Logo
>

Minyak Dunia Mendadak Ambles, Pasar Terbuai dengan Damai AS-Iran

Harga minyak dunia anjlok usai muncul sinyal damai AS-Iran meski konflik dan ancaman perang belum benar-benar reda

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Minyak Dunia Mendadak Ambles, Pasar Terbuai dengan Damai AS-Iran
Harga minyak dunia turun tajam setelah muncul sinyal damai AS-Iran. Pasar optimistis meski konflik Timur Tengah belum usai. Foto: Dok. Pertamina.

KABARBURSA.COM — Harga minyak dunia tiba-tiba lunglai. Baru kemarin pasar panik karena perang Iran dan Amerika Serikat makin liar, sekarang investor mendadak berubah jadi duta perdamaian dadakan. Cuma gara-gara muncul kabar ada draft kesepakatan awal antara Washington dan Teheran, harga minyak langsung longsor sekitar 4 persen.

Pasar tampaknya memang gampang baper. Sedikit kabar damai langsung dianggap dunia mau kembali normal, meski ledakan dan ancaman perang belum benar-benar hilang.

Televisi pemerintah Iran melaporkan pihaknya telah melihat rancangan awal tidak resmi mengenai kerangka kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Kabar itu langsung mengalahkan kekhawatiran pasar sebelumnya. Padahal Iran sempat menuding Amerika melanggar gencatan senjata, sementara sebuah kapal tanker juga melaporkan ledakan di lepas pantai Oman sehari sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 28 Mei 2026, harga minyak Brent turun USD3,94 per barel atau sekitar Rp70.132 hingga menyentuh USD95,59 (Rp1,7 juta) per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate milik Amerika Serikat turun USD3,97 atau sekitar Rp70.666 menjadi USD88,91 (Rp1,58 juta).

Bahkan sebelumnya Brent sempat jeblok lebih dari 5 persen hingga menyentuh USD94,16 (Rp1,67 juta), level terendah dalam sebulan. WTI juga sempat turun lebih dari 6 persen ke USD87,77 (Rp1,56 juta).

Padahal sehari sebelumnya harga minyak sempat naik 3,6 persen setelah Amerika melancarkan serangan baru ke Iran. Situasi makin kusut setelah Israel memperbesar serangan ke Lebanon..Namun pasar memilih fokus pada satu hal. Harapan damai.

Televisi pemerintah Iran bahkan menyebut Amerika Serikat akan menarik pasukan militernya dari sekitar Iran dan menghentikan blokade laut. Pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz nantinya disebut akan dilakukan Iran bersama Oman.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Iran memang ingin mencapai kesepakatan. Tapi Washington belum puas. “Iran sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi Amerika Serikat belum puas dengan itu,” kata Trump.

Media Iran Fars News juga mengakui masih ada sejumlah persoalan yang belum selesai dalam negosiasi tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio ikut memberi sinyal positif. Ia mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan sedikit kemajuan menuju kesepakatan damai.

Pasar langsung membaca situasi ini sebagai tanda perang mulai kehilangan tenaga. Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan tekanan jual di pasar minyak sangat besar karena pelaku pasar mulai percaya peluang perang kembali pecah makin kecil.

“Kontrak minyak mentah berada di bawah tekanan jual besar pada awal perdagangan, turun lebih dari 5 persen setelah seorang pemimpin militer Iran menyatakan kemungkinan kembali perang rendah, yang membuat banyak pedagang percaya kesepakatan damai semakin dekat. Tampaknya pasokan global yang sebelumnya sangat ketat mulai mereda,” ujar Kissler.

Selama konflik berlangsung, Selat Hormuz praktis jadi titik paling menakutkan bagi pasar energi global. Jalur itu merupakan urat nadi minyak Timur Tengah.

Badan Energi Internasional menyebut penutupan efektif Selat Hormuz telah memangkas lebih dari 14 juta barel pasokan minyak per hari dari pasar global.

Efek perang juga mulai terasa ke sektor lain. Dua maskapai terbesar India dikabarkan memangkas rencana penerbangan domestik untuk Juni dan Juli karena biaya bahan bakar pesawat melonjak setelah konflik Iran pecah.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).