KABARBURSA.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat kinerja operasional yang solid pada pembuka tahun ini. Subholding Gas Pertamina tersebut berhasil membukukan volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD sepanjang Kuartal I 2026.
Capaian ini menegaskan posisi dominan PGN yang saat ini menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar (market share) niaga gas bumi nasional.
Infrastruktur masif milik perseroan pun terus menjadi tulang punggung penyaluran energi bagi sektor rumah tangga, UMKM, komersial, industri, hingga pembangkit listrik.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengungkapkan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan seluruh aset dan infrastruktur yang telah dibangun dapat mengalirkan energi secara optimal guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
"Yang terus kami jaga adalah bagaimana infrastruktur yang telah dibangun selama ini dapat beroperasi secara andal, dimanfaatkan secara optimal, dan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang," ujar Fajriyah dalam keterangan resminya, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Hingga saat ini, PGN mengelola platform infrastruktur gas bumi hilir terintegrasi yang sangat masif.
Perseroan tercatat memiliki total aset sekitar USD6,2 miliar, jaringan pipa sepanjang lebih dari 33.000 kilometer, serta melayani basis pelanggan yang mencapai lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia.
Tidak hanya mengandalkan aset eksisting, PGN juga terus memperkuat konektivitas energi nasional melalui proyek-proyek strategis.
Salah satunya, melalui anak usahanya yakni PT Pertamina Gas (Pertagas), PGN dipercaya mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II.
Infrastruktur CISEM II ini diproyeksikan bakal memperkuat keandalan pasokan dan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dari berbagai sumber menuju pusat-pusat industri, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.
Di saat yang sama, komitmen ketahanan pasokan jangka panjang terus diperkuat lewat berbagai kesepakatan strategis dengan para produsen hulu.
Operasional yang ekspansif tersebut ditopang oleh struktur permodalan dan keuangan yang sangat sehat per akhir Maret 2026.
Per akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) Perseroan berada pada level sekitar 29%, dengan posisi kas dan setara kas sebesar sekitar US$1,36 miliar.
Perseroan juga mencatat rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 21 kali, yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.
Sebagai pemanis bagi para investor, manajemen PGN juga berkomitmen memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.
Perseroan memutuskan untuk mempertahankan rasio pembayaran dividen sebesar 80 persen dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.
Fajriyah optimistis, dengan kombinasi kekuatan pasar, kesiapan infrastruktur, dan fundamental keuangan yang kokoh, perseroan siap melahap potensi pertumbuhan konsumsi energi domestik di masa depan.
"Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," tutup Fajriyah.(*)
PGN Catat Distribusi Gas 777 BBTUD pada Kuartal I 2026
Capaian ini menegaskan posisi dominan PGN yang saat ini menguasai lebih dari 91 persen pangsa pasar (market share) niaga gas bumi nasional.
Ditulis oleh
Gusti Ridani
•