KABARBURSA.COM – Aktivitas broker asing kembali mendominasi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan 18–22 Mei 2026.
UBS Sekuritas Indonesia berkode AK tercatat menjadi broker dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler setelah membukukan total transaksi Rp23,6 triliun.
Data broker summary memperlihatkan AK membukukan nilai beli Rp11,7 triliun dan nilai jual Rp11,9 triliun, sehingga menghasilkan net sell sekitar Rp203,6 miliar. Aktivitas transaksi broker asing ini juga disertai volume perdagangan mencapai 33 miliar saham dengan frekuensi sekitar 2 juta kali transaksi.
Di bawah AK, Mandiri Sekuritas (CC) menempati posisi kedua dengan total transaksi Rp21,2 triliun dan mencatat net buy Rp2,9 triliun. Sementara Stockbit Sekuritas Digital (XL) berada di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp19,7 triliun dan net buy Rp870,2 miliar.
Broker asing lain yang masuk lima besar yakni Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan total transaksi Rp13,5 triliun dan net sell Rp3 triliun, serta Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) yang membukukan nilai transaksi Rp10 triliun dengan net buy Rp211,5 miliar.
Dominasi broker asing tersebut muncul di tengah tingginya volatilitas pasar domestik setelah implementasi rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pergerakan broker besar juga menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan rotasi dana institusi global di pasar saham Indonesia.
Secara keseluruhan, lima broker teratas itu membentuk pola transaksi yang cukup kontras. CC dan XL terlihat agresif melakukan akumulasi, sementara ZP justru mencatat distribusi paling besar sepanjang pekan berjalan.
AK sendiri meski masih menjadi broker dengan nilai transaksi terbesar, posisi akhirnya tetap tercatat net sell. Hal ini menunjukkan aktivitas transaksi dua arah masih sangat dominan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Tidak terdapat pernyataan resmi dari manajemen broker terkait transaksi pekan ini. Namun berdasarkan data perdagangan reguler, aktivitas broker asing masih terkonsentrasi pada saham-saham sektor energi, otomotif, batu bara, hingga pertambangan.
Saham-saham Koleksi UBS Sekuritas (AK)
Di tengah posisi net sell mingguan, UBS Sekuritas Indonesia (AK) tetap aktif melakukan pembelian besar pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi koleksi terbesar AK sepanjang pekan 18–22 Mei 2026.
AK tercatat melakukan pembelian ASII senilai Rp187,7 miliar dengan volume sekitar 325 ribu lot pada harga rata-rata Rp5.744 per saham. Aktivitas ini menjadikan ASII sebagai saham dengan nilai akumulasi terbesar broker AK selama periode tersebut.
Selain ASII, broker AK juga terlihat aktif mengoleksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Nilai pembelian mencapai Rp138,7 miliar dengan volume sekitar 7,9 juta lot pada harga rata-rata Rp177 per saham.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ikut masuk daftar pembelian utama AK dengan nilai transaksi Rp56,9 miliar. Broker asing tersebut membeli sekitar 69 ribu lot saham AADI pada harga rata-rata Rp8.200 per saham.
AK juga melakukan akumulasi pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp56,5 miliar. Volume pembelian DSSA mencapai sekitar 842 ribu lot dengan harga rata-rata Rp663 per saham.
Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) tercatat dibeli AK senilai Rp56,4 miliar dengan volume sekitar 1,2 juta lot pada harga rata-rata Rp476 per saham.(*)