# Kumpulkan 77,85 Juta Saham, BBNI Putuskan Hentikan Buyback > BNI menghentikan buyback setelah membeli 77,85 juta saham. Simak kondisi CAR, modal BNI, dan pergerakan saham BBNI setelah keputusan tersebut. BNI menghentikan program buyback setelah membeli kembali 77,85 juta saham. Di tengah keputusan itu, rasio kecukupan modal tetap terjaga dan saham BBNI bergerak menguat. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-07 11:59:00 - Author: Yunila Wati - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/kumpulkan-7785-juta-saham-bbni-putuskan-hentikan-buyback - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/kumpulkan-7785-juta-saham-bbni-putuskan-hentikan-buyback.md ## Financial Entities - Stock Code: BBNI - Stock Name: Bank Negara Indonesia (Persero - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menghentikan program pembelian kembali saham atau *buyback* setelah menyerap sebanyak 77.856.100 saham dari pasar. Program tersebut sebelumnya memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 9 Maret 2026 dengan nilai maksimal Rp905,48 miliar. Namun, manajemen memutuskan menghentikan dan menyelesaikan transaksi dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, kondisi pasar, serta kebutuhan pelaksanaan pengalihan saham. Saham BBNI hasil *buyback* kini disimpan sebagai saham treasuri atau *treasury stock*. Sesuai tujuan pengalihan yang telah mendapat persetujuan pemegang saham, saham tersebut akan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa penghentian dan penyelesaian transaksi buyback tidak mempengaruhi kegiatan usaha maupun pertumbuhan perseroan. Menurut manajemen, kondisi permodalan dan likuiditas BNI tetap kuat setelah pelaksanaan aksi tersebut. ## **Seberapa Kuat Bantalan Modal BNI?** Data per April 2026 menunjukkan Capital Adequacy Ratio atau CAR BNI berada di level 17,2 persen untuk *bank only*. Sementara itu, Minimum Capital Adequacy Ratio atau MCAR secara konsolidasi tercatat sebesar 18,5 persen.  Posisi tersebut menggambarkan bahwa BNI masih memiliki bantalan modal untuk menopang kegiatan operasional dan pengembangan bisnis setelah pelaksanaan pembelian kembali saham. Manajemen juga menyatakan arus kas operasional tetap memadai untuk mendukung rencana bisnis perseroan. Dengan demikian, penghentian buyback sangat tepat untuk menjaga struktur modal dan likuiditasnya. ## **Dari Mana Sumber Penguatan Modal BNI?** Penguatan modal BNI pada 2026 juga datang dari jalur lain. Pada April, perseroan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 atau AT1 senilai USD700 juta, setara sekitar Rp11,9 triliun. Penerbitan instrumen modal tersebut mencatat kelebihan permintaan hingga 3,6 kali.  * Pada saat yang sama, mesin pertumbuhan bank tetap bergerak. Hingga Mei 2026, BNI membukukan laba bersih kumulatif sebesar Rp9,1 triliun, tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebelumnya, pada kuartal I 2026, laba bersih tercatat Rp5,66 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income* juga tumbuh 12,55 persen secara tahunan menjadi Rp11,03 triliun per Maret 2026. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp919,3 triliun pada akhir Maret, tumbuh 20,1 persen secara tahunan, kemudian disebut terus berakselerasi hingga mencatat pertumbuhan 25 persen per Mei. Ekspansi tersebut berjalan bersama perubahan pada rasio likuiditas. Loan to Deposit Ratio atau LDR berada di level 83,5 persen pada kuartal I, kemudian bergerak ke sekitar 88 persen per Mei 2026. Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat 1,94 persen. Sumber pendanaan murah juga menjadi bagian penting dari gambaran keuangan BNI. Dana murah atau CASA tumbuh 26,6 persen secara tahunan menjadi Rp731,6 triliun per Maret 2026. Pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan ekspansi layanan digital, termasuk jumlah pengguna wondr by BNI yang telah melampaui 13 juta. ## **Bagaimana Pasar Merespons?** Pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 hingga pukul 11.20 WIB, saham BBNI bergerak menguat. Harga berada di level Rp3.340 per saham, naik 60 poin atau 1,83 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp3.280. * Sejak pagi, saham BBNI langsung dibuka di zona hijau pada Rp3.300. Harga kemudian bergerak dalam rentang Rp3.290 hingga Rp3.350. Menjelang jeda perdagangan siang, sekitar 15,97 juta saham telah berpindah tangan. Alur harga tersebut menunjukkan bahwa pada saat informasi penghentian buyback menjadi perhatian pasar, BBNI tidak bergerak turun. Saham justru diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.  Namun, kenaikan harga pada satu sesi perdagangan tidak dapat dilekatkan hanya pada satu informasi, karena pergerakan saham juga berlangsung bersamaan dengan dinamika pasar dan transaksi investor sepanjang sesi. Dari sisi valuasi, BBNI diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba atau P/E sekitar 6,11 kali dan estimasi imbal hasil dividen 10,49 persen. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak pada rentang Rp2.990 hingga Rp4.730.  Posisi Rp3.340 mengartikan bahwa harga masih berada di bagian bawah rentang perdagangan tahunan tersebut. Penghentian buyback BBNI dilakukan setelah perusahaan menyerap 77,85 juta saham. Saham disimpan sebagai treasuri untuk Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai.  Di sisi keuangan, CAR bank only* 17,2 persen dan MCAR konsolidasi 18,5 persen menunjukkan seberapa besar bantalan modal BNI pasca buyback. Sementara, penerbitan AT1 senilai USD700 juta memberikan kekuatan lebih terhadap permodalan perseroan. Di lantai bursa, respons awal cukup baik. Saham menguat 1,83 persen dan diperdagangkan di level Rp3.340.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan