ambisi Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global dunia pada 2030 tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, arus investasi, atau kemajuan sektor jasa. Di balik target tersebut, ada pekerjaan besar untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui UMKM. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu strategi menuju visi tersebut. Melalui program Jakarta Entrepreneur (JakPreneur), Pemprov DKI mencatat sebanyak 422.617 usaha telah masuk dalam ekosistem pembinaan hingga Juli 2026, dengan 344.704 anggota atau 81,56 persen di antaranya masih aktif. Namun, besarnya jumlah pelaku usaha bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Tantangan berikutnya adalah memastikan UMKM tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperluas pasar, serta meningkatkan produktivitas agar tidak berhenti sebagai usaha bertahan hidup. Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, struktur ekonomi Jakarta memang didominasi oleh usaha skala mikro dan kecil. Dari total 1,21 juta unit usaha yang tercatat, sebanyak 1,15 juta merupakan usaha mikro dan kecil. Sektor tersebut juga menjadi penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Data BPS mencatat usaha mikro dan kecil di Jakarta menyerap sekitar 2,58 juta tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi Jakarta. Namun, kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah tidak bisa hanya dilihat dari jumlah unit usaha, melainkan juga dari kemampuan meningkatkan produktivitas, skala bisnis, dan nilai tambah. Di tengah upaya memperkuat ekonomi lokal, Jakarta juga masih harus mengejar posisi sebagai kota global. Berdasarkan Global Cities Index 2025 yang diterbitkan Kearney, Jakarta berada di peringkat 71 dari 156 kota global. Posisi tersebut menunjukkan adanya kemajuan dibanding tahun sebelumnya, ketika Jakarta berada di peringkat 74. Namun, target masuk dalam 50 besar kota global pada 2030 masih membutuhkan peningkatan daya saing di berbagai sektor, termasuk ekosistem bisnis dan inovasi. Salah satu aspek yang terus didorong adalah transformasi digital UMKM. Pemerintah daerah menyebut sebanyak 278.155 peserta JakPreneur atau 65,82 persen telah terdigitalisasi. Di tingkat yang lebih luas, adopsi pembayaran digital di Jakarta juga terus berkembang. Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jakarta mencapai sekitar 6,52 juta pengguna hingga 2025 dengan jumlah merchant mencapai sekitar 6,14 juta. UMKM menjadi salah satu kelompok usaha yang paling banyak memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut. Data Bank Indonesia menunjukkan sektor UMKM mendominasi penggunaan QRIS di Jakarta. Meski demikian, digitalisasi tidak otomatis menjadi tanda bahwa seluruh UMKM telah naik kelas. Perubahan teknologi baru menjadi manfaat ekonomi apabila diikuti peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar, pengelolaan keuangan, serta kemampuan menghasilkan produk yang kompetitif. Persoalan klasik UMKM juga masih menjadi tantangan. Sejumlah kajian mengenai sektor usaha kecil menunjukkan hambatan yang paling sering dihadapi pelaku UMKM adalah akses permodalan dan pemasaran. Bagi Jakarta yang ingin memperkuat posisi sebagai kota global, tantangan tersebut menjadi pekerjaan lanjutan. Ekosistem usaha tidak cukup hanya dibangun dengan jumlah pelaku yang besar, tetapi juga membutuhkan akses pembiayaan, jaringan pasar, inovasi, serta kemampuan adaptasi terhadap ekonomi digital.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan