# Anindya Bakrie Ingin RANS jadi Inspirasi Industri Kreatif Berkelas Global > Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai IPO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk menjadi bukti industri kreatif mampu berkembang menjadi sektor ekonomi bernilai tambah. Menurutnya, keberhasilan RANS merupakan hasil kerja panjang dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif lain untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Anindya juga meyakini Indonesia berpeluang menjadi pusat industri kreatif dunia, sementara Nagita Slavina menegaskan industri kreatif kini menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan intellectual property, produk, event, dan ekosistem bisnis kreatif. Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menilai IPO RANS membuktikan industri kreatif mampu menciptakan nilai tambah dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-10 16:00:00 - Author: Desty Luthfiani - Editor: Citra Dara Vresti Trisna - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/anindya-bakrie-ingin-rans-jadi-inspirasi-industri-kreatif-berkelas-global - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/anindya-bakrie-ingin-rans-jadi-inspirasi-industri-kreatif-berkelas-global.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengklaim pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia mampu berkembang menjadi sektor ekonomi yang menciptakan nilai tambah. Anin menyebut, hadirnya RANS di lantai bursa membuka peluang pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan RANS bukan pencapaian yang diraih secara instan. Ia menyebut dirinya mengikuti perjalanan Founder RANS, Raffi Ahmad, sejak sekitar 20 tahun lalu ketika masih berkarier sebagai talenta di ANTV hingga akhirnya berhasil membangun perusahaan yang kini menjadi emiten. “Selamat untuk kerja kerasnya. Ini kerja keras yang tidak terjadi tiba-tiba," kata Anindya saat ditemui usai menghadiri seremoni pencatatan saham perdana RANS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. Ia berharap RANS mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjadi inspirasi pelaku industri kreatif lainnya. Menurutnya, keberhasilan RANS menunjukkan bahwa industri kreatif dapat berkembang menjadi sektor ekonomi yang inklusif dan memiliki nilai tambah tinggi. "Saya mendoakan supaya setelah IPO, RANS bisa menjadi perusahaan terbuka yang tata kelolanya bagus, bisa melibatkan berbagai macam pihak, dan menjadi inspirasi bahwa industri kreatif ini, seperti yang dilihat di negara-negara lain, di Korea, Jepang, Amerika, hingga India, bisa menjadi industri yang mempunyai nilai tambah yang besar dan inklusif," ujarnya. ## **Contoh Keberhasilan Hollywood dan Bollywood** Anindya menilai, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat industri kreatif dunia. Menurutnya, besarnya jumlah generasi muda, dipadukan dengan perkembangan teknologi seperti *artificial intelligence* (AI), menjadi peluang untuk melahirkan karya-karya berbasis *intellectual property* (IP) yang mampu bersaing di pasar global. Ia mencontohkan, keberhasilan Korea Selatan dengan Korean Wave, Amerika Serikat melalui Hollywood, hingga India lewat Bollywood sebagai bukti bahwa industri kreatif dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Bahkan, Anindya mengungkapkan saat bertemu Duta Besar Prancis, muncul pandangan bahwa Indonesia berpeluang menjadi pusat industri kreatif baru di kawasan. “Kemarin saya makan malam dengan Duta Besar Prancis. Mereka melihat Indonesia ini bisa menjadi 'Jollywood', maksudnya Hollywood atau Bollywood-nya Indonesia. Saya rasa dengan kreativitas anak-anak muda yang dipadukan *artificial intelligence*, justru kita bisa mengedepankan budaya-budaya Indonesia. Ini nilai tambah yang sangat besar dan efeknya buat perekonomian juga sangat tinggi,” katanya. Pandangan tersebut sejalan dengan visi yang disampaikan Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Nagita Slavina, dalam sambutannya saat seremoni pencatatan saham perdana. Nagita mengatakan, pencatatan saham RANS bukan sekadar tonggak bagi perusahaan yang ia bangun bersama Raffi Ahmad, tetapi juga menjadi pengakuan bahwa industri kreatif kini memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. "Hari ini adalah hari ketika Indonesia menunjukkan bahwa kreativitas dapat berdiri sejajar dengan sektor-sektor ekonomi strategis lainnya. Kreativitas adalah modal, kreativitas adalah aset, dan kreativitas dapat menjadi perusahaan publik yang dipercaya masyarakat Indonesia," ujar Nagita. Ia menilai industri kreatif saat ini tidak lagi sekadar menghasilkan tontonan, melainkan telah berkembang menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan intellectual property, produk, komunitas, hingga penyelenggaraan berbagai pengalaman (experience) yang menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. "Selama bertahun-tahun industri hiburan sering dipandang hanya sebagai industri yang menghasilkan tontonan. Namun, dunia telah berubah. Hari ini industri hiburan bukan lagi sekadar industri konten. Ia telah berkembang menjadi industri yang menggerakkan ekonomi," tuturnya. Ia menambahkan, sebuah film, konser, karakter animasi, maupun komunitas digital kini mampu menggerakkan sektor lain, mulai dari pariwisata, transportasi, perhotelan, UMKM, hingga ekonomi daerah. Karena itu, dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat fondasi bisnis RANS agar mampu menangkap peluang pertumbuhan industri kreatif yang semakin besar. RANS resmi menjadi emiten ketujuh yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2026. Perseroan melepas 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham (IPO), sehingga menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis media, hiburan, intellectual property, event, dan lini usaha konsumen. Masuknya RANS ke pasar modal juga menambah daftar perusahaan dari sektor ekonomi kreatif yang memanfaatkan bursa sebagai sumber pendanaan. Langkah tersebut diharapkan mendorong semakin banyak pelaku industri kreatif untuk memperkuat tata kelola sekaligus memperluas skala bisnis melalui pasar modal.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan