# Rugi Menggunung Emiten Dato Sri Tahir (MPRO) yang Masuk HSC 99,99 Persen > Saham MPRO masuk daftar HSC BEI 99,99 persen. Cek profil pemilik manfaat keluarga Tahir dan kinerja rugi bersih tahunan MPRO yang membengkak di sini. Emiten properti milik keluarga konglomerat Dato Sri Tahir PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatatkan lonjakan rugi bersih tahunan di tengah kepemilikan terkonsentrasi. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-15 15:30:00 - Author: Syahrianto - Editor: Syahrianto - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/rugi-menggunung-emiten-dato-sri-tahir-mpro-yang-masuk-hsc-9999-persen - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/rugi-menggunung-emiten-dato-sri-tahir-mpro-yang-masuk-hsc-9999-persen.md ## Financial Entities - Stock Code: MPRO - Stock Name: Maha Properti Indonesia Tbk. - Exchange: Indonesia Stock Exchange ## Article **KABARBURSA.COM** – PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatat lonjakan rugi bersih tahunan saat masuk daftar emiten berkepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau *High Shareholding Concentration* (HSC). Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan emiten properti milik keluarga konglomerat Dato Sri Tahir ini ke dalam kategori HSC sebesar 99,99 persen. Otoritas bursa menetapkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil evaluasi atas struktur kepemilikan warkat maupun tanpa warkat. Struktur kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi tersebut dikuasai oleh sejumlah anggota keluarga besar Tahir dan entitas afiliasinya. Data per Juni 2026 menunjukkan Jonathan Tahir bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan terbesar mencapai 34,223 persen atau setara 3,40 miliar lembar saham. Pihak pemilik manfaat lainnya adalah Dato Sri Prof. Dr. Tahir yang memegang 10,861 persen saham secara langsung. Selain itu, entitas afiliasi PT Bintang Express Sarana tercatat menguasai 10,058 persen saham perseroan. Anggota keluarga lainnya yakni Jane Dewi Tahir, Dewi Victoria Riady, dan Grace Dewi Riady masing-masing menggenggam porsi kepemilikan sebesar 8,499 persen. Dengan total saham beredar mencapai 9,942 miliar lembar, persentase saham publik atau *free float* MPRO saat ini berada di level 15,11 persen. ### **MPRO, Emiten Dato Sri Tahir yang Merugi** Berdasarkan laporan keuangan tahunan, emiten berkode saham MPRO ini membukukan rugi bersih sebesar Rp61,98 miliar sepanjang tahun 2025. Nilai kerugian bersih tersebut membengkak hingga 59 persen dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp38,96 miliar. Pembengkakan kerugian ini dipicu oleh anjloknya pendapatan usaha serta lonjakan beban operasional perseroan sepanjang tahun buku tersebut. Pendapatan neto perusahaan merosot tajam sebesar 53 persen secara tahunan menjadi Rp3,55 miliar dari sebelumnya Rp7,57 miliar. Di sisi lain, beban umum dan administrasi justru melonjak 88 persen secara tahunan menjadi Rp42,59 miliar pada akhir periode. Kenaikan beban yang signifikan ini memperdalam rugi usaha perseroan hingga menyentuh angka Rp42,57 miliar. Rugi usaha MPRO tersebut meningkat hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan rugi usaha tahun 2024 sebesar Rp22,13 miliar. Kinerja operasional yang tertekan juga terlihat dari kenaikan beban penjualan menjadi Rp672,23 juta dari posisi sebelumnya Rp445,09 juta. Meskipun demikian, perusahaan mencatatkan penurunan pada beban pokok pendapatan serta beban langsung dari Rp5,52 miliar menjadi Rp2,69 miliar. Namun, penurunan beban pokok ini tidak mampu menahan amblesnya laba bruto perusahaan menjadi Rp864,52 juta dari semula Rp2,05 miliar. Penurunan performa keuangan ini berdampak langsung pada peningkatan kerugian per saham dasar perusahaan secara tahunan. Nilai rugi per saham dasar MPRO meningkat dari semula negatif Rp0,00391 menjadi negatif Rp0,00623 per lembar saham. Sementara itu, arus kas operasional perseroan terpantau tetap berada di zona negatif sebesar Rp26,68 miliar pada akhir tahun buku. Kondisi arus kas dari aktivitas operasi ini dilaporkan tidak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Kendati demikian, MPRO mengantongi kas masuk dari aktivitas pendanaan sebesar Rp11,82 miliar sepanjang periode laporan tahunan tersebut. Pasokan likuiditas pada arus kas pendanaan ini diperoleh perseroan melalui suntikan dana segar dari pihak berelasi. Hingga akhir periode laporan tahunan, posisi kas dan setara kas akhir tahun menyusut 30,6 persen secara tahunan. Jumlah kas sisa tersebut turun menjadi Rp11,27 miliar dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp16,24 miliar. Total aset perusahaan juga mengalami sedikit penyusutan dari semula Rp1,69 triliun menjadi Rp1,67 triliun pada penutupan tahun buku. Ekuitas perseroan menyusut 5 persen secara tahunan menjadi Rp1,185 triliun dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp1,247 triliun. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, MPRO menunjukkan tanda perbaikan kinerja keuangan yang dirilis pada hari Jumat. Rugi bersih konsolidasian perseroan tercatat turun 24,1 persen menjadi Rp8,72 miliar dari rugi bersih kuartal pertama tahun sebelumnya sebesar Rp11,49 miliar. Penurunan rugi bersih pada tiga bulan pertama ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan serta implementasi efisiensi beban operasional. Pendapatan MPRO melonjak signifikan sebesar 128,8 persen menjadi Rp1,10 miliar dibandingkan pendapatan periode sama tahun lalu sebesar Rp479,87 juta. Perbaikan margin usaha terlihat dari peningkatan laba bruto kuartal pertama menjadi Rp323,05 juta dari posisi sebelumnya Rp2,85 juta. Beban umum dan administrasi pada kuartal satu berhasil ditekan hingga 34,7 persen menjadi Rp4,15 miliar dari semula Rp6,36 miliar. Beban penjualan pada awal tahun ini juga ikut terpangkas sebesar 31,3 persen menjadi Rp111,46 juta dari semula Rp162,28 juta. Dampaknya, nilai rugi per saham dasar perseroan menciut menjadi Rp0,00088 dari rugi per saham sebelumnya Rp0,00116. Kinerja arus kas aktivitas operasi awal tahun mencatat pengurangan penggunaan kas neto menjadi Rp3,49 miliar dari sebelumnya Rp16,12 miliar. Penggunaan kas pada aktivitas investasi juga membaik dengan penurunan nilai menjadi Rp114,21 juta dari alokasi sebelumnya Rp9,64 pasar modal. Sebaliknya, aktivitas pendanaan awal tahun memberikan tambahan kas sebesar Rp499,50 juta atau meningkat 57,2 persen secara tahunan. Total aset perseroan pada tiga bulan pertama berada di level stabil Rp1,67 triliun dengan liabilitas naik tipis menjadi Rp495,64 miliar. ### **Alokasi Penggunaan Dana IPO MPRO, ke Mana?** Pergerakan modal dan ekspansi bisnis emiten properti ini masih ditopang oleh sisa dana hasil penawaran umum perdana saham. Dari total perolehan sebesar Rp164,17 miliar, perusahaan mengeluarkan biaya emisi sebesar Rp7,82 miliar. Hasil realisasi bersih dana penawaran umum yang dipegang oleh perseroan adalah sebesar Rp156,34 miliar. Manajemen mengalokasikan dana tersebut untuk membiayai pengerjaan dua proyek properti utama serta modal kerja operasional. Proyek Apartemen Apsara Tower mencatat rencana alokasi dana sebesar Rp123,45 miliar. Hingga akhir Juni 2026, realisasi serapan dana untuk megaproyek ini baru mencapai Rp53,38 miliar. Sementara itu, proyek Simprug Signature menyerap realisasi dana sebesar Rp22,98 miliar. Angka tersebut masih jauh dari total rencana kerja awal yang dianggarkan perseroan sebesar Rp125,07 miliar. Manajemen terus memantau perkembangan fisik proyek agar penyerapan modal berjalan sesuai target operasional. Di sisi lain, pengeluaran untuk pos modal kerja operasional justru melonjak signifikan dari target yang direncanakan. Manajemen menggunakan dana sebesar Rp75,96 miliar dari rencana awal yang semula hanya dianggarkan senilai Rp7,81 miliar. Langkah penyesuaian anggaran modal kerja ini diambil demi menjaga kelancaran aktivitas harian perseroan. Melalui seluruh rangkaian penyerapan tersebut, total akumulasi dana penawaran umum yang telah digunakan mencapai Rp152,33 miliar. Sisa dana hasil penawaran umum perdana saham saat ini tercatat sebesar Rp4,007 miliar. Sisa modal tunai tersebut kini ditempatkan oleh manajemen pada rekening kas besar perusahaan.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan