# Masuk Green Book Bappenas, Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Milik PGEO Resmi Dimulai > PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memulai tajak sumur PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW guna mengejar target total portofolio 3 gigawatt. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan pengembangan Lumut Balai Unit tiga merupakan komitmen nyata Perseroan dalam menjawab tantangan kebutuhan energi masa depan ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-10 13:05:00 - Author: Hutama Prayoga - Editor: Hutama Prayoga - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/masuk-green-book-bappenas-proyek-pltp-lumut-balai-unit-3-milik-pgeo-resmi-dimulai - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/masuk-green-book-bappenas-proyek-pltp-lumut-balai-unit-3-milik-pgeo-resmi-dimulai.md ## Financial Entities - Stock Code: PGEO - Stock Name: Pertamina Geothermal Energy Tb - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi memulai tajak sumur eksplorasi perdana LMB 19-3 senilai target kedalaman 2.500 meter untuk proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim, Sumatra Selatan. Langkah ini merupakan upaya PGE mengakselerasi transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional menjelang peringatan 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan pengembangan Lumut Balai Unit tiga merupakan komitmen nyata Perseroan dalam menjawab tantangan kebutuhan energi masa depan, khususnya untuk wilayah Sumatra. PGE sendiri memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Di tengah dinamika energi global, panas bumi hadir sebagai sumber energi baseload lokal yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. "Tajak sumur pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan energi yang bersih dan tangguh demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional, ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat, 10 Juli 2026. Tajak perdana PLTP Lumut Balai Unit 3 dilakukan di sumur LMB 19-3 yang berlokasi di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu menggunakan rig GDAP#123. Dengan target kedalaman 2.500 meter, pengeboran ini diperkirakan rampung dalam 44 hari. Seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi sumur hingga pembangunan PLTP dijalankan dengan kepatuhan ketat terhadap standar teknis, operasional, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Terletak di kaki Bukit Lumut Balai, Muara Enim, Sumatra Selatan, PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari dua proyek strategis PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. Sebelumnya, PGE telah mengoperasikan Unit 1 yang diresmikan pada September 2019 dan Unit 2 pada Juni 2025, dengan total kapasitas gabungan sebesar 2x55 megawatt (MW). Dengan target operasional pada tahun 2030, PLTP Lumut Balai Unit 3 akan menambah 55 MW pasokan listrik bersih, yang akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Muara Enim dan Sumatra Selatan. Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari roadmap jangka panjang PGE untuk mencapai total potensi kapasitas panas bumi sebesar 3 gigawatt (GW), sekaligus selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025 - 2034. Bersama dengan proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 yang juga telah dimulai pengembangannya April lalu, kepercayaan pasar terhadap kedua proyek ini semakin diperkuat pada Juni lalu, di mana PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 telah resmi masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas. Hal ini membuka akses pendanaan melalui potensi pinjaman luar negeri senilai USD158,86 juta untuk mengakselerasi pengembangan proyek Lumut Balai Unit 3, dan USD148,97 juta untuk proyek Lumut Balai Unit 4. Saat ini, PGE telah mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Selain PLTP Lumut Balai Unit 3, PGE juga tengah agresif menggarap sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), eksplorasi Gunung Tiga, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas 230 MW. Melalui portofolio yang solid dan ekspansi yang terukur, PGE terus memantapkan posisinya di garda terdepan dalam memperkuat kapasitas domestik, menjaga kedaulatan energi, dan memimpin transisi menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan. ## Tiga Proyek Panas Bumi PGEO Kantongi Pendanaan Global Rp7,6 Triliun PGE (PGEO) berhasil mengamankan komitmen pendanaan internasional senilai total USD477,87 juta atau setara Rp7,6 triliun. Kepastian kucuran dana segar dari lembaga keuangan global tersebut diperoleh setelah seluruh proyek emiten berkode saham PGEO itu resmi masuk ke dalam Green Book 2026 atau Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Masuknya portofolio proyek hijau ini ke skema Green Book menjadi cermin tingginya tingkat kesiapan teknis sekaligus pengakuan global atas kokohnya kinerja bisnis anak usaha Pertamina tersebut. Langkah taktis ini diyakini bakal mengeskalasi lompatan target ekspansi energi bersih perseroan, terlebih PGEO baru saja membukukan lonjakan laba bersih kuartal satu tahun 2026 sebesar 40 persen menjadi USD43,90 juta didorong oleh rekor produksi listrik yang terus mencatatkan pertumbuhan positif. Ahmad Yani menegaskan bahwa masuknya proyek-proyek perseroan ke dalam Green Book 2026 Bappenas menjadi pengakuan atas kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih dan tantangan ketahanan energi global. Ia menilai pencapaian strategis ini tidak hanya membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, melainkan juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global. "Kami melihat kinerja positif yang dibukukan Perseroan semakin memperkuat kepercayaan berbagai investor terhadap prospek bisnis dan pengembangan proyek-proyek PGE," ujar Ahmad Yani dalam keterangan resminya, dikutip Senin, 6 Juli 2026. Alokasi pembiayaan internasional berkapasitas besar ini mencakup tiga megaproyek andalan perseroan dengan skema pinjaman konsesional yang menawarkan suku bunga atraktif serta tenor panjang di bawah pasar komersial. Adapun rincian proyek tersebut terdiri atas PLTP Lumut Balai Unit Tiga berkapasitas 55 megawatt dengan kucuran dana USD158,86 juta dari JICA, PLTP Lumut Balai Unit Empat berkapasitas 55 megawatt sebesar USD148,97 juta dari JICA, serta PLTP Lahendong Unit Tujuh dan Delapan berkapasitas 50 megawatt senilai USD170,04 juta dari World Bank. Penggunaan instrumen pinjaman lunak ini diproyeksikan mampu menekan biaya modal secara signifikan guna memuluskan target operasional komersial pada tahun 2030 hingga 2032. (*)   ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan