# Reli Saham Chip dan AI Angkat Wall Street, Nasdaq Tembus Level 26.206 > Wall Street menguat dipimpin reli saham chip dan AI. Simak saham terbaik dan terburuk di Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq. Nasdaq memimpin penguatan Wall Street setelah saham semikonduktor dan AI melesat, sementara tekanan geopolitik Timur Tengah dan pergerakan saham individual tetap membayangi pasar. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Makro - Published At: 2026-07-10 06:00:00 - Author: Yunila Wati - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/makro/reli-saham-chip-dan-ai-angkat-wall-street-nasdaq-tembus-level-26206 - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/makro/reli-saham-chip-dan-ai-angkat-wall-street-nasdaq-tembus-level-26206.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Reli saham semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali menjadi tenaga utama Wall Street. Bursa saham Amerika Serikat melesat pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Nasdaq Composite menjadi indeks dengan kenaikan terbesar. Indeks yang banyak dihuni saham teknologi itu melonjak 1,30 persen atau 336,23 poin ke level 26.206,89. S&P 500 menguat 0,81 persen atau 60,93 poin menjadi 7.543,66, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik lebih terbatas sebesar 0,27 persen atau 139,02 poin ke posisi 52.487,41. Kuatnya dorongan dari saham teknologi, terutama kelompok semikonduktor, mampu mengangkat performa Wall Street. Indeks semikonduktor PHLX melambung 3,06 persen dan mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.  ## **Saham AI Apa Saja yang Menguat?** Di tengah reli itu, Micron Technology mencuri perhatian setelah sahamnya melejit 4,5 persen. Kenaikan terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana investasi lebih dari USD250 miliar di Amerika Serikat hingga 2035.  Dana tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi chip memori guna memenuhi pertumbuhan permintaan dari industri AI. Penguatan tidak berhenti di Micron. Saham Applied Materials naik 3,2 persen, sedangkan Sandisk meroket 7,6 persen. Pergerakan saham-saham tersebut memperkuat reli kelompok semikonduktor yang sepanjang 2026 menjadi salah satu pusat perhatian investor. Meta Platforms juga bergerak menguat setelah Reuters melaporkan perusahaan teknologi tersebut berencana mulai memproduksi chip AI sendiri pada September. Kabar itu menambah perhatian pasar terhadap ekspansi perusahaan teknologi besar dalam pengembangan infrastruktur komputasi dan kecerdasan buatan. ## **Bagaimana dengan Saham Teknologi?** Reli saham teknologi terjadi ketika sentimen geopolitik masih menekan pasar global. Teheran menyatakan telah menyerang sejumlah target militer Amerika Serikat di Kuwait, Qatar, dan Bahrain sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap Iran sehari sebelumnya. Investment Strategy Analyst Baird Ross Mayfield, mengatakan tema AI masih menjadi pendorong kuat pasar. Namun, keberlanjutan penguatan yang meluas ke sektor lain berkaitan dengan pergerakan harga minyak dan suku bunga. “Pasar bullish AI masih sangat kuat. Namun, penguatan yang mulai meluas ke sektor lain sangat bergantung pada harga minyak dan suku bunga yang tetap terkendali. Memanasnya kembali konflik di Timur Tengah membuat prospek tersebut kembali dipertanyakan,” ujarnya. Dari 11 sektor utama S&P 500, tujuh sektor ditutup di zona hijau. Teknologi informasi memimpin dengan kenaikan 1,65 persen, disusul consumer discretionary yang menguat 1,46 persen. Dengan kenaikan tersebut, S&P 500 telah menguat sekitar 10 persen sepanjang 2026. Posisi indeks kini kurang dari 1 persen di bawah rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 2 Juni. ## **Saham-saham Individual Apa Saja yang Berkinerja Baik dan Buruk?** Di tengah penguatan indeks utama, pergerakan saham individual memperlihatkan perbedaan yang lebar. Di kelompok Dow Jones, Cisco Systems menjadi saham berkinerja terbaik dengan kenaikan 3,94 persen. American Express menyusul dengan penguatan 3,07 persen, sementara Goldman Sachs naik 2,56 persen. Sebaliknya, Salesforce menjadi saham dengan kinerja terburuk di Dow setelah turun 2,45 persen. International Business Machines atau IBM melemah 2,23 persen, sedangkan Johnson & Johnson terkoreksi 1,63 persen. Perbedaan yang lebih besar terlihat di S&P 500. Hewlett Packard Enterprise memimpin daftar saham terbaik setelah melonjak 9,94 persen. Norwegian Cruise Line Holdings naik 6,96 persen, sementara Lam Research menguat 6,01 persen.  Kenaikan Lam Research turut memperlihatkan kuatnya momentum pada kelompok perusahaan yang terkait dengan industri semikonduktor. Pada sisi sebaliknya, APA Corporation menjadi saham berkinerja terburuk di S&P 500 dengan penurunan 5,05 persen. Paramount Skydance turun 4,31 persen, sedangkan Costco Wholesale melemah 4,21 persen. Costco bahkan menyentuh level terendah dalam enam bulan setelah melaporkan perlambatan pertumbuhan comparable sales selama Juni. Tekanan juga terjadi pada PepsiCo. Saham perusahaan makanan dan minuman tersebut anjlok 3,3 persen meskipun pendapatan kuartal II melampaui ekspektasi analis. Pergerakan paling ekstrem terjadi di Nasdaq. Robin Energy melonjak 1.645,65 persen dan menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Julong Holding melesat 319,28 persen, sedangkan Virax Biolabs Group naik 100,63 persen. Di sisi lain, Aimei Health Technology jatuh 50,42 persen. Byrna Technologies merosot 33,67 persen, sementara Rackspace Technology turun 33,65 persen. Pergerakan tersebut memperlihatkan rentang volatilitas yang sangat lebar di luar saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks. ## **Laporan Keuangan Kuartalan jadi Perhatian Investor** Investor kini mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartalan. Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, laba perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh rata-rata 24 persen secara tahunan, dengan perusahaan teknologi diproyeksikan menjadi kontributor utama pertumbuhan. Valuasi S&P 500 saat ini berada di sekitar 20 kali proyeksi laba, turun dari sekitar 21 kali sebulan sebelumnya.  Dari sisi makroekonomi, klaim tunjangan pengangguran AS turun pada pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih relatif stabil meski pertumbuhan lapangan kerja melambat sepanjang Juni. Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni di bawah kepemimpinan Chairman Kevin Warsh. Namun, risalah rapat menunjukkan sejumlah pejabat sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum akhirnya menyepakati kebijakan tetap. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember. Pergerakan suku bunga tersebut menjadi bagian dari perhatian investor bersamaan dengan perkembangan konflik Timur Tengah dan harga energi. Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di S&P 500 melampaui saham yang turun dengan rasio sekitar 1,5 berbanding 1. Namun, aktivitas perdagangan relatif tipis. Sekitar 14,7 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 22,9 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya. Pada perdagangan kali ini, reli saham chip dan AI berhasil membawa Nasdaq memimpin Wall Street. Namun, daftar saham terbaik dan terburuk menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak berlangsung merata.  Saham semikonduktor, teknologi, keuangan, hingga perjalanan mencatat kenaikan kuat, sementara sejumlah saham energi, ritel, perangkat lunak, dan emiten berkapitalisasi kecil mengalami tekanan tajam.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan