# Microsoft Pangkas 4.800 Karyawan di Tengah Ledakan Belanja AI > Microsoft memangkas 4.800 karyawan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya di dunia sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis. Divisi Xbox menjadi yang paling terdampak dengan 3.200 posisi dipangkas. Langkah ini dilakukan di tengah lonjakan investasi AI yang diperkirakan mencapai lebih dari USD700 miliar secara global tahun ini. Meski demikian, Microsoft menegaskan PHK tersebut bukan karena posisi karyawan digantikan AI, melainkan bagian dari efisiensi dan penataan ulang portofolio bisnis. Microsoft memangkas 4.800 karyawan saat belanja AI terus membengkak. Xbox jadi divisi paling terdampak dalam restrukturisasi terbaru. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-07 13:30:00 - Author: Moh. Alpin Pulungan - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/microsoft-pangkas-4800-karyawan-di-tengah-ledakan-belanja-ai - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/microsoft-pangkas-4800-karyawan-di-tengah-ledakan-belanja-ai.md ## Financial Entities - Stock Code: ADRO - Stock Name: Alamtri Resources Indonesia Tb - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – Microsoft kembali memangkas jumlah karyawannya di tengah gelombang investasi besar-besaran pada teknologi kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI). Perusahaan perangkat lunak tersebut mengumumkan akan menghapus sekitar 4.800 posisi kerja atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis, termasuk divisi gim Xbox. Dari total pemangkasan tersebut, sekitar 3.200 posisi berasal dari unit Xbox. Sebanyak 1.600 karyawan mulai diberhentikan pada Senin, 6 Juli 2026, waktu setempat. Selain memangkas tenaga kerja, Microsoft juga akan melepas hingga lima studio pengembang gim sebagai bagian dari penataan ulang bisnis Xbox setelah bertahun-tahun melakukan investasi besar di sektor tersebut. Dilansir dari *Reuters*, Selasa, 7 Juli 2026, langkah tersebut diambil setelah Microsoft menggelontorkan dana puluhan miliar dolar Amerika Serikat untuk memperkuat Xbox, termasuk melalui akuisisi Activision Blizzard. Namun, investasi tersebut belum mampu memperkecil jarak persaingan dengan konsol PlayStation milik Sony maupun Nintendo sehingga perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi bisnis gimnya. Sebagai bagian dari perubahan strategi, Microsoft kini lebih berfokus mendistribusikan gim ke berbagai platform dibandingkan mengandalkan judul eksklusif untuk mendongkrak penjualan konsol Xbox. Kepala baru Xbox, Asha Sharma, mengatakan restrukturisasi itu juga mencakup pelepasan empat studio gim. Compulsion Games, pengembang South of Midnight, dan Double Fine Productions, kreator Psychonauts, akan menjadi studio independen. Sementara Ninja Theory dan Undead Labs akan dipisahkan agar dapat mengembangkan waralaba Senua dan State of Decay 3 secara mandiri. Di Prancis, manajemen Arkane Studios yang dikenal melalui gim Dishonored dan saat ini tengah mengembangkan gim Blade berdasarkan karakter Marvel, juga mulai berkonsultasi dengan serikat pekerja untuk meninjau berbagai opsi terkait restrukturisasi. ### **Belanja AI Makin Besar, Tekanan Efisiensi Ikut Meningkat** Restrukturisasi Microsoft berlangsung ketika perusahaan-perusahaan teknologi global berlomba memperbesar investasi di bidang AI. Reuters mencatat belanja AI perusahaan teknologi besar diperkirakan melampaui USD700 miliar atau sekitar Rp12.460 triliun tahun ini. Besarnya investasi tersebut membuat investor mulai menuntut perusahaan menunjukkan hasil nyata dari pengembangan AI sekaligus menutup biaya implementasi teknologi tersebut. Amazon dan Meta Platforms juga telah memangkas ribuan karyawan sepanjang tahun ini sebagai bagian dari upaya efisiensi. Meski demikian, Microsoft menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja kali ini bukan karena posisi para pegawai digantikan AI. Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengatakan, “Posisi yang dihapus hari ini tidak digantikan oleh AI.” Namun, ia juga mengakui perkembangan AI mulai mengubah cara pekerjaan dilakukan di dalam perusahaan. “Pada saat yang sama, memang benar AI sedang mengubah cara pekerjaan dilakukan,” ujarnya. Analis Equisights Research, Parth Talsania, menilai langkah Microsoft lebih mencerminkan realokasi portofolio bisnis dan disiplin operasional dibandingkan menjadi katalis baru bagi pergerakan saham perusahaan. “Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan lebih menghargai Microsoft apabila monetisasi AI tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya AI, bukan semata-mata karena pengurangan jumlah karyawan,” kata Talsania. Pada perdagangan Senin, saham Microsoft turun sekitar 1,4 persen. Sepanjang enam bulan pertama 2026, harga saham perusahaan telah terkoreksi hampir 23 persen, menjadi penurunan semester pertama terdalam sejak 2022. Sebelumnya, Microsoft juga menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sekitar 7 persen tenaga kerjanya di Amerika Serikat atau sekitar 9.000 karyawan. Perusahaan memang kerap melakukan penyesuaian jumlah pegawai menjelang berakhirnya tahun fiskal pada Juni sebagai bagian dari penyusunan anggaran tahun berikutnya. Managing Director D.A. Davidson, Gil Luria, menilai pengendalian jumlah tenaga kerja menjadi salah satu cara Microsoft membiayai ekspansi AI. “Microsoft mengelola jumlah tenaga kerjanya agar dapat membiayai investasi AI. Dengan menjaga jumlah karyawan tetap rendah, mereka mampu mempercepat pertumbuhan pendapatan sekaligus mempertahankan tingkat margin yang sama,” ujarnya. Di sisi lain, lonjakan permintaan AI terus mendorong pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure. Namun, pembangunan pusat data untuk mendukung layanan AI membutuhkan belanja modal yang semakin besar sehingga mulai menekan arus kas perusahaan. Pada April lalu, Microsoft memperkirakan pendapatan Azure kuartalan melampaui ekspektasi pasar. Di saat yang sama, perusahaan juga mengumumkan proyeksi belanja modal sebesar USD190 miliar atau sekitar Rp3.382 triliun pada 2026, jauh di atas perkiraan analis. Selain itu, perkembangan AI yang semakin mampu mengotomatisasi pekerjaan rutin juga mulai menekan bisnis perangkat lunak Microsoft. Di sisi lain, kenaikan harga chip memori akibat tingginya permintaan pusat data mendorong perusahaan menaikkan harga konsol Xbox ketika permintaan perangkat tersebut justru sedang melemah.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan