# JELI dan JECX Resmi Melantai, Saham Perdana Langsung Melonjak > Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatat PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) sebagai emiten baru pada 7 Juli 2026. BEI menilai penambahan dua perusahaan ini memperkuat pasar modal sebagai sumber pendanaan sektor riil. Pada hari pertama perdagangan, kedua saham mendapat sambutan positif. JECX melonjak 24,8 persen ke Rp1.560 per saham, sedangkan JELI naik 25 persen ke Rp1.125 per saham dan langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), mencerminkan tingginya minat investor terhadap kedua IPO tersebut. BEI resmi mencatat JELI dan JECX sebagai emiten baru. Kedua saham langsung melonjak hingga ARA pada hari pertama didukung tingginya minat investor. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-07 12:35:00 - Author: Desty Luthfiani - Editor: Citra Dara Vresti Trisna - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/jeli-dan-jecx-resmi-melantai-saham-perdana-langsung-melonjak - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/jeli-dan-jecx-resmi-melantai-saham-perdana-langsung-melonjak.md ## Article **KABARBURSA.COM**** **– Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan saham perdana PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI dan PT Nitrasanata Dharma Tbk dengan kode saham JECX pada Selasa, 7 Juli 2026. Kehadiran dua emiten baru dari sektor makanan dan minuman serta layanan kesehatan dinilai memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi sektor riil. Direktur Penilaian BEI, Saidu Solihin, mengatakan pencatatan kedua perusahaan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Menurut dia, bertambahnya emiten dari dua sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat menunjukkan pasar modal semakin menjadi pilihan perusahaan untuk memperoleh pendanaan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola. "Hari ini menjadi momentum penting bukan hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi pasar modal Indonesia. Bertambahnya dua perusahaan tercatat dari dua sektor berbeda yang dekat dengan masyarakat menunjukkan pasar modal Indonesia menjadi tempat bagi berbagai perusahaan untuk bertumbuh, meningkatkan kapasitas, memperkuat tata kelola, dan memperluas akses pendanaan," ujar Saidu saat seremoni pencatatan perdana saham di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Saidu mengatakan pencatatan saham PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk menjadikan keduanya sebagai perusahaan tercatat ke-958 dan ke-959 di Bursa Efek Indonesia, sekaligus emiten kedua dan ketiga yang melantai di bursa sepanjang 2026. Ia menegaskan, menjadi perusahaan terbuka bukan sekadar menghimpun dana dari publik, melainkan memasuki fase baru yang menuntut komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik, keterbukaan informasi, perlindungan investor, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan di pasar modal. Menurut Saidu, BEI akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pasar modal melalui penguatan transparansi, likuiditas, tata kelola perusahaan, perlindungan investor, dan pendalaman pasar. "Upaya ini tidak hanya mendorong semakin banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, tetapi juga meningkatkan kualitas perusahaan tercatat agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," katanya. ## **Cerminan Optimisme Pelaku Usaha** Sementara itu, Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede, menilai keberhasilan IPO kedua perusahaan mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurut Raden, ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang kuat dengan pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026. Di sisi lain, industri makanan dan minuman tetap menjadi salah satu penopang sektor manufaktur dengan kontribusi sebesar 7,31 persen terhadap perekonomian nasional. "Langkah IPO ini menjadi bukti nyata bahwa sektor riil di Indonesia tetap adaptif, tangguh, dan memiliki potensi untuk terus bergerak maju di tengah dinamika ekonomi global," ujarnya. Raden menambahkan, industri makanan dan minuman tumbuh sekitar 7 persen pada kuartal I 2026, didorong meningkatnya permintaan selama periode hari besar keagamaan nasional. Sementara itu, realisasi investasi di sektor tersebut mencapai Rp26,82 triliun, terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp10,48 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp16,34 triliun. Ia juga menyoroti besarnya potensi investor domestik. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lebih dari 54 persen investor pasar modal berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun, didukung tingginya penetrasi internet dan adopsi teknologi digital. Selain itu, Raden menyambut positif keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market pada evaluasi Juni 2026. Menurutnya, status tersebut mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang kuat sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global. "Pemerintah bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia akan terus melakukan reformasi pasar modal, termasuk meningkatkan transparansi dan tata kelola untuk memperkuat integritas pasar, menjaga kepercayaan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia yang semakin dalam, inklusif, dan berdaya saing global," kata Raden. ## **Bagaimana Performa Saham JECX dan JELI di Lantai Bursa?** Saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) langsung mencuri perhatian investor pada hari pertama pencatatannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga pukul 11.59 WIB, saham emiten jasa dan peralatan kesehatan tersebut melonjak 24,80 persen atau naik 310 poin ke level Rp1.560 per saham. Kenaikan tersebut membawa JECX bergerak mendekati batas Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan perdana. Volume transaksi tercatat mencapai 389.100 saham, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar terhadap saham yang baru melantai di bursa tersebut. Dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar (market capitalization) JECX mencapai sekitar Rp5,08 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 3,25 miliar saham. Selain JECX, saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) juga mendapat sambutan positif pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga pukul 11.58 WIB, saham emiten makanan dan minuman tersebut melonjak 25 persen atau naik 225 poin ke level Rp1.125 per saham, sekaligus menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Data perdagangan menunjukkan saham JELI diperdagangkan tanpa tekanan jual. Harga pembukaan, tertinggi, dan penutupan sementara sama-sama berada di level Rp1.125 per saham. Volume transaksi mencapai 384.900 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp433 juta, sementara antrean beli (bid) masih mendominasi hingga 2,79 juta lot, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham perdana tersebut. (*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan