Logo
>

Pipa Gas Cisem II Sepanjang 242 Km Resmi Beroperasi, Fleksibilitas Pasokan Energi Meningkat

Cisem II resmi beroperasi, memperkuat jaringan pipa gas nasional dan meningkatkan fleksibilitas pasokan energi Sumatera-Jawa

Ditulis oleh Gusti Ridani
Pipa Gas Cisem II Sepanjang 242 Km Resmi Beroperasi, Fleksibilitas Pasokan Energi Meningkat
Pipa Gas Cisem II sepanjang 242 km resmi beroperasi, memperkuat konektivitas jaringan gas nasional dan pasokan energi industri. Foto: Dok. Pertagas.

KABARBURSA.COM – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (Cisem II) akhirnya resmi beroperasi penuh. Setelah bertahun-tahun menjadi proyek yang ditunggu dunia industri, pipa sepanjang 242 kilometer yang membentang dari Batang, Cirebon hingga Kandang Haur Timur itu kini mulai mengalirkan gas dan menghubungkan jaringan energi nasional dari Sumatera sampai Jawa.

Kalau selama ini distribusi gas antar-daerah masih kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur, keberadaan Cisem II digadang-gadang menjadi jawaban. Pemerintah berharap jalur baru ini membuat pasokan gas lebih fleksibel, lebih andal, dan tidak lagi bergantung pada titik-titik distribusi tertentu.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut beroperasinya Cisem II sebagai babak baru penguatan infrastruktur energi nasional. Menurut dia, setelah keberhasilan pembangunan Cisem I, pengoperasian Cisem II semakin memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional.

“Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik,” kata Laode dalam keterangannya yang dikutip Selasa, 9 Juni 2026.

Dengan tersambungnya jaringan Cisem II ke fasilitas eksisting Pertagas, distribusi gas dari berbagai lapangan produksi menuju pusat-pusat konsumsi energi di Pulau Jawa diproyeksikan menjadi jauh lebih lancar.

Pada tahap awal, pasokan gas yang mengalir melalui pipa tersebut berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB). Gas itu akan menyuplai berbagai sektor strategis mulai dari kawasan industri manufaktur, pembangkit listrik, industri pupuk hingga sektor hilir lainnya yang selama ini membutuhkan kepastian energi.

Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGAS, Aldiansyah Idham, menilai beroperasinya Cisem II merupakan momentum yang sudah lama dinantikan pelaku industri.

“Infrastruktur ini memungkinkan sistem penyaluran gas menjadi semakin fleksibel dan terintegrasi, sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia,” ujarnya.

Namun cerita proyek ini tidak hanya soal pipa dan aliran gas. Pemerintah juga menyoroti capaian lain yang dianggap menjadi nilai tambah selama masa pembangunan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut beroperasinya Cisem II sebagai babak baru dalam penguatan infrastruktur energi nasional yang akan memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi, meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas, serta memperkuat keandalan pasokan energi nasional.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, mengatakan proyek tersebut tidak hanya berhasil diselesaikan secara fisik, tetapi juga menjadi contoh penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta standar keselamatan kerja yang tinggi. Selama masa konstruksi, proyek Cisem II mencatat 4.659.090 jam kerja aman tanpa insiden fatal atau zero accident.

“Selain itu, pada masa puncak konstruksi di periode Juni hingga Juli 2025, proyek ini menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang. Dari sisi kemandirian industri, hasil self-assessment mencatat tingkat serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri mencapai 60,58 persen yang saat ini sedang dalam proses verifikasi akhir,” kata Agung.

Untuk pengelolaan aset negara, Kementerian ESDM melalui Keputusan Menteri Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026 yang diterbitkan pada 13 Maret 2026 menunjuk LEMIGAS sebagai pengelola Cisem II. Setelah melalui proses seleksi mitra strategis pada April 2026, Pertagas kemudian dipercaya menjadi operator pipa tersebut. Penunjukan ini melanjutkan rekam jejak Pertagas yang sebelumnya telah mengoperasikan Cisem I sejak 2023.

Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, memastikan seluruh infrastruktur dan sumber daya manusia telah disiapkan untuk mendukung operasional pipa lintas provinsi tersebut. Menurut dia, rampungnya proses commissioning di Kandang Haur Timur menandai bahwa sistem Cisem II telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas dan siap beroperasi.

“Dengan selesainya commissioning di Kandang Haur Timur, sistem Cisem II kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas dan siap dioperasikan. Sebagai operator yang ditunjuk oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal. Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas,” ujar Indra.

Di atas kertas, Cisem II memang terlihat seperti proyek infrastruktur energi biasa. Namun bagi industri yang selama ini mengeluhkan pasokan gas, pipa ini bisa menjadi urat nadi baru yang menentukan seberapa cepat pabrik berproduksi dan seberapa besar biaya energi dapat ditekan. Setidaknya, setelah bertahun-tahun dibangun dengan dana APBN, kini saatnya publik melihat apakah pipa raksasa ini benar-benar mampu menghadirkan manfaat sebesar yang dijanjikan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang