Logo
>

Masuk ke BIPI, Investor Asing ini Kini Pegang 12,7 Persen

CGS International muncul sebagai pemegang saham baru BIPI, sementara Bakrie Capital ikut menambah kepemilikan sahamnya.

Ditulis oleh Syahrianto
Masuk ke BIPI, Investor Asing ini Kini Pegang 12,7 Persen
CGS International tercatat menjadi pemegang saham baru BIPI dengan kepemilikan lebih dari 8 miliar saham. (Foto: Dok. Astrindo)

KABARBURSA.COM – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melaporkan perubahan struktur pemegang saham dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek per April 2026. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, CGS International Securities Mauritius Ltd masuk sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan mencapai 8,095 miliar saham atau setara 12,7 persen.

Masuknya CGS membuat komposisi pemegang saham di atas lima persen berubah dibanding posisi bulan sebelumnya. 

Corporate Secretary BIPI Kurniawati Budiman tersebut, PT Bakrie Capital Indonesia juga tercatat meningkatkan kepemilikan menjadi 4,287 miliar saham atau 6,73 persen dari sebelumnya sekitar 3,822 miliar saham atau 6 persen.

Sementara itu, PT Indotambang Perkasa tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 12,352 miliar saham atau setara 19,39 persen. Persentase tersebut tidak berubah dibanding periode sebelumnya.

Perubahan struktur kepemilikan tersebut ikut mempengaruhi komposisi free float saham BIPI. Dalam laporan registrasi efek bulanan, jumlah saham free float turun menjadi 27,09 miliar saham dari sebelumnya 29,89 miliar saham. Persentase free float juga turun menjadi 42,53 persen dari sebelumnya 46,92 persen.

Jumlah pemegang saham BIPI juga tercatat turun selama April 2026. Perseroan mencatat jumlah pemegang saham berbasis SID turun menjadi 71.416 investor dibanding bulan sebelumnya sebanyak 80.364 investor.

Berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar, kepemilikan investor asing mencapai 17,75 miliar saham atau sekitar 27,86 persen dari total saham beredar. Sementara kepemilikan investor domestik mencapai 45,95 miliar saham atau setara 72,13 persen.

Dokumen registrasi saham juga menunjukkan total saham BIPI yang ditempatkan dan disetor penuh mencapai 63,71 miliar saham. Dari jumlah tersebut, pemegang saham dengan kepemilikan di atas lima persen menguasai sekitar 24,73 miliar saham atau 38,82 persen.

Di sisi lain, laporan kepemilikan saham direksi dan komisaris menunjukkan Direktur Wong Michael memiliki 1,57 juta saham BIPI atau setara nol persen dari total saham beredar. Sementara komisaris dan direksi lainnya tercatat tidak memiliki saham perseroan.

Dalam dokumen keterbukaan informasi, manajemen BIPI menegaskan seluruh informasi dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek telah disusun secara lengkap dan benar serta tidak mengandung informasi material yang menyesatkan.

Perubahan komposisi kepemilikan saham ini muncul di tengah aktivitas transaksi BIPI yang belakangan mulai kembali masuk radar pasar. 

Hingga kini belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari perseroan terkait latar belakang masuknya CGS International Securities Mauritius Ltd sebagai pemegang saham baru.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.