# Cristina Sadjaja: PRDL From Zero to IPO > Kisah Cristina Sadjaja membawa PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) IPO dalam 6 bulan hingga cetak rekor pemesanan ritel terbanyak sepanjang sejarah BEI Sebuah instruksi singkat di awal tahun menjadi penentu arah baru bagi perjalanan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menuju panggung pasar modal. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-09 12:10:00 - Author: Desty Luthfiani - Editor: Hutama Prayoga - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/cristina-sadjaja-prdl-from-zero-to-ipo - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/cristina-sadjaja-prdl-from-zero-to-ipo.md ## Article **KABARBURSA.COM** - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 9 Juli 2026, dengan mencetak rekor jumlah pesanan investor ritel terbanyak sepanjang sejarah penawaran umum perdana saham (IPO) di Indonesia hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 700 kali. Emiten anak usaha Grup Prodia ini sukses menghimpun dana publik sebesar Rp62,75 miliar setelah merampungkan seluruh proses persiapan dalam waktu enam bulan, di mana sahamnya langsung melesat 35 persen atau naik 42 poin ke level Rp162 per lembar pada hari pertama perdagangan. Sebuah instruksi singkat di awal tahun menjadi penentu arah baru bagi perjalanan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menuju panggung pasar modal. Pada 16 Januari 2026, pendiri Prodia Andi Wijaya memanggil Direktur PRDL Cristina Sadjaja untuk menyampaikan satu amanat mutlak. Andi meminta perusahaan segera melaksanakan penawaran umum perdana saham pada tahun ini juga. Cristina sempat mengusulkan agar rencana tersebut ditunda hingga tahun depan, namun Andi menegaskan bahwa momentum tersebut harus diambil pada tahun 2026. "Pak Andi bilang, 'Tahun ini kamu IPO.' Saya sempat bilang, 'Pak, tahun depan saja.' Beliau menjawab, 'Enggak bisa, tahun ini, selagi saya masih ada.' Setelah keluar dari ruangan Pak Andi, saya langsung koordinasi. Dalam dua minggu underwriter terpilih, tanggal 25 Januari sudah kick-off, dan dalam dua bulan draf prospektus pertama sudah selesai," ujar Cristina usai pencatatan saham perdana PRDL di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 9 Juli. Perintah itu langsung menggerakkan seluruh lini perusahaan untuk berpacu dengan waktu dalam merealisasikan target IPO dari titik awal persiapan. Dalam waktu dua minggu, perusahaan berhasil memilih underwriter dan melakukan kick-off pada 25 Januari 2026. Dua bulan kemudian, draf prospektus pertama selesai disusun. Cristina bersama manajemen dan tim internal melewati periode intensif dengan bekerja hingga larut malam serta memanfaatkan akhir pekan demi memenuhi seluruh persyaratan administrasi tepat waktu. "Perjalanan Proline mempersiapkan IPO selama enam bulan ini luar biasa. Kami bekerja siang malam, sampai subuh, Sabtu-Minggu juga terus bekerja mempersiapkannya," katanya. ## **Seleksi Ketat** Proses melantai ke bursa ini berjalan di tengah kondisi pasar modal yang volatil. Selain dinamika pasar, regulator seperti Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga menerapkan proses seleksi yang lebih ketat seiring dengan berjalannya reformasi pasar modal.  Perusahaan harus mematuhi berbagai ketentuan baru, termasuk pemenuhan aturan free float sebesar 15 persen yang menjadi perhatian para investor global serta isu terkait MSCI. "Susah sekali IPO tahun ini karena Bursa dan OJK menerapkan seleksi yang sangat ketat. Ada isu dari MSCI, kami juga harus menjaga free float dan itu sudah kami penuhi. Dinamikanya banyak, tetapi akhirnya kami berhasil IPO," ujarnya. Meski menghadapi pengetatan regulasi dari fase awal persiapan, fundamental keuangan perusahaan menjadi modal utama dalam menarik minat pasar. Selama tiga tahun terakhir, PRDL secara konsisten membukukan laba bersih dengan tingkat net profit margin yang stabil. Saat masa penawaran, saham anak usaha Grup Prodia ini mencatatkan tingkat pemesanan hingga 709 kali, sekaligus menempatkannya sebagai emiten dengan pesanan investor ritel terbanyak dalam sejarah pasar modal Indonesia. Pada hari pertama perdagangan di Main Hall BEI, saham PRDL yang dibuka pada harga awal Rp120 per lembar langsung bergerak naik 35 persen atau bertambah 42 poin hingga mencapai level Rp162 per lembar. Dari aksi korporasi ini, perusahaan berhasil mengamankan dana segar senilai Rp62,75 miliar. "Kami sangat mengapresiasi animo investor Indonesia. Menurut saya, investor ritel Indonesia masih bergairah dan mencari perusahaan yang fundamentalnya bagus. Kami senang bisa menjadi salah satu pilihan investasi mereka," tuturnya. Manajemen menegaskan bahwa langkah go public ini tidak hanya bertujuan untuk menghimpun pendanaan dari pasar modal. Fokus utama perseroan sejak awal perancangan IPO adalah menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan prinsip Good Corporate Governance (GCG). "Pertimbangan utama kami bukan mencari dana, tetapi sustainability. Kami ingin memiliki tata kelola perusahaan yang lebih baik, menjalankan prinsip GCG, dan membangun perusahaan yang berkelanjutan," pungkas Cristina. Setelah resmi menyandang status sebagai perusahaan terbuka, PRDL memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tetap berada di level double digit. Target tersebut akan ditopang oleh rencana peluncuran sejumlah produk diagnostik baru pada semester II 2026, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan kualitas layanan kepada seluruh pelanggan. (*)   ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan