# Reli BREN Redam Tekanan Big Banks, IHSG Ditutup Positif > Saham BREN menguat 4,33 persen menjadi penopang IHSG saat BBCA, BBRI, dan BMRI melemah sehingga indeks tetap bertahan di zona positif. Penguatan saham BREN 4,33 persen menjadi penopang utama IHSG di tengah pelemahan saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI sehingga indeks mampu bertahan di zona positif. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-14 17:02:00 - Author: Yunila Wati - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/reli-bren-redam-tekanan-big-banks-ihsg-ditutup-positif - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/reli-bren-redam-tekanan-big-banks-ihsg-ditutup-positif.md ## Financial Entities - Stock Code: BREN - Stock Name: Barito Renewables Energy Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM**** –** Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penyelamat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Indeks berhasil bertahan di tengah tekanan besar dari saham-saham perbankan. Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 6.039. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat dibuka menguat 0,33 persen ke level 6.057 dan bahkan menyentuh level tertinggi harian di 6.095, atau naik sekitar 0,96 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.  Meski sempat mengalami tekanan pada paruh kedua perdagangan, IHSG tetap bergerak di wilayah positif dengan rentang pergerakan 6.002 hingga 6.095. ## **Bagaimana Gerak Kuat BREN?** Kemampuan indeks bertahan di zona hijau tidak lepas dari kontribusi saham BREN yang menguat 4,33 persen ke level 3.370. Sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp450 triliun atau terbesar kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan harga BREN memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan indeks. BREN ditutup naik 150 poin atau 4,64 persen ke level Rp3.380, melanjutkan tren positif setelah sehari sebelumnya juga menguat 1,89 persen ke posisi Rp3.230. Kenaikan tersebut berlangsung seiring meningkatnya aktivitas transaksi. Nilai perdagangan BREN mencapai sekitar Rp154,41 miliar, melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan transaksi pada 13 Juli yang sebesar Rp36,25 miliar.  Volume perdagangan juga meningkat tajam menjadi 452,14 ribu saham, dari sebelumnya 113,45 ribu saham, sementara frekuensi transaksi naik dari 5.730 kali menjadi 15.560 kali.  Pergerakan harga BREN sepanjang perdagangan juga menunjukkan dominasi tekanan beli. Saham dibuka di level Rp3.280, kemudian bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi Rp3.590 sebelum ditutup di Rp3.380.  Adapun level terendah harian berada di Rp3.270, sedangkan harga rata-rata transaksi tercatat sekitar Rp3.415. Minat beli cukup kuat sejak awal perdagangan meski sempat diwarnai aksi ambil untung setelah menyentuh level tertinggi intraday. ## **Big Banks Terkoreksi Lebih dari Dua Persen** Tiga saham perbankan berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak kompak di zona merah pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026.  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sama-sama mencatat koreksi harga meski aktivitas perdagangan tetap tinggi dan menjadi kontributor utama nilai transaksi di pasar reguler. Dari ketiga saham tersebut, BBRI mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 2,44 persen ke level Rp2.800. Saham bank pelat merah ini dibuka di Rp2.880, sempat menyentuh level tertinggi Rp2.890, sebelum bergerak turun hingga ditutup di level terendah harian Rp2.800.  Nilai transaksi mencapai sekitar Rp775,94 miliar dengan volume 2,74 juta saham dan frekuensi 55.400 kali, tertinggi dibandingkan dua bank besar lainnya. Harga rata-rata transaksi tercatat di Rp2.833, menunjukkan tekanan jual meningkat menjelang akhir perdagangan. BMRI juga mengalami tekanan dengan penurunan 2,12 persen ke Rp4.160. Saham Bank Mandiri dibuka di level Rp4.250 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp4.260 sebelum bergerak melemah hingga sempat mencapai Rp4.130.  Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp780,59 miliar dengan volume 1,87 juta saham dan frekuensi 38.520 kali. Harga rata-rata perdagangan berada di Rp4.176, lebih tinggi dari harga penutupan, yang mengindikasikan tekanan jual meningkat pada sesi akhir. Sementara itu, BBCA ditutup turun 1,61 persen atau melemah 100 poin ke level Rp6.125. Saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut dibuka di Rp6.225, sempat menyentuh level tertinggi Rp6.250, kemudian turun hingga menyentuh level terendah Rp6.075 sebelum ditutup sedikit lebih tinggi.  Aktivitas perdagangan tetap besar dengan nilai transaksi sekitar Rp982,58 miliar, volume mencapai 1,60 juta saham, dan frekuensi 34.990 kali. Harga rata-rata transaksi berada di Rp6.146, juga berada di atas harga penutupan. Jika dibandingkan berdasarkan nilai transaksi, BBCA masih menjadi saham paling aktif dengan transaksi hampir Rp1 triliun, disusul BMRI sekitar Rp780,59 miliar dan BBRI sebesar Rp775,94 miliar.  Tingginya nilai transaksi menunjukkan minat perdagangan terhadap sektor perbankan tetap besar meskipun harga saham bergerak melemah. Pergerakan pada 14 Juli terjadi setelah sehari sebelumnya ketiga saham tersebut justru membukukan kenaikan. Pada 13 Juli, BBCA naik 0,81 persen, BBRI menguat 2,87 persen, sedangkan BMRI melonjak 4,17 persen.  Penguatan tersebut juga diiringi aksi beli bersih investor asing, terutama pada BMRI yang mencatat net foreign buy Rp65,80 miliar, BBRI sebesar Rp23,27 miliar, sementara BBCA masih mengalami net foreign sell Rp490,81 miliar. ## **Saham Apa Saja yang Menguat dan Melemah?** Selain BREN, sejumlah saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 juga memberikan dukungan terhadap pergerakan pasar. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 9,80 persen. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 6,18 persen, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 5,49 persen. Kinerja positif juga terlihat pada saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 4,01 persen, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang bertambah 3,95 persen, serta PT Dewa United Tbk (DEWA) yang menguat 3,47 persen. Penguatan saham-saham tersebut membantu menjaga sentimen positif di tengah tekanan yang terjadi pada sektor perbankan. Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG juga datang dari beberapa saham anggota LQ45 lainnya. Selain BBCA, BBRI, dan BMRI, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turun 3,35 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 3,43 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 3,17 persen. Tekanan juga terjadi pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 2,62 persen, sementara saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 1,70 persen.  Koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar tersebut membuat ruang penguatan IHSG menjadi terbatas meskipun beberapa sektor lain masih mencatatkan kenaikan.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan