Logo
>

Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas, Harga Emas Naik Tipis

Harga emas dunia ditutup menguat tipis setelah investor mencermati perkembangan konflik AS-Iran serta menanti data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menentukan arah suku bunga The Fed

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas, Harga Emas Naik Tipis
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 ditutup naik tipis karena investor memantau perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS) - Iran dan data inflasi AS yang dirilis pekan ini.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD4.723,40 per ons pada setelah sebelumnya turun lebih dari 1 persen di awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup sedikit berubah pada USD4.728,70.

"Terdapat aksi berburu harga murah dan penyesuaian posisi menjelang data inflasi AS minggu ini," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.

Perhatian akan tertuju pada Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Selasa, 12 Mei 2026 dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang dijadwalkan dirilis sehari setelahnya.

Di bidang geopolitik, penolakan cepat Presiden AS, Donald Trump terhadap tanggapan Iran atas proposal perdamaian  telah memicu kekhawatiran bahwa konflik akan berlarut-larut dan terus melumpuhkan pelayaran melalui Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak lebih tinggi.

Analis ING dalam sebuah catatan menyebut, kemunduran ini membuat jangka waktu gencatan senjata tidak ada kepastian dan risiko inflasi tetap tinggi.

"Memperkuat narasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama yang telah membebani harga emas sepanjang konflik," kata analis ING.

Mereka memperkirakan harga emas akan naik hingga USD5.000/ons pada akhir tahun ini, namun terhentinya pembicaraan perdamaian menambah ketidakpastian dalam jangka pendek.

Perusahaan pialang global telah mengurangi ekspektasi dua kali penurunan suku bunga AS tahun ini, dengan perkiraan sekarang terbagi antara pelonggaran sebagian dan tidak ada penurunan sama sekali pada tahun 2026.

Adapun emas sendiri cenderung berada di bawah tekanan meskipun memiliki daya tarik sebagai aset aman, karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Pasar juga mengamati kunjungan dua hari Trump ke China minggu ini. Orang nomor satu AS itu dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas Iran, Taiwan, kecerdasan buatan, dan senjata nuklir.

Di sisi lain, harga perak spot naik 6,6 persen menjadi USD85,65 per ons, platinum meningkat 3 persen ke level USD2.116,72, dan paladium bertambah 0,8 perse  di harga USD1.503,11. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.