Logo
>

Peta Transaksi Tiga Hari Bursa, Ritel Rajin Borong BMRI hingga CUAN

Stockbit Sekuritas Digital tercatat aktif mengoleksi BMRI, CUAN, BRPT hingga TPIA, sementara saham energi dan teknologi mulai dilepas.

Ditulis oleh Syahrianto
Peta Transaksi Tiga Hari Bursa, Ritel Rajin Borong BMRI hingga CUAN
Aktivitas broker ritel XL menunjukkan akumulasi pada saham perbankan dan grup Prajogo Pangestu dalam tiga hari perdagangan terakhir. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Broker ritel XL atau Stockbit Sekuritas Digital tercatat aktif melakukan transaksi pada sejumlah saham selama periode 11–13 Mei 2026. 

Berdasarkan data broker activity, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham dengan nilai beli terbesar melalui broker tersebut.

Dalam periode tiga hari perdagangan itu, nilai beli BMRI melalui XL mencapai Rp187,1 miliar dengan volume sekitar 439.439 lot pada harga rata-rata Rp4.255 per saham. Aktivitas tersebut menjadi yang terbesar dibanding saham lain yang masuk daftar akumulasi broker ritel tersebut.

Posisi kedua ditempati saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Nilai beli saham CUAN melalui XL tercatat sebesar Rp87 miliar dengan volume mencapai 878.805 lot dan harga rata-rata Rp955 per saham.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk radar transaksi broker ritel. XL mencatat pembelian BRPT sebesar Rp44,4 miliar dengan volume 205.671 lot pada harga rata-rata Rp2.140.

Selain saham grup Prajogo Pangestu, broker XL juga aktif mengoleksi saham sektor perbankan dan komoditas. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dibeli senilai Rp39,7 miliar dengan volume 125.813 lot pada harga rata-rata Rp3.183.

Di sektor energi dan batu bara, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNBR) mencatat nilai beli Rp36,8 miliar dengan volume sekitar 2,1 juta lot pada harga rata-rata Rp173. 

Sementara saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dibeli senilai Rp34,4 miliar dengan volume sekitar 1,6 juta lot pada harga rata-rata Rp214.

Broker ritel tersebut juga tercatat mengoleksi saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) senilai Rp28,6 miliar. Volume pembelian mencapai sekitar 1,4 juta lot dengan harga rata-rata Rp210.

Saham logam PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut masuk daftar pembelian terbesar dengan nilai Rp26,4 miliar dan volume 73.131 lot pada harga rata-rata Rp3.571. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dibeli Rp18,7 miliar dengan volume 30.629 lot pada harga rata-rata Rp6.122.

Menariknya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga muncul dalam daftar koleksi broker ritel ini. Nilai pembelian TPIA tercatat mencapai Rp18 miliar dengan volume 37.123 lot dan harga rata-rata Rp4.857.

Namun di tengah aksi akumulasi tersebut, broker XL juga tercatat melakukan distribusi pada sejumlah saham. Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menjadi saham dengan nilai jual terbesar mencapai Rp37,1 miliar dengan volume sekitar 1,3 juta lot pada harga rata-rata Rp287.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan nilai jual Rp27,3 miliar dan volume 108.234 lot pada harga rata-rata Rp2.507. Kemudian saham PT WBSA tercatat dijual Rp26,2 miliar dengan volume 211.720 lot pada harga rata-rata Rp1.211.

Broker XL juga tercatat melepas saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp23,8 miliar. Volume penjualan mencapai 67.224 lot dengan harga rata-rata Rp3.586.

Di sektor teknologi dan telekomunikasi, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI/INET) tercatat dijual sekitar Rp4,4 miliar dengan volume 160.144 lot pada harga rata-rata Rp285. 

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga dilepas senilai Rp4,5 miliar pada harga rata-rata Rp2.957.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.