# Investor Ritel BRIS Bertambah, Begini Peta Kepemilikan Terbaru > Investor ritel pemilik SID Bank Syariah Indonesia bertambah menjadi 131.313 pihak per Juni 2026. Intip peta kepemilikan terbaru saham BRIS selengkapnya. Pemilik rekening SID Bank Syariah Indonesia melonjak bertambah 611 pihak baru menjadi total 131.313 investor di tengah kokohnya dominasi tiga bank BUMN sebagai pemegang saham utama. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-10 09:50:00 - Author: Syahrianto - Editor: Syahrianto - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/investor-ritel-bris-bertambah-begini-peta-kepemilikan-terbaru - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/investor-ritel-bris-bertambah-begini-peta-kepemilikan-terbaru.md ## Financial Entities - Stock Code: BRIS - Stock Name: Bank Syariah Indonesia (Perser - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – Peta kepemilikan saham pada PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatatkan pergerakan dinamis sepanjang periode pencatatan terbaru. Emiten perbankan syariah terbesar di tanah air ini membukukan indikator positif berupa perluasan basis investor ritel di tengah kokohnya benteng pertahanan para pemegang saham pengendali utama. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek terintegrasi yang dirilis oleh manajemen per akhir Juni 2026, basis massa pendukung saham BRIS di lantai bursa terbukti semakin gemuk dan likuid. Aktivitas pasar modal harian menumbuhkan jumlah entitas pemodal eksternal secara konsisten. "Jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) Bank Syariah Indonesia mencatatkan perubahan bertambah sebanyak 611 pihak baru," tulis laporan resmi yang ditandatangani oleh Senior Vice President BRIS, Wisnu Sunandar, dikutip Jumat, 10 Juli 2026.  "Dengan penambahan tersebut, total jajaran investor pemegang akun SID melejit menjadi 131.313 pihak dari bulan sebelumnya yang berada di angka 130.702 pihak," lanjut dokumen pelaporan elektronik bursa tersebut. Masuknya ratusan pemodal ritel baru ini turut menggerakkan volume saham publik dengan porsi kepemilikan di bawah 5 persen (*scripless*) yang berputar di pasar, di mana posisinya kini tercatat sebesar 4.568.330.427 lembar saham atau setara dengan porsi 9,91 persen dari modal ditempatkan.  Sementara itu, jumlah saham yang masuk dalam perhitungan *Free Float* riil sesuai regulasi bursa bergerak naik menjadi 4.259.186.460 lembar saham dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 4.258.963.812 lembar saham, dengan persentase *free float* ajek di level 9,33 persen. Jika dibedah berdasarkan klasifikasi investor dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), struktur pemodal nasional mendominasi mutlak dengan porsi 94,999 persen (43.822.609.628 lembar saham). Sektor retail perorangan lokal (*Individual ID*) tercatat memegang kendali atas 1.002.482.604 lembar saham publik. Adapun kelompok pemodal asing mengantongi porsi minoritas sebesar 5,000 persen (2.306.650.510 lembar saham) yang tersebar di 251 pihak. Di tengah ekspansi investor ritel masyarakat, struktur pemegang saham jumbo dengan porsi di atas lima persen terpantau sangat solid dan kompak mengunci posisi kepemilikan tanpa mengalami perubahan satu lembar saham pun. Struktur pengendali utama tetap dikuasai oleh tiga bank BUMN besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kokoh memegang porsi mayoritas pengendali terbesar di BRIS dengan kepemilikan mencapai 51,47 persen atau setara 23.740.608.436 lembar saham. Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang menggenggam 23,24 persen atau 10.720.230.418 lembar saham, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 15,38 persen yang setara dengan 7.092.761.655 lembar saham. Negara Republik Indonesia juga mengunci 1 lembar saham dwiwarna sebagai representasi kontrol pemerintah. Komitmen stabilitas internal juga tercermin dari porsi kepemilikan saham oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris BRIS yang tidak melepas asetnya, bertahan di akumulasi 7.329.201 lembar saham (0,01588 persen). Penjaga portofolio internal terbesar dipegang bersama oleh Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna dan Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho yang masing-masing memiliki 2.280.100 lembar saham. Kombinasi antara pertumbuhan investor ritel, tingginya porsi pemodal nasional, serta solidnya komitmen tiga bank induk BUMN mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan pasar terhadap fundamental jangka panjang Bank Syariah Indonesia sebagai pemimpin pasar keuangan syariah nasional. ### **Laba BRIS Lompat 17,8 Persen** Hingga April 2026, Bank Syariah Indonesia membukukan laba bersih (*unaudited*) sebesar Rp2,8 triliun. Catatan ini meningkat 17,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan laba tersebut bukan sekadar hasil ekspansi pembiayaan. Ada fundamental yang terus diperkuat melalui peningkatan kualitas aset, efisiensi pendanaan, serta diversifikasi sumber pendapatan. Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga kinerja fundamental melalui optimalisasi aset, penguatan kualitas pembiayaan, peningkatan fee based income, penguatan dana murah (CASA), hingga pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan baru. Strategi tersebut mulai terlihat pada skala bisnis yang semakin besar. Hingga April 2026, total aset BSI mencapai Rp452 triliun, melonjak 12,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan aset ini didukung oleh fungsi intermediasi yang berjalan optimal, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan. Dari sisi pendanaan, performa BSI bahkan lebih impresif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,9 persen menjadi Rp382 triliun. Kontributor terbesar berasal dari produk tabungan yang melonjak 22,02 persen menjadi Rp165 triliun, diikuti oleh giro dan deposito. Komposisi tersebut membuat rasio Current Account Saving Account (CASA) bertahan di level 63,48 persen. Bagi industri perbankan, CASA yang tinggi merupakan salah satu indikator fundamental yang sangat positif karena menunjukkan biaya dana (*cost of fund*) yang lebih murah, sehingga memberikan ruang bagi bank untuk menjaga profitabilitas. Kepercayaan masyarakat terhadap produk BSI juga semakin kuat. Hal itu tercermin dari produk Tabungan Haji yang menjadi salah satu motor penghimpunan dana. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji reguler Indonesia yang berangkat tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan biaya haji melalui jaringan sistem keuangan BSI.  Di sisi penyaluran dana, BSI masih mampu menjaga pertumbuhan pembiayaan pada level dua digit. Hingga April 2026, total pembiayaan mencapai Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut tidak hanya berasal dari sektor konsumer, tetapi juga didukung pembiayaan ritel, sektor produktif, UMKM, hingga segmen mikro. Diversifikasi ini menjadi nilai tambah karena mampu mengurangi ketergantungan pada satu segmen bisnis sekaligus memperluas sumber pendapatan. Yang lebih menarik, ekspansi agresif tersebut tidak dibayar dengan penurunan kualitas aset. Sebaliknya, rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross berhasil turun menjadi 1,80 persen dari sebelumnya 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan NPF menunjukkan bahwa kualitas pembiayaan BSI masih sangat terjaga meskipun penyaluran kredit terus meningkat. Hal ini menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan yang dicatatkan perseroan berlangsung secara sehat dan didukung manajemen risiko yang disiplin. Fundamental tersebut juga tercermin pada kinerja tahunan perusahaan. Berdasarkan data keuangan terakhir, laba bersih tahun buku 2025 mencapai Rp7,57 triliun, meningkat dibandingkan Rp7,01 triliun pada 2024.  Sementara itu, laba bersih kuartal I 2026 tercatat sekitar Rp2,20 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp1,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan