Logo
>

Harga Minyak Turun, Pasar Mulai Lupakan Risiko Timur Tengah?

Harga minyak dunia melemah setelah ketegangan Iran-Israel mereda dan EIA memangkas proyeksi permintaan minyak global 2026.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Minyak Turun, Pasar Mulai Lupakan Risiko Timur Tengah?
Ilustrasi penurunan harga minyak akibat kekhawatiran pasar terhadap penurunan permintaan global. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026 waktu New York, setelah meredanya ketegangan antara Iran dan Israel mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Melansir Reuters, Selasa, 9 Juni 2026, harga minyak Brent turun ke kisaran USD93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) kembali ke level USD90 per barel.

Pelemahan terjadi setelah pasar merespons penghentian serangan udara antara Iran dan Israel yang sebelumnya memicu lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data pasar yang dikutip Crux Investor pada 9 Juni 2026, Brent ditutup di kisaran USD93,11 hingga USD93,34 per barel. Sementara itu, WTI berakhir di sekitar USD90 per barel setelah sempat mengalami tekanan jual selama sesi perdagangan.

Tekanan terhadap harga minyak bertambah setelah Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memangkas proyeksi permintaan minyak global dalam laporan Short-Term Energy Outlook (STEO) edisi Juni 2026.

Menurut EIA dalam laporan yang dirilis Selasa, 9 Juni 2026, permintaan minyak dunia diperkirakan menyusut sekitar 1,1 juta barel per hari sepanjang 2026. Proyeksi tersebut berbalik tajam dibanding perkiraan sebelumnya yang masih menunjukkan pertumbuhan konsumsi minyak global.

EIA menyebut tingginya harga energi dalam beberapa bulan terakhir telah memicu fenomena demand destruction atau penurunan konsumsi akibat harga yang terlalu mahal bagi konsumen dan pelaku usaha.

Pasar Mulai Fokus pada Permintaan Global

Selain meredanya risiko geopolitik, pasar juga mencermati prospek permintaan energi dari negara-negara konsumen utama.

Melansir Bloomberg, Senin, 8 Juni 2026, Saudi Aramco memangkas harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah untuk pasar Asia. Langkah tersebut ditafsirkan sebagai sinyal melemahnya permintaan fisik, terutama dari kawasan Asia yang menjadi pusat pertumbuhan konsumsi energi dunia.

Pada saat yang sama, EIA memperkirakan lalu lintas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akan mulai pulih secara bertahap setelah sempat terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Pemulihan aktivitas pelayaran tersebut diperkirakan membantu mengembalikan pasokan minyak global yang sempat tertahan selama periode ketegangan.

Data industri juga menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat mengalami penurunan. Melansir data American Petroleum Institute (API) yang dikutip Breaking the News pada 9 Juni 2026, persediaan minyak mentah AS turun sekitar 9,119 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni 2026.

Namun, pasar cenderung mengabaikan sentimen bullish tersebut karena perhatian investor lebih tertuju pada meredanya konflik Iran-Israel dan prospek permintaan global yang melemah.

Dalam proyeksi terbarunya, EIA memperkirakan harga minyak Brent akan bergerak lebih rendah pada paruh kedua tahun ini. Lembaga tersebut memproyeksikan Brent rata-rata berada di kisaran USD89 per barel pada kuartal IV-2026 sebelum turun ke sekitar USD79 per barel pada 2027 seiring membaiknya pasokan global.

Bagi Indonesia, koreksi harga minyak berpotensi mengurangi tekanan terhadap biaya impor migas dan inflasi impor. Penurunan harga energi juga dapat membantu menahan kenaikan beban subsidi dan kompensasi energi apabila tren pelemahan berlanjut.

Di sisi lain, harga minyak yang lebih rendah berpotensi menekan sentimen terhadap saham-saham migas yang sebelumnya mendapat dukungan dari lonjakan harga energi selama konflik Iran-Israel.

Dengan meredanya kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah, perhatian pelaku pasar kini beralih pada prospek konsumsi energi global dan kemampuan permintaan dunia menyerap pasokan minyak yang kembali meningkat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.