# Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025 > Pemerintah menyatakan ekonomi Indonesia tetap terjaga sepanjang 2025 dengan pertumbuhan 5,11 persen, inflasi 2,92 persen, serta penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut LKPP 2025 kembali memperoleh opini WTP dari BPK, sementara defisit APBN sebesar 2,81 persen PDB dan rasio utang 40,54 persen masih berada dalam batas aman. Pemerintah juga menyiapkan strategi konsolidasi fiskal, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan utang secara aktif guna menjaga keberlanjutan fiskal. Menkeu Purbaya menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, inflasi terkendali, APBN tetap sehat, dan LKPP kembali meraih opini WTP. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-14 14:27:00 - Author: Harun Rasyid - Editor: Citra Dara Vresti Trisna - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/pemerintah-klaim-ekonomi-ri-tumbuh-511-persen-sepanjang-2025 - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/pemerintah-klaim-ekonomi-ri-tumbuh-511-persen-sepanjang-2025.md ## Article **KABARBURSA.COM** - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia sepanjang 2025 masih tetap terjaga. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan ekonomi Indonesia tahun 2025 tercatat tumbuh 5,11 persen secara tahunan atau *year on year* (yoy). Sementara Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini WTP artinya laporan keuangan telah dilaporkan secara wajar dalam semua hal, sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menyampaikan pokok-pokok tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soal Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (RUU P2 APBN) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa, 14 Juli 2026. Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 didorong konsumsi rumah tangga yang meningkat 4,98 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen.  Di sisi lain, tingkat inflasi disebut masih dijaga pada level 2,92 persen, atau sesuai sasaran pemerintah. “Kita patut bersyukur, di tengah gejolak global tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga,” ujar Menkeu dalam keterangan resmi, Selasa, 14 Juli 2026. ### **Mengapa Pemerintah Optimistis Kondisi Ekonomi Indonesia 2025 Tetap Terjaga?** Lebih lanjut, pemerintah juga mengklaim adanya perbaikan pada sejumlah indikator kesejahteraan. Tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 dari 4,91 persen setahun sebelumnya. Sementara tingkat kemiskinan dilaporkan menurun menjadi 8,25 persen dari 8,57 persen pada periode yang sama. Demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi secara bertahap sepanjang 2025 dengan total anggaran Rp110,7 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat konsumsi domestik, serta mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sektor padat karya, program perumahan, magang, diskon transportasi saat liburan, sampai pemberdayaan generasi muda. Untuk pengelolaan keuangan negara, Purbaya mengklaim LKPP 2025 yang memperoleh opini WTP merupakan capaian atas konsistensi pemerintah dalam menjaga tata kelola APBN. Selain itu, defisit APBN 2025 yang tercatat 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut diklaim masih berada di bawah batas maksimal sebesar 3 persen sebagaimana diatur dalam undang-undang. “Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh temuan pemeriksaan dan rekomendasi BPK,” kata Menkeu. ### **Bagaimana Strategi Pemerintah Menjaga APBN dan Utang Tetap Terkendali?** Purbaya menjelaskan, pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan keberlanjutan fiskal. Karena itu, ruang fiskal yang tersedia diarahkan untuk mendukung program-program prioritas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran negara. Menurut dia, APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja, serta pengelolaan pembiayaan agar defisit fiskal tetap terkendali sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam pembahasan RUU Pertanggungjawaban APBN 2025, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. Pada sisi pembiayaan, pemerintah memastikan pengelolaan utang tetap dilakukan secara hati-hati. Rasio utang pemerintah pada 2025 tercatat 40,54 persen terhadap PDB, atau jauh di bawah ambang batas 60 persen yang ditetapkan dalam regulasi. Purbaya menegaskan, ruang pengelolaan utang tersebut akan dimanfaatkan secara terukur untuk mendukung pembiayaan pembangunan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal. Menurutnya, keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan dan keberlanjutan APBN tetap menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal ke depan. Ke depannya, strategi pengelolaan fiskal akan difokuskan pada empat langkah utama, yakni konsolidasi fiskal secara bertahap, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja negara (*spending better*), serta pengelolaan portofolio utang secara aktif melalui skema debt switch, buyback, dan konversi pinjaman. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyampaikan apresiasi kepada DPR RI atas dukungan dalam mengawal pelaksanaan APBN 2025.  Menurutnya, sinergi pemerintah dan DPR turut memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. “Sinergi dan kolaborasi yang terjalin erat antara Pemerintah dan DPR RI dalam mengawal pengelolaan APBN turut mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Global Ratings (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil," jelas Purbaya. “Afirmasi tersebut menegaskan kredibilitas arah kebijakan fiskal dan moneter nasional, sekaligus mencerminkan kepercayaan internasional terhadap konsistensi Pemerintah bersama DPR RI dalam menjaga disiplin fiskal secara akuntabel dan sesuai koridor perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan