# JECX Percepat Ekspansi Pasca-IPO, Siapkan Dua Klinik Baru > JECX mempercepat ekspansi pasca-IPO dengan membuka dua klinik baru, memperkuat SDM dokter mata, dan mengalokasikan dana IPO untuk ekspansi. JECX menyiapkan dua klinik baru pasca-IPO, memperkuat SDM dokter mata, dan mengalokasikan dana IPO untuk ekspansi serta modal kerja. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-07 17:30:00 - Author: Gusti Ridani - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/jecx-percepat-ekspansi-pasca-ipo-siapkan-dua-klinik-baru - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/jecx-percepat-ekspansi-pasca-ipo-siapkan-dua-klinik-baru.md ## Financial Entities - Stock Code: AMRT - Stock Name: Sumber Alfaria Trijaya Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** — PT Nitrasanata Dharma Tbk atau JECX langsung tancap gas menyusun peta jalan ekspansi bisnis pasca-melantai di bursa saham. Di tengah kondisi pasar modal yang masih fluktutif, emiten layanan kesehatan mata ini menjadwalkan peresmian dua klinik baru pada bulan depan sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperluas jangkauan layanan guna membantu pemerintah menekan angka kebutaan nasional. Ekspansi fisik tersebut ditopang penuh oleh penguatan sisi hulu berupa program pendidikan berkelanjutan untuk mencetak dokter spesialis mata berkualitas tinggi. Manajemen JECX optimistis fundamental bisnisnya akan menjadi daya tarik utama yang mampu mengimbangi volatilitas pergerakan harga saham di pasar sekunder. Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Johan A M M Hutauruk mengatakan keputusan untuk tetap melangkah maju melepas saham ke publik didasari oleh kebutuhan perluasan cakupan layanan medis di berbagai wilayah padat penduduk. "Harapan kami dengan IPO ini sebenarnya adalah untuk memperluas jangkauan. Kita tahu kebutaan di Indonesia itu masih (menjadi) kebutuhan, kita bantulah pemerintah, walaupun kami swasta. Caranya bagaimana? Meningkatkan jumlah dokter mata yang mampu melakukan operasi katarak dengan baik. Caranya ada pelatihan, jadi SDM-nya dulu diisi," kata Johan saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 7 Juli 2026. Guna menyokong seluruh rencana pertumbuhan korporasi, manajemen telah menyusun struktur alokasi penggunaan dana segar yang diperoleh dari lantai bursa. Direktur Keuangan JECX, Budi Djatmiko, membeberkan arus kas masuk dari hasil penawaran umum ini akan dibagi ke dalam tiga pos strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Pos pertama diarahkan untuk penyelesaian kewajiban keuangan perseroan berupa pelunasan sisa utang pokok obligasi yang segera memasuki masa jatuh tempo. Selanjutnya, dana publik ini akan disuntikkan ke pos kedua untuk memperkuat otot finansial entitas anak usaha. "Tujuan daripada penggunaan dana IPO ini yang pertama itu adalah untuk bayar sisa utang pokok obligasi yang akan jatuh tempo. Yang kedua itu adalah untuk memberikan modal anak-anak usaha perusahaan dan juga pembangunan rumah sakit, rumah sakit anak usaha. Yang ketiga itu merupakan digunakan untuk modal kerja, working capital," jelas Budi Djatmiko. ### **Terapkan Standar Fellowship dan Ekspansi ke Wilayah Strategis** Ketergantungan industri kesehatan pada kualitas tenaga medis direspons JECX melalui program spesialisasi internal yang ketat. Direktur Pengembangan dan Pendidikan JECX, Tjahjono D Gondhowiardjo, mengatakan perseroan merupakan salah satu pionir yang menyelenggarakan program fellowship mandiri sejak 1998, bahkan mendahului institusi pendidikan tinggi formal. Setiap dokter mata yang bergabung ke dalam jaringan JECX, kata dia, diwajibkan menempuh jalur spesialisasi patologi di dalam negeri sebelum melanjutkan pendidikan ahli ke luar negeri. Modal kualitas SDM inilah yang mendasari keberanian perusahaan masuk ke wilayah-wilayah baru di Indonesia. "Ekspansinya tadi seperti Pak Johan sudah menggambarkan bahwa kita masuk ke daerah-daerah yang banyak penduduknya dan banyak kebutaan. Jadi, dalam tanda petik kita mungkin dalam bulan depan ini mendirikan dua klinik yang sejenis, ya. Dan masuk dalam rencana itu kita mendirikan di Kaya Kasmaran, itu mengapa kita Kaya Kasmaran? Karena itu sebenarnya dalam tanda petik tugas dari pemerintah," urai Tjahjono D Gondhowiardjo. Mengenai momentum pelaksanaan IPO yang bertepatan dengan tren penurunan indeks harga saham gabungan sejak awal tahun, manajemen JECX mengaku sempat mempertimbangkan opsi untuk menunda pencatatan perdana. Namun, Johan menekankan bahwa fluktuasi harga saham harian di bursa tidak mencerminkan kinerja operasional riil di lapangan. Dengan pertumbuhan volume pasien yang stabil serta kapasitas penanganan medis yang terus meningkat, nilai saham korporasi diyakini akan terkoreksi naik secara alami seiring waktu. "Kita memikirkan IPO ini sebenarnya pada saat indeks harga saham itu lagi baik-baik nih, Desember, Januari. Persiapan dibantu oleh underwriter dan semua tim mulai waktu itu semua tim dengan optimis. Bulan tiga, makin turun. Pasar saham makin turun, *down*. Eh, kita bilang, oke kita tahan. Bulan lima, bulan enam, udah tinggal oke, makin turun juga. Pas hari H-nya bisa ada kejadian kayak di luar negeri. Jadi, kita yang penting fundamentalnya bagus. Fundamentalnya bagus, ini pasien bertambah, dokter-dokter tetap bekerja, saham naik turun biasanya naik lagi," kata Johan. ### **Pasar Layanan Mata Masih Terbuka Lebar** Kebutuhan layanan kesehatan mata di Indonesia masih tergolong besar dan menjadi salah satu faktor yang dapat menopang prospek ekspansi JECX setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Berbagai data dari organisasi kesehatan internasional menunjukkan jumlah penderita gangguan penglihatan di Indonesia masih mencapai jutaan orang, sementara kebutuhan tindakan operasi mata diperkirakan terus meningkat. Berdasarkan data Vision Atlas yang disusun International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) dengan mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 8,7 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan penglihatan kategori sedang hingga berat. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta orang hidup dengan kondisi kebutaan. Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat ditangani melalui tindakan operasi. Karena itu, organisasi kesehatan global menilai peningkatan akses terhadap layanan operasi katarak menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka kebutaan. WHO menjelaskan kemampuan suatu negara menangani kasus katarak umumnya diukur melalui indikator Cataract Surgical Rate (CSR), yaitu jumlah operasi katarak yang dilakukan setiap satu juta penduduk dalam satu tahun. Menurut WHO, negara berkembang di kawasan Asia sedikitnya membutuhkan sekitar 3.000 operasi katarak per satu juta penduduk setiap tahun agar mampu memenuhi kebutuhan layanan yang terus muncul. Sementara untuk mengurangi akumulasi kasus atau backlog kebutaan akibat katarak, angka tersebut diperkirakan perlu ditingkatkan hingga sekitar 8.000 sampai 8.700 operasi per satu juta penduduk per tahun. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, kebutuhan tindakan operasi katarak secara nasional diperkirakan mencapai ratusan ribu hingga lebih dari dua juta tindakan setiap tahun, bergantung pada target pengurangan kasus yang ingin dicapai. Selain tingginya kebutuhan operasi, tantangan lain juga muncul dari sisi ketersediaan tenaga medis. WHO menyebut kepadatan dokter spesialis mata memiliki hubungan erat dengan tingkat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata. Di negara berpendapatan tinggi, rata-rata tersedia sekitar 76 dokter spesialis mata per satu juta penduduk. Sebaliknya, negara berpendapatan rendah hanya memiliki sekitar tiga hingga empat dokter spesialis mata per satu juta penduduk. Meski Indonesia tidak termasuk kelompok negara berpendapatan rendah, pemerataan dokter spesialis mata masih menjadi tantangan karena sebagian besar tenaga medis tersebut terkonsentrasi di kota-kota besar. Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata belum merata di berbagai daerah. Situasi itu juga menjadi salah satu alasan mengapa pengembangan jaringan rumah sakit dan klinik mata masih dinilai memiliki ruang pertumbuhan. Prospek industri kesehatan mata juga didukung oleh perubahan struktur demografi. WHO mencatat prevalensi penyakit mata degeneratif, termasuk katarak, cenderung meningkat seiring bertambahnya usia penduduk. Indonesia sendiri diproyeksikan memasuki fase ageing population sehingga jumlah masyarakat lanjut usia diperkirakan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang. Peningkatan populasi lansia tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan rutin hingga tindakan operasi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendasari ekspansi PT Nitrasanata Dharma Tbk setelah menjadi perusahaan terbuka.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan