# Dividen BBRI Cetak Rekor Rp52,1 Triliun, Laba Tembus Rp57,13 Triliun > PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) cetak rekor bagikan dividen tunai Rp52,1 triliun dari laba bersih 2025 yang tembus Rp57,13 triliun. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi perseroan untuk memperkuat transformasi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-06 12:50:00 - Author: Harun Rasyid - Editor: Hutama Prayoga - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/dividen-bbri-cetak-rekor-rp521-triliun-laba-tembus-rp5713-triliun - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/dividen-bbri-cetak-rekor-rp521-triliun-laba-tembus-rp5713-triliun.md ## Financial Entities - Stock Code: BBRI - Stock Name: Bank Rakyat Indonesia (Persero - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM – **PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025. Nilai tersebut menjadi pembagian dividen terbesar sepanjang sejarah BRI. Perseroan juga sekaligus mencatat kinerja keuangan yang solid di tengah penguatan transformasi bisnis di bawah supervisi Danantara. Keputusan pembagian dividen BBRI tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Jumat, 10 April 2026. BBRI menetapkan dividen sebesar Rp346 per saham, mengacu pada laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun. Besarnya dividen tersebut kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara, sekaligus menunjukkan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Kinerja positif Bank BRI berlanjut pada awal 2026. Hingga triwulan I 2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI meningkat menjadi Rp1.562 triliun, tumbuh 13,7 persen yoy. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen yoy. Di saat yang sama, struktur pendanaan BRI juga semakin efisien. Dana murah atau current account saving account (CASA) naik 13,2 persen yoy menjadi Rp1.058,6 triliun sehingga rasio CASA meningkat menjadi 68,07 persen. Kondisi tersebut mendorong penurunan cost of fund (CoF) BRI menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi perseroan untuk memperkuat transformasi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional. “BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hery dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026. Menurutnya, transformasi melalui program BRIVolution Reignite akan difokuskan pada penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Tujuannya, agar BRI tetap kompetitif di tengah kemajuan industri perbankan. Selain memperkuat kinerja keuangan, BRI juga melanjutkan perannya sebagai motor pembiayaan sektor produktif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perseroan telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun. Di sektor pembiayaan perumahan, hingga akhir Mei 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) sebesar Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Perseroan juga meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun seiring tingginya permintaan properti bagi masyarakat. Komitmen BRI terhadap ekonomi kerakyatan juga terus diperkuat melalui pemberdayaan UMKM dan desa. Sementara ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku. Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. "Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," papar Dony. ## **Respons Penempatan Dana SAL Rp400 Triliun ke Himbara** BRI menyambut positif langkah Kementerian Keuangan untuk kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). BRI menilai, penempatan kembali dana SAL ke Himbara merupakan upaya untuk memperkuat likuiditas perbankan, sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif. Hery Gunardi mengatakan penempatan dana SAL menjadi bentuk kepercayaan pemerintah kepada BRI dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujarnya lewat keterangan resmi, Senin, 29 Juni 2026 Menurut Hery, tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik. Penyaluran kredit akan difokuskan secara selektif ke sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan mempertimbangkan kualitas kredit, dan kebutuhan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi perekonomian. "Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," jelas Hery. (Info-bks/*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan