Logo
>

Akhiri Mei di Zona Hijau, DEWA Siap Dikoleksi?

DEWA menutup akhir Mei dengan penguatan tipis setelah sempat bergerak liar sepanjang bulan. Area 330 mulai jadi perhatian trader jelang awal Juni.

Ditulis oleh Yunila Wati
Akhiri Mei di Zona Hijau, DEWA Siap Dikoleksi?
DEWA sempat mencatat net foreign sell hingga Rp56,9 miliar disertai kenaikan volatilitas harga yang cukup agresif. (Foto: dok DEWA)

KABARBURSA.COM – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menutup perdagangan akhir Mei 2026 di zona hijau setelah naik 1,21 persen ke level 334 pada Jumat, 29 Mei 2026. Penguatan tersebut disebabkan meningkatnya volume transaksi dan kembali munculnya minat beli di area bawah.

Sepanjang Mei 2026, pergerakan DEWA terbilang sangat fluktuatif. Saham ini sempat bergerak dari area 525 pada awal Mei sebelum akhirnya turun tajam hingga menyentuh area 320-an di pekan terakhir bulan berjalan.

Jika dihitung dari posisi pembukaan awal Mei di area 525 hingga penutupan 334 pada akhir Mei, DEWA telah terkoreksi sekitar 36,3 persen dalam sebulan. Koreksi dalam tersebut membuat saham ini menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang Mei.

Tekanan jual mulai terlihat mereda di akhir bulan. Pada perdagangan 29 Mei 2026, DEWA mencatat nilai transaksi Rp142,6 miliar dengan volume mencapai 4,22 juta lot dan frekuensi transaksi 22,1 ribu kali.

Data foreign flow juga menunjukkan bahwa asing tercatat melakukan pembelian Rp31,89 miliar dan penjualan Rp30,55 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp1,34 miliar.

Berbeda dibanding beberapa sesi sebelumnya ketika tekanan asing masih cukup dominan. Pada 25 Mei misalnya, DEWA sempat mencatat net foreign sell hingga Rp56,9 miliar disertai kenaikan volatilitas harga yang cukup agresif.

Bid Tebal di Area 334

Dari sisi struktur perdagangan, area 330 kini mulai menjadi titik perhatian utama pasar. Orderbook menunjukkan antrean bid cukup tebal di level 334 dengan total bid mencapai lebih dari 691 ribu lot, sementara offer berada di kisaran 1,54 juta lot.

Lapisan bid terbesar terlihat muncul di area 320–334. Kondisi tersebut menunjukkan pasar mulai mencoba menjaga area bawah setelah tekanan jual besar yang terjadi sepanjang Mei.

Namun tekanan supply masih belum sepenuhnya hilang. Offer tebal masih terlihat bertumpuk di area 340–350 sehingga membuat ruang kenaikan jangka pendek DEWA masih menghadapi tantangan cukup berat.

Buy on Weakness di Rentang 282-330

Secara teknikal, sejumlah pelaku pasar mulai mencermati skenario buy on weakness di rentang 282–330. Area tersebut dinilai menjadi zona penting untuk menjaga struktur rebound jangka pendek saham ini.

Target pergerakan jangka pendek mulai diarahkan ke area 384 hingga 412. Namun pasar tetap menempatkan area bawah 270 sebagai batas pengamanan apabila tekanan jual kembali meningkat.

Awal Juni nanti akan menjadi fase penting untuk membaca apakah DEWA mulai memasuki fase pemulihan bertahap atau hanya mengalami technical rebound sementara. Sebab sepanjang Mei, pola transaksi saham ini masih didominasi volatilitas tinggi dan perpindahan dana jangka pendek.

Pertanyaannya, apakah volume beli mampu bertahan konsisten di atas area 330. Jika area tersebut kembali ditembus ke bawah dengan tekanan distribusi besar, volatilitas DEWA berpotensi kembali meningkat pada perdagangan awal Juni.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79