# Napak Tilas Sejarah Bluebird: Dari Taksi Rumahan hingga Melantai di BEI > Sejarah PT Blue Bird Tbk (BIRD) bermula dari rumah operasional pada 1965, mempelopori taksi argometer 1972, hingga resmi melantai di Bursa Efek Indonesia Merujuk situs resmi perusahaan, kisah Panjang dimulai dari sebuah rumah bernomor 107 di Jalan Cokroaminoto, Jakarta Pusat ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-11 17:00:00 - Author: Hutama Prayoga - Editor: Hutama Prayoga - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/napak-tilas-sejarah-bluebird-dari-taksi-rumahan-hingga-melantai-di-bei - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/napak-tilas-sejarah-bluebird-dari-taksi-rumahan-hingga-melantai-di-bei.md ## Financial Entities - Stock Code: BIRD - Stock Name: Blue Bird Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article KABARBURSA.COM - Penyedia jasa angkutan darat, Bluebird, memiliki sejarah panjang sebelum menjadi jasa transportasi terkemuka di Indonesia. Merujuk situs resmi perusahaan, kisah Panjang dimulai dari sebuah rumah bernomor 107 di Jalan Cokroaminoto, Jakarta Pusat. Tempat ini menjadi saksi lahirnya bisnis transportasi legendaris bernama Bluebird. Di lokasi tersebut, pendiri Bluebird yakni utiara Siti Fatimah Djokosoetono untuk pertama kalinya merintis dan menjalankan bisnis taksi harian. Namun, langkah operasional secara resmi baru dimulai di tahun 1972 yang secara resmi 25 armada taxi dengan tipe Bluebird Holden Torana mengaspal di Jakarta. Tujuan hadirnya puluhan armada tersebut tidak lain untuk menjadi rekan mobilitas masyarakat dalam menemui kebahagiaan mereka sehari-hari. Sejak awal kemunculannya, perusahaan ini langsung menggebrak industri transportasi lokal. Bluebird menjadi taksi pertama yang menggunakan sistem tarif berdasarkan argometer. Tak berhenti di situ, seluruh armada tersebut juga telah dilengkapi dengan sistem radio komunikasi. Alat ini untuk mempermudah penyebaran order penumpang yang didukung langsung oleh sistem operator terpusat Perusahaan terus mengepakkan sayapnya ke segmen angkutan massal pada tahun 1979 setelah meluncurkan deretan armada bus Big Bird. Pada masa awal operasinya, lini bisnis bus ini bertugas khusus sebagai armada antar jemput siswa di sekolah Jakarta Intercultural School. Dua tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1981, manajemen Bluebird meningkatkan standar pelayanan dengan memperkenalkan generasi taksi Holden Torana era 80-an. Manajemen mencatat, kala itu taxi sudah dilengkapi oleh fasilitas Air Conditioning (AC) untuk menambah kenyamanan para penumpang di sepanjang perjalanan. Singkat cerita, pada tahun 2012, Bigbird memperlebar cakupan pasarnya dengan meluncurkan varian Premium Bus kelas VIP yang memiliki kapasitas eksklusif sebanyak 12 tempat duduk (seat). Pada tahun yang sama, perusahaan melakukan aksi korporasi berupa restrukturisasi kepemilikan saham Bluebird di beberapa perusahaan penyedia jasa angkutan darat. Langkah restrukturisasi besar-besaran itu ternyata sukses menghasilkan sebanyak 15 perusahaan penyedia jasa angkutan darat yang beroperasi di lapangan untuk resmi menjadi Entitas Anak di bawah payung Bluebird. Puncak dari transformasi korporasi terjadi pada bulan November 2014 saat perusahaan memutuskan untuk melangkah ke pasar modalĀ  di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Perusahaan secara resmi melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dan melakukan pencatatan saham perdana Bluebird di BEI dengan saham BIRD. Saat itu, harga saham BIRD saat IPO dibanderol Rp6.500 Momentum bersejarah masuknya korporasi ke lantai bursa tersebut ditandai melalui seremonial pencatatan perdana saham yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama BEI saat itu, Ito Warsito, bersama dengan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Purnomo Prawiro. Hingga kini, Bluebird Group telah memperluas layanannya. Dari taksi umum (Blue Bird & Pusaka) sampai taksi eksekutif (Silver Bird), limosin dan penyewaan mobil (Golden Bird), carter bus (Big Bird). Ada juga logistik (Iron Bird Logistic) Industri (Restu Ibu Pusaka - Bus Body Manufacturing dan Pusaka Niaga Indonesia), properti (Holiday Resort Lombok dan Pusaka Bumi Mutiara), IT dan layanan mendukung (Hermis Consulting - IT SAP, Pusaka Integrasi Mandiri - EDC, Pusaka GPS, Pusaka Buana Utama - Petrol Station, Pusaka Bersatu - Lubricant, Pusaka Suku Cadang Indonesia - Spare Part) dan alat berat (Pusaka Andalan Perkasa). ## Pemegang Saham BIRD Merujuk data Stockbit yang telah diperbarui pada 3 Juli 2026, posisi pemegang saham terbesar BIRD saat ini ditempati oleh PT Pusaka Citra Djokosoetono yang mengantongi kepemilikan dominan sebanyak 709,86 juta lembar saham atau setara dengan 28,37 persen dari total modal disetor. Purnomo Prawiro menempati urutan kedua sekaligus menjadi pemegang saham individu terbesar dengan kepemilikan sebanyak 354,85 juta lembar saham atau mewakili porsi sebesar 14,18 persen. Porsi kepemilikan individu di atas lima persen berikutnya diikuti secara ketat oleh Kresna Priawan Djokosoetono sebesar 6,20 persen (155,06 juta lembar), Sigit P Djokosoetono, IR, MBA sebesar 6,13 persen (153,45 juta lembar), Indra Priawan Djokosoetono sebesar 6,01 persen (150,38 juta lembar), serta Adrianto Djokosoetono dengan porsi kepemilikan modal mencapai 5,30 persen atau setara 132,72 juta lembar saham. Sementara itu, sisa kepemilikan modal perseroan di bawah rentang lima persen tersebar ke dalam beberapa nama investor individu domestik dan korporasi internasional. Noni Sri Ayati Purnomo mencatatkan kepemilikan individu sebesar 4,83 persen dengan akumulasi sebanyak 120,81 juta lembar saham. Di sisi lain, raksasa ekosistem digital nasional PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada di daftar investor strategis dengan mendekap porsi saham BIRD sebesar 4,32 persen atau setara 108,21 juta lembar saham. Struktur pemegang saham jumbo perseroan ini kemudian ditutup oleh korporasi asal Jepang, Sumitomo, yang menguasai porsi 1,98 persen (49,50 juta lembar) serta perusahaan investasiĀ  Purnomo Investama yang mendekap porsi kepemilikan minoritas sebesar 1,85 persen atau setara 46,40 juta lembar saham. **Jajaran Direksi PT Blue Bird Tbk:** Adrianto Djokosoetono: Direktur Utama Sigit Priawan Djokosoetono: Wakil Direktur Utama Irawaty Salim: Direktur ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan