KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat 62 emisi dari 41 emiten dengan total senilai Rp67,84 triliun sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan sepanjang pekan lalu periode 18-22 Mei 2026 terdapat pencatatan 2 obligasi dan 1 sukuk.
"Pada Senin, 18 Mei 2026, Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 oleh PT TBS Energi Utama Tbk mulai dicatatkan di BEI," ujar dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Obligasi tersebut dicatatkan dengan nominal sebesar Rp175 miliar dengan hasil pemeringkatan idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan ini.
Kemudian pada Jumat, 22 Mei 2026, BEI mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Samudera Indonesia Tbk serta Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk.
Sukuk dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp700 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PEFINDO, dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.
"Sementara itu, Obligasi dicatatkan dengan jumlah pokok sebesar Rp500 miliar dan memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi," terang Kautsar.
Adapun, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 697 emisi dengan outstanding sebesar Rp569,01 triliun dan USD148,82 juta, diterbitkan oleh 135 Emiten.
"Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp6.803,28 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 7 emisi senilai Rp3,57 triliun," pungkas Kautsar. (*)