KABARBURSA.COM – Aktivitas transaksi J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) mulai menjadi perhatian pelaku pasar setelah broker asing tersebut tercatat agresif mengoleksi sejumlah saham big caps dalam dua hari perdagangan, Senin, 25 Mei dan Selasa, 26 Mei 2026.
Di saat yang sama, BK juga terlihat melepas beberapa saham berbasis komoditas dan batu bara.
Data yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi koleksi terbesar BK dengan nilai pembelian mencapai Rp441,4 miliar. Broker asing ini mengangkut sekitar 731.915 lot BBCA di harga rata-rata Rp6.027 per saham.
Selain BBCA, BK juga tercatat aktif memborong saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp58,2 miliar dengan volume 191.922 lot pada harga rata-rata Rp3.036.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ikut masuk radar akumulasi dengan nilai pembelian Rp47,1 miliar di harga rata-rata Rp2.486.
Aktivitas beli BK juga menyasar sejumlah saham lain seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp38,7 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp38 miliar, hingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sekitar Rp37,1 miliar.
Sementara itu, pada saham lapis menengah, BK turut tercatat melakukan pembelian terhadap PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp34,6 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp32,7 miliar.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga masuk daftar akumulasi dengan nilai pembelian Rp31,6 miliar.
Di sisi lain, broker asing tersebut justru melakukan distribusi pada sejumlah saham berbasis energi dan batu bara.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan nilai penjualan mencapai Rp50,2 miliar dan volume sekitar 2,8 juta lot pada harga rata-rata Rp177.
BK juga terlihat melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp41,3 miliar di harga rata-rata Rp3.143. Sementara saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dijual sekitar Rp23 miliar dengan harga rata-rata Rp7.511.
Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp23 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp11,3 miliar, dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sekitar Rp11,7 miliar.
Jika dilihat dari grafik broker activity, nilai akumulasi BK pada sejumlah saham unggulan cenderung meningkat sepanjang dua hari perdagangan.
Kurva pembelian BBCA terlihat mendominasi dan terus menanjak hingga mendekati Rp450 miliar pada akhir sesi perdagangan 26 Mei 2026.
Pergerakan tersebut memperlihatkan fokus transaksi BK mulai mengarah ke saham perbankan besar dan saham berbasis energi baru, sementara saham batu bara dan beberapa emiten komoditas justru mengalami tekanan distribusi.(*)