# PRJ Cetak Transaksi Rp8,2 Triliun, Pemprov DKI Sebut Daya Beli Warga Masih Kebal > PRJ 2026 mencatat transaksi Rp8,2 triliun dan 6,1 juta pengunjung. Pemprov DKI menyebut capaian itu menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga. Transaksi PRJ 2026 menembus Rp8,2 triliun. Pemprov DKI menilai capaian tersebut mencerminkan daya beli warga dan ekonomi Jakarta yang tetap kuat. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-15 19:00:00 - Author: Moh. Alpin Pulungan - Editor: Moh. Alpin Pulungan - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/prj-cetak-transaksi-rp82-triliun-pemprov-dki-sebut-daya-beli-warga-masih-kebal - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/prj-cetak-transaksi-rp82-triliun-pemprov-dki-sebut-daya-beli-warga-masih-kebal.md ## Financial Entities - Stock Code: ACES - Stock Name: Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 menutup penyelenggaraannya dengan capaian transaksi yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,2 triliun, naik 12,3 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang membukukan Rp7,3 triliun. Kenaikan juga terjadi pada jumlah pengunjung. Sepanjang penyelenggaraan PRJ 2026, sebanyak 6,1 juta orang tercatat datang ke arena pameran. Angka tersebut meningkat sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir menyentuh 6 juta pengunjung. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menilai capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi ibu kota yang masih terjaga. Menurutnya, kondisi itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,59 persen secara tahunan dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. “Data-data tersebut semakin menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Tingginya nilai transaksi dan jumlah pengunjung Jakarta Fair menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga, aktivitas perdagangan terus bertumbuh, serta UMKM mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ujar Ratu dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026. Penyelenggaraan Jakarta Fair tahun ini diikuti lebih dari 2.800 peserta yang menempati sekitar 1.800 stan. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, termasuk ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Ratu, hasil tersebut akan menjadi pijakan bagi Dinas PPKUKM untuk memperluas keterlibatan UMKM pada penyelenggaraan Jakarta Fair berikutnya. Langkah yang disiapkan antara lain memperketat kurasi produk, meningkatkan kualitas kemasan, memperbaiki tampilan stan, hingga memperkuat strategi promosi agar produk UMKM semakin kompetitif. “Kami ingin keikutsertaan UMKM di Jakarta Fair mampu membuka peluang usaha yang berkelanjutan. Karena itu, kami akan mendorong lebih banyak pertemuan bisnis antara UMKM dengan pembeli, distributor, investor, maupun mitra usaha agar kolaborasi dapat terus berkembang,” katanya. Tak berhenti saat pameran usai, Dinas PPKUKM juga berencana melanjutkan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. “Pendampingan tersebut kami harapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar,” tuturnya. Ratu menambahkan, penyelenggaraan Jakarta Fair tahun depan akan memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Momentum tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan untuk menghadirkan Jakarta Fair dengan skala yang lebih besar sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. “Kami berharap semakin banyak UMKM Jakarta dapat berpartisipasi dengan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing. Momentum 500 tahun Jakarta harus menjadi langkah untuk memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi kota sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” katanya. ### **Benarkah Daya Beli Warga Jakarta Masih Terjaga?** Kenaikan nilai transaksi JFK 2026 berlangsung di tengah sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jakarta. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat ekonomi ibu kota tumbuh 5,59 persen secara tahunan pada triwulan I 2026 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.028,44 triliun. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga meningkat 5,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.   BPS juga mencatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan I 2026, yakni mencapai 10,84 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menempatkan sektor yang berkaitan dengan aktivitas konsumsi, kuliner, dan rekreasi sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang awal tahun. Sejalan dengan temuan tersebut, Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Mei 2026 menyebut pertumbuhan ekonomi ibu kota terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat seiring pembayaran tunjangan hari raya, gaji ke-14, momentum hari besar keagamaan nasional, serta dukungan stimulus pemerintah. Selain itu, aktivitas perdagangan, jasa keuangan, informasi dan komunikasi, konstruksi, transportasi, serta akomodasi dan makan minum turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Bank Indonesia juga memperkirakan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh momentum Iduladha, libur sekolah, hari libur nasional, dan cuti bersama yang diperkirakan meningkatkan mobilitas serta aktivitas belanja masyarakat. Dari sisi harga, Bank Indonesia mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jakarta pada triwulan I 2026 sebesar 3,37 persen secara tahunan. Angka tersebut kemudian melandai menjadi 2,12 persen pada April 2026. Dibandingkan dengan pertumbuhan nilai transaksi Jakarta Fair 2026 yang mencapai 12,3 persen, kenaikan transaksi berlangsung pada laju yang lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama. Tren tersebut juga sejalan dengan kondisi ekonomi nasional. BPS mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap struktur ekonomi nasional dengan porsi 57,24 persen.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan