KABARBURSA.COM – Indeks acuan Korea Selatan, Kospi, berbalik melemah lebih dari 6 persen pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Tekanan datang dari aksi jual saham teknologi berkapitalisasi besar di tengah pelemahan pasar Asia-Pasifik secara luas.
CNBC melaporkan, indeks Kospi ditutup di level 7.493,18 setelah sempat menembus level 8.000 pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, indeks saham lapis kecil Kosdaq turun lebih dari 5 persen menjadi 1.129,82.
Penurunan tersebut terjadi setelah reli panjang Kospi memicu kekhawatiran terhadap tingginya konsentrasi pasar, terutama pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut Manulife Investment Management, Samsung Electronics dan SK Hynix kini menyumbang rekor 42,2 persen terhadap bobot Kospi.
Saham Samsung Electronics anjlok 8,6 persen setelah serikat pekerja perusahaan memastikan tetap melanjutkan rencana mogok kerja selama 18 hari mulai 21 Mei yang melibatkan lebih dari 45 ribu pekerja. Hal itu terjadi meski perusahaan telah menawarkan pembukaan kembali negosiasi upah tanpa syarat.
Serikat pekerja menyatakan bersedia kembali berunding setelah 7 Juni. Sementara itu, saham SK Hynix ikut turun 7,6 persen.
Pasar Asia lainnya juga bergerak melemah seiring investor memantau hari kedua pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump meninggalkan Beijing pada Jumat setelah pertemuan dua hari yang juga dihadiri delegasi pebisnis AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2 persen menjadi 61.409,29, sedangkan Topix melemah 0,39 persen ke 3.863,97.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,11 persen menjadi 8.630,8.
Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,6 persen pada satu jam terakhir perdagangan, sementara indeks CSI 300 China daratan turun 1,12 persen menjadi 4.859,59.
Logam mulia juga terkena aksi jual. Harga emas spot turun 1,43 persen menjadi USD4.583,02 per ons, sedangkan harga perak merosot lebih dari 5 persen menjadi USD79,07 per ons.
Xi Jinping pada Kamis memperingatkan Donald Trump bahwa Washington dan Beijing dapat menghadapi “benturan bahkan konflik” jika isu sensitif mengenai kemerdekaan Taiwan tidak ditangani dengan tepat.
Xi mengatakan kegagalan menangani persoalan tersebut secara benar dapat menempatkan “seluruh hubungan kedua negara dalam bahaya besar.”
Sementara itu, futures saham AS bergerak tipis pada Kamis malam. Futures Dow Jones turun 10 poin atau 0,02 persen. Futures S&P 500 melemah 0,02 persen dan futures Nasdaq 100 naik 0,06 persen.
Pada perdagangan reguler di AS, Dow Jones Industrial Average kembali menembus level 50.000 setelah Cisco Systems melaporkan kinerja keuangan yang kuat. Indeks Dow naik 370,26 poin atau 0,75 persen menjadi 50.063,46.
Indeks S&P 500 naik 0,77 persen dan ditutup di 7.501,24, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,88 persen menjadi 26.635,22. Kedua indeks tersebut kembali mencetak rekor intraday dan penutupan tertinggi sepanjang masa.(*)