Logo
>

IHSG Dekati Level Psikologis, ELSA Bawa Cerita Dividen Yield 8,1 Persen

Reli IHSG mendekati 5.600 membawa mayoritas saham menguat, sementara ELSA tampil menarik dengan rencana dividen Rp44,29 per saham yang mengindikasikan dividend yield sekitar 8,1 persen.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Dekati Level Psikologis, ELSA Bawa Cerita Dividen Yield 8,1 Persen
Sektor industri menjadi motor utama kenaikan IHSG dengan penguatan 5,93 persen. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM - Reli kuat terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I Selasa, 9 Juni 2026. IHSG melesat 4,82 persen ke level 5.599,74, mendekati psikologis 5.600. Aksi beli menyapu saham-saham berkapitalisasi besar hingga emiten sektor energi. Hampir seluruh sektor bergerak di zona hijau

Sebanyak 603 saham berhasil menguat, jauh melampaui 118 saham yang terkoreksi dan 92 saham yang stagnan. Nilai transaksi pun mencapai Rp13,79 triliun dengan volume perdagangan 24,71 miliar saham. 

Sektor industri menjadi motor utama kenaikan dengan penguatan 5,93 persen, disusul sektor bahan baku yang naik 5,71 persen dan energi yang menguat 5,08 persen. Di jajaran saham unggulan, TLKM melesat 8,94 persen, disusul TPIA yang naik 8,41 persen, BBNI 8,31 persen, BBRI 6,56 persen, BMRI 6,47 persen, serta AMMN yang menguat 6,35 persen.

ELSA dan Rencana Dividen

Di tengah euforia tersebut, PT Elnusa Tbk (ELSA) justru menawarkan cerita yang berbeda. Jika mayoritas saham menarik perhatian karena kenaikan harga, ELSA hadir dengan daya tarik berupa potensi pendapatan pasif melalui dividen.

Perseroan memutuskan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,29 per saham atau setara 45 persen dari laba bersih yang dibagikan sebagai dividend payout ratio. Dengan asumsi harga saham pada pembukaan perdagangan berada di level Rp550 per saham, kebijakan tersebut menghasilkan indikasi dividend yield sekitar 8,1 persen.

Yield di atas 8 persen tergolong menarik di tengah kondisi pasar yang sedang pulih. Angka tersebut bahkan berada di atas rata-rata imbal hasil deposito maupun sebagian besar emiten berkapitalisasi menengah di Bursa Efek Indonesia.

Harga Naik 15 Poin

Sentimen itu langsung tercermin pada pergerakan saham ELSA. Hingga sesi pertama, saham perusahaan jasa energi tersebut ditutup di level Rp570 atau naik 15 poin setara 2,70 persen dari perdagangan sebelumnya. 

Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp575 sebelum ditutup di Rp570, dengan level terendah Rp540 dan harga pembukaan Rp555.

Aktivitas perdagangan ELSA juga cukup aktif dengan volume mencapai 159,81 juta saham, nilai transaksi Rp8,94 miliar, serta frekuensi perdagangan sebanyak 2.900 kali. 

Momentum ini membuat ELSA berada dalam posisi yang menarik. Di satu sisi, sahamnya ikut menikmati sentimen positif dari reli IHSG yang didorong penguatan sektor energi. Di sisi lain, investor juga mulai memperhitungkan potensi dividen yang memberikan imbal hasil relatif tinggi.

Kini pelaku pasar tinggal menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal cum date dan tanggal pembayaran dividen. Selama sentimen pasar tetap kondusif dan sektor energi masih menjadi salah satu pemimpin penguatan indeks, ELSA berpeluang mempertahankan minat investor, baik dari pemburu capital gain maupun investor yang berorientasi pada pendapatan dividen.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79