Logo
>

IHSG Jebol 6.700, Asing Lepas Rp1,35 Triliun, Senin Masih Rawan?

IHSG ditutup ambles hampir 2 persen pada perdagangan terakhir dengan tekanan jual asing mencapai Rp1,35 triliun. Sejumlah saham mulai masuk area menarik untuk buy on weakness.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Jebol 6.700, Asing Lepas Rp1,35 Triliun, Senin Masih Rawan?
Dalam skenario jangka pendek, IHSG masih rawan bergerak ke rentang 6.644 hingga 6.711. Pasar juga mulai mewaspadai area gap di kisaran 6.538–6.585. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) limbung pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Setelah sempat mencoba bertahan di awal sesi, tekanan jual yang datang semakin deras membawa indeks ditutup jatuh 135,58 poin atau minus 1,98 persen ke level 6.723,32.

Pergerakan IHSG sepanjang hari itu nyaris tanpa tenaga. Indeks dibuka di level 6.763,95, sempat naik tipis ke area tertinggi 6.787,35, namun akhirnya terus hingga menyentuh level terendah di 6.705,43.

Di hari yang sama, nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai Rp14,16 triliun dengan volume perdagangan 281,31 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 2,30 juta kali. Dari total transaksi tersebut, tekanan asing masih terlihat cukup dominan.

Dari data perdagangan, investor asing mencatat pembelian Rp4,53 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp5,87 triliun. Artinya, pasar kembali dibebani net foreign sell sebesar Rp1,35 triliun dalam sehari.

Tekanan jual itu membuat IHSG kini terkoreksi 3,53 persen dalam timeframe mingguan. Menariknya, koreksi tersebut justru terjadi ketika volume mulai menurun, yang artinya pelaku pasar memilih wait and see setelah fase tekanan besar beberapa hari terakhir.

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Area target pelemahan minimal di 6.727 sudah tercapai pada perdagangan terakhir, sehingga pasar mulai mengamati apakah indeks mampu bertahan di area bawah atau justru melanjutkan pelemahan pada awal pekan depan.

Dalam skenario jangka pendek, IHSG masih rawan bergerak ke rentang 6.644 hingga 6.711. Pasar juga mulai mewaspadai area gap di kisaran 6.538–6.585 yang berpotensi menjadi magnet pergerakan apabila tekanan jual kembali membesar.

Meski begitu, peluang technical rebound sebenarnya masih terbuka apabila IHSG mampu kembali naik ke atas area 6.758 hingga 6.777. Area tersebut kini menjadi resistance terdekat yang akan diuji pasar pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Tekanan pasar saat ini juga terlihat cukup lebar. Dari sisi aktivitas transaksi, porsi asing hanya menyumbang sekitar 36,72 persen dari total nilai perdagangan reguler. Namun pada saat yang sama, frekuensi jual asing jauh lebih besar dibanding pembelian.

Dalam data frekuensi perdagangan, asing mencatat frekuensi beli sekitar 325,25 ribu kali, sedangkan frekuensi jual mencapai 550,04 ribu kali. Pola itu menunjukkan tekanan distribusi masih cukup aktif di berbagai lapisan saham.

Saham-saham yang Menarik Diperdagangkan

Meski IHSG sedang tertekan, beberapa saham mulai masuk radar buy on weakness karena harga sudah turun cukup dalam dan mendekati area teknikal bawah. Salah satu yang mulai diperhatikan adalah DEWA.

Saham DEWA berhasil menguat 2,11 persen ke level 484 di tengah pasar yang sedang merah. Volume beli mulai meningkat meski penguatan masih tertahan area MA60. Selama harga mampu bertahan di atas 458, saham ini masih memiliki ruang rebound menuju area 540 hingga 595.

INDY juga mulai masuk perhatian setelah koreksi hampir 20 persen dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Saham ini ditutup di level 3.070 setelah terus diguyur tekanan jual asing menjelang pembagian dividen.

Secara teknikal, area 2.710 hingga 2.920 mulai dipandang sebagai zona buy on weakness untuk INDY. Namun pergerakannya masih akan sangat sensitif terhadap distribusi asing dan sentimen pasar energi global.

Di sisi lain, RATU menjadi salah satu saham yang mulai ramai diperhatikan jelang cum dividen. Saham ini ditutup naik tipis ke level 5.700 dan masih bergerak dalam area trading rebound jangka pendek.

Selama bertahan di atas 5.475, peluang penguatan RATU menuju area 5.950 hingga 6.250 masih terbuka. Namun area MA60 sejauh ini masih menjadi penghambat utama kenaikan harga.

WIFI juga mulai mendekati area koleksi menarik setelah bergerak turun sepanjang Mei. Saham ini kini berada di level 2.250 dan mulai mendekati zona buy on weakness di area 2.050–2.160.

Untuk perdagangan Senin besok, arah IHSG kemungkinan masih akan sangat ditentukan oleh pergerakan dana asing. Jika tekanan jual mulai mereda dan indeks mampu bertahan di atas area 6.700, peluang technical rebound jangka pendek masih terbuka.

Namun jika tekanan asing kembali membesar, pasar berpotensi kembali menguji area bawah menuju gap 6.538–6.585 yang kini mulai menjadi perhatian pelaku pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79