# Prediksi IHSG Pekan ini, Waspadai Geopolitik Timur Tengah dan Data AS > Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan penantian pasar terhadap data inflasi CPI Amerik Indo Premier Sekuritas menyarankan investor mencermati strategi buy on pullback pada saham-saham berikut. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-13 11:00:00 - Author: Desty Luthfiani - Editor: Syahrianto - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/prediksi-ihsg-pekan-ini-waspadai-geopolitik-timur-tengah-dan-data-as - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/prediksi-ihsg-pekan-ini-waspadai-geopolitik-timur-tengah-dan-data-as.md ## Article **KABARBURSA.COM** – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan sejumlah saham dan instrumen pendapatan tetap untuk dicermati investor pada perdagangan 13–17 Juli 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan penantian pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS). Equity Analyst IPOT, David Kurniawan, mengatakan fokus investor pada pekan ini akan tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) AS periode Juni yang dijadwalkan pada Selasa. Data tersebut dinilai menjadi indikator penting dalam mengukur arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed). Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati pidato para pejabat The Fed serta rilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Singapura. Sementara dari dalam negeri, pergerakan rupiah dan pasar saham diperkirakan masih dibayangi dinamika konflik di Timur Tengah. "Menghadapi tingginya ketidakpastian geopolitik ini, para investor global cenderung mengambil sikap risk-off dan bersikap jauh lebih konservatif dalam mengelola portofolio mereka. Mereka berbondong-bondong menarik modal dari instrumen berisiko tinggi seperti pasar saham dan aset kripto untuk mengamankan likuiditas," ujar David dalam risetnya, Senin, 13 Juli 2026. Sebelum memasuki perdagangan pekan ini, IHSG menutup perdagangan Jumat, 10 Juli 2026 di level 6.177 atau menguat 2,82 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Di balik penguatan tersebut, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp4,5 triliun di pasar reguler. Pelaku pasar juga akan memperhatikan pidato sejumlah pejabat bank sentral AS serta rilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Singapura. Sementara dari dalam negeri, David menilai kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam level yang terjaga. Pemerintah melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester I 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Secara regulasi, angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal defisit APBN sebesar 3 persen. Meski demikian, ia mengingatkan laju belanja negara yang lebih cepat dibandingkan penerimaan tetap perlu menjadi perhatian. "Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mengelola pembiayaan negara dengan jauh lebih ketat dan selektif di paruh kedua tahun ini. Langkah ini penting guna meminimalisir risiko penambahan utang baru yang tidak efisien, sekaligus memastikan stabilitas makroekonomi domestik tetap kokoh di tengah gejolak global," katanya. Merespons kondisi tersebut, David mengimbau investor untuk tetap selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor yang berpotensi diuntungkan oleh penguatan komoditas safe haven, serta tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin. David menambahkan, sepanjang pekan ini pergerakan rupiah dan pasar saham domestik masih berpotensi dibayangi dinamika konflik di Timur Tengah. Oleh karena itu, investor perlu mencermati perkembangan sentimen global dan domestik tersebut dalam menyusun strategi investasi. ### **Daftar Saham Buy on Pullback** Untuk pekan ini, IPOT merekomendasikan strategi buy on pullback pada saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Saham tersebut diperdagangkan di level Rp1.005 dengan area masuk di Rp975, target harga Rp1.070 atau berpotensi naik 9,74 persen, serta batas kerugian (stop loss) di Rp945. David menjelaskan, PGEO menunjukkan sinyal teknikal positif setelah berhasil keluar dari tren penurunan (downtrend channel), yang mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren naik. Sinyal tersebut diperkuat oleh data Trade Flow AI Analytics yang mencatat adanya akumulasi smart money dalam sepekan terakhir. Selain PGEO, IPOT juga merekomendasikan buy pada saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Saham ini diperdagangkan di level Rp1.295 dengan target harga Rp1.400 atau berpotensi menguat 8,11 persen dan stop loss di Rp1.255. Menurut David, LSIP memiliki peluang keluar dari pola flag pattern yang tengah terbentuk. Potensi tersebut didukung indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mulai menunjukkan sinyal bullish sehingga mengindikasikan momentum akumulasi beli kembali menguat. Rekomendasi berikutnya adalah buy on pullback pada saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). Saham tersebut diperdagangkan di level Rp845 dengan area masuk Rp820–Rp830, target harga Rp900 atau berpotensi naik 9,76 persen, serta stop loss di Rp795. David menilai BUVA saat ini bergerak konsolidatif di antara indikator Moving Average (MA) 5 dan MA20. Meski demikian, data perdagangan menunjukkan adanya akumulasi smart money secara konsisten dalam sepekan terakhir yang membuka peluang penguatan lanjutan. Selain saham, IPOT juga merekomendasikan obligasi syariah seri PBS038 bagi investor yang mencari instrumen pendapatan tetap. Obligasi tersebut menawarkan kupon sebesar 6,87 persen per tahun dengan potensi yield mencapai 7,2 persen di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan