# Saham Big Cap Jadi Perhatian Analis, Perhatikan Detail dan Risikonya > IHSG rawan konsolidasi di rentang 5.800-5.760. Simak rekomendasi strategi investasi, pilihan saham big cap serta obligasi FR106 dan FR101. IHSG diproyeksi bergerak hati-hati pekan ini. Investor disarankan melirik saham big cap serta obligasi pemerintah sebagai strategi defensif. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-06 09:00:00 - Author: Desty Luthfiani - Editor: Syahrianto - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/saham-big-cap-jadi-perhatian-analis-perhatikan-detail-dan-risikonya - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/saham-big-cap-jadi-perhatian-analis-perhatikan-detail-dan-risikonya.md ## Article KABARBURSA.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan sejumlah saham berkapitalisasi besar (*big cap*) sebagai pilihan investasi pada perdagangan 6-10 Juli 2026.  Rekomendasi tersebut diberikan di tengah proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan hati-hati. Equity Analyst IPOT, Hari Rachmansyah, mengatakan secara fundamental maupun teknikal, ruang penguatan IHSG masih terbatas. Meski koreksi pada pekan lalu relatif tipis, penurunan nilai transaksi dan arus keluar dana asing (*outflow*) secara *year to date* (ytd) dinilai membuat kualitas pemulihan pasar belum sepenuhnya kuat. "Untuk pekan 6-10 Juli, area *support *terdekat IHSG berada di 5.800-5.760, dengan *support *lanjutan di 5.650 apabila tekanan Rupiah atau sentimen global kembali memburuk. Sementara itu, resistance terdekat berada di 5.950, lalu area psikologis 6.000-6.050 yang perlu ditembus dengan volume lebih solid dan konfirmasi foreign inflow agar tren pemulihan menjadi lebih valid," kata Hari dalam risetnya, Senin, 6 Juli 2026. Dengan kondisi tersebut, Hari menyarankan investor mengedepankan strategi defensif dalam menyusun portofolio. Ia menyarankan investor menghindari aksi *averaging down* secara agresif, terutama pada saham dengan likuiditas rendah. Sebaliknya, investor disarankan melakukan akumulasi secara bertahap dan memprioritaskan saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki likuiditas tinggi. "Jika rupiah mampu stabil di bawah Rp17.900 dan asing mulai kembali *net buy* secara konsisten, IHSG berpeluang melanjutkan *technical rebound *ke 6.000-6.050. Namun jika Rupiah kembali menembus Rp18.000 dan FOMC minutes bernada hawkish, risiko *retest *area 5.800-5.650 masih terbuka," ujarnya. ### **Instrumen Obligasi Pemerintah Menarik Dilirik** IPOT merekomendasikan investor mencermati instrumen pendapatan tetap, khususnya obligasi pemerintah seri FR106 dan FR101. Hari mengatakan seri FR106 dengan yield to maturity (YTM) sebesar 7,16 persen dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengincar potensi imbal hasil lebih tinggi dengan tenor panjang.  Sementara itu, seri FR101 yang menawarkan YTM sebesar 7,09 persen dinilai sesuai bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas investasi dengan tenor lebih pendek. "Instrumen pendapatan tetap juga menarik untuk diperhatikan pekan ini," kata dia. Ia menambahkan, bagi investor yang ingin memperoleh imbal hasil maksimal, seri FR106 dengan YTM 7,16 persen dapat menjadi pilihan utama karena menawarkan return kompetitif dengan tenor panjang.  "Sementara itu, untuk investor yang lebih mengutamakan fleksibilitas dengan tenor jangka pendek, seri FR101 dengan YTM 7,09 persen tetap memberikan peluang menarik," kata Hari. ### **Perhatikan Tiga Saham Big Caps untuk Pekan ini** Berdasarkan analisis teknikal, IPOT merekomendasikan tiga saham yang dinilai memiliki potensi penguatan dalam jangka pendek, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Untuk saham INCO, Hari merekomendasikan beli di harga Rp4.580 dengan target harga Rp5.050 atau potensi kenaikan sekitar 10,26 persen. Adapun batas kerugian (stop loss) dipasang di level Rp4.420. Menurut Hari, saham INCO layak dikoleksi karena masih bergerak di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 5 hingga EMA 50 dan berhasil memantul dari area support kuat di level 4.400. Sementara itu, saham AMMN direkomendasikan beli pada harga Rp3.500 dengan target Rp3.800 atau potensi kenaikan sekitar 8,57 persen dan stop loss di Rp3.380. Hari menjelaskan, pergerakan AMMN masih berada dalam pola sideways di rentang Rp3.000 hingga Rp4.000 sehingga investor dapat memanfaatkan pantulan dari area support dengan peluang menuju area resistance. Adapun untuk saham TPIA, IPOT merekomendasikan beli pada harga Rp2.760 dengan target Rp3.050 atau potensi kenaikan sekitar 10,51 persen. Level stop loss ditetapkan di Rp2.650. Menurut Hari, secara teknikal saham TPIA masih berada dalam tren naik (uptrend) dan bertahan di dalam area uptrend channel, sehingga masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. ### **Pasar Saham Lesu Sepekan** Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham sepanjang pekan ini periode 29 Juni—3 Juli 2026 ditutup melemah. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan perubahan terjadi pada  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup merosot sebesar 0,35 persen. "Sehingga berada pada level 5.875,780 dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 3 Juli 2026. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami pelemahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu. Selain itu, Kautsar menyampaikan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan ikut terkapar sebesar 16,71 persen dari1,73 juta kali transaksi pada minggu lalu menjadi 1,44 juta kali transaksi pekan ini. Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami koreksi ditutup di 17,54 miliar lembar atau menurun  30,35 persen menjadi dari 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. "Rata-rata nilai transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar. Adapun investor asing hari ini (Jumat, 3 Juli 2026) mencatatkan nilai beli bersih Rp6,08 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp74,42 triliun.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan