# Minyak Brent dan WTI Menguat, Pasar Cermati AS-Iran > Harga minyak dunia ditutup menguat pada Selasa (7/7) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Minyak Brent naik 0,39 persen menjadi USD72,29 per barel, sementara WTI menguat 0,26 persen ke USD68,84 per barel. Investor mencermati hubungan AS-Iran, keamanan Selat Hormuz, serta rencana OPEC+ menambah produksi mulai Agustus. Prospek permintaan minyak dari China juga menjadi faktor penting yang akan menentukan arah harga selanjutnya. Harga minyak menguat didorong ketegangan AS-Iran, risiko di Selat Hormuz, serta perhatian pasar terhadap tambahan produksi OPEC+. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-08 08:00:00 - Author: Citra Dara Vresti Trisna - Editor: Citra Dara Vresti Trisna - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/minyak-brent-dan-wti-menguat-pasar-cermati-as-iran - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/minyak-brent-dan-wti-menguat-pasar-cermati-as-iran.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 waktu Amerika Serikat (AS) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan ini yang kemudian memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Investor juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh meski sempat menunjukkan tanda-tanda mereda. Mengutip Reuters, minyak mentah Brent naik 28 sen atau 0,39 persen menjadi USD72,29 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 29 sen atau 0,26 persen menjadi USD68,84 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah kedua kontrak minyak kembali ke level sebelum pecahnya konflik Iran pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian dari meredanya ketegangan geopolitik menuju prospek pemulihan pasokan dan permintaan minyak global. Namun, perkembangan hubungan Washington dan Teheran tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin waktu setempat kembali menegaskan bahwa Washington akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau "menyelesaikan pekerjaan", menghidupkan kembali ancaman aksi militer terhadap Teheran. Pernyataan tersebut muncul setelah pembicaraan tidak langsung antara kedua negara belum menghasilkan kesepakatan permanen mengenai keamanan kawasan. ## **Pasar Masih Waspadai Timur Tengah** Meski ketegangan sempat mereda dibandingkan beberapa pekan lalu, pelaku pasar belum sepenuhnya yakin risiko geopolitik telah berakhir. Investor masih memantau kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pintu keluar sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk. Melansir Reuters, 7 Juli 2026, Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan proses pemulihan pasokan memang telah mengurangi premi risiko di pasar minyak. Namun, menurut dia, pelaku pasar masih berhati-hati terhadap perkembangan hubungan AS dan Iran. "Pemulihan pasokan memang telah mengurangi premi risiko dalam jangka pendek. Namun, pasar masih enggan terlalu percaya bahwa gencatan senjata saat ini akan bertahan lama, mengingat hubungan Amerika Serikat dan Iran selama ini kerap diwarnai ketegangan yang datang dan pergi," kata Tim Waterer, kepada Reuters. Waterer menilai hubungan kedua negara yang kerap berubah membuat investor belum berani menganggap situasi benar-benar stabil. Karena itu, setiap perkembangan baru terkait negosiasi maupun potensi aksi militer masih berpotensi memicu volatilitas harga minyak. ## **OPEC+ Tambah Produksi** Di sisi lain, pasar juga merespons keputusan OPEC+ yang menyetujui peningkatan target produksi mulai Agustus 2026. Kelompok produsen minyak tersebut akan menambah kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari sebagai bagian dari pelonggaran bertahap atas kebijakan pemangkasan produksi yang diterapkan sebelumnya. Selain itu, Arab Saudi memangkas harga jual resmi *official selling price *(OSP) minyak untuk pasar Asia pada Agustus, sementara Uni Emirat Arab meningkatkan produksi minyak mendekati rekor tertinggi setelah keluar dari OPEC. Sementara itu, Analis UBS Giovanni Staunovo menilai perhatian investor kini tidak lagi hanya tertuju pada keputusan OPEC+, tetapi juga pada kemampuan pasar menyerap tambahan pasokan tersebut. "Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tetap tertuju pada jumlah kapal tanker yang dapat melintasi Selat Hormuz serta kecepatan pemulihan permintaan dan impor minyak mentah China," ujar Giovanni. Menurut Staunovo, pemulihan permintaan, khususnya dari China sebagai importir minyak terbesar dunia, akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga minyak dalam beberapa bulan mendatang. ## **Investor Pantau Permintaan Global** Selain pasokan, prospek permintaan juga menjadi perhatian pasar. Perlambatan ekonomi di sejumlah negara serta belum pulihnya konsumsi minyak secara penuh membuat investor mempertimbangkan apakah tambahan produksi OPEC+ dapat diserap pasar tanpa memicu kelebihan pasokan. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik membuat harga minyak masih rentan terhadap perubahan sentimen. Setiap gangguan terhadap pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah berpotensi mengerek harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Bagi pasar keuangan, kenaikan harga minyak juga berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong tekanan inflasi sehingga memperkecil ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan pembicaraan AS-Iran, implementasi peningkatan produksi OPEC+, serta pemulihan permintaan dari China. Ketiga faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga minyak dunia dalam jangka pendek.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan