Logo
>

Tekanan Mingguan IHSG Belum Selesai, Waspadai Bull Trap Besok

IHSG menutup pekan di zona hijau setelah sempat tertekan sepanjang minggu. Meski volume beli mulai muncul, tekanan jual mingguan masih membayangi perdagangan Senin.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tekanan Mingguan IHSG Belum Selesai, Waspadai Bull Trap Besok
Tekanan terhadap IHSG masih cukup besar, meskipun di akhir perdagangan pekan ini ditutup di zona hijau. (Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menutup perdagangan terakhir pekan ini di zona hijau. Pada penutupan pasar, IHSG menguat 67,10 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,05.

Penguatan tersebut muncul setelah pasar mulai menunjukkan kenaikan minat beli di sejumlah saham berkapitalisasi besar. Nilai transaksi reguler tercatat mencapai Rp17,90 triliun dengan volume perdagangan 337,35 juta lot dan frekuensi transaksi mendekati 1,97 juta kali.

Meski indeks berhasil menguat, tekanan pasar sebenarnya belum benar benar hilang. Pada timeframe mingguan, IHSG masih terkoreksi sekitar 8,35 persen dan pergerakannya tetap didominasi tekanan jual yang meningkat sejak awal bulan.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah penguatan terakhir hanya technical rebound sementara atau awal pemulihan yang lebih stabil.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. Dalam pembacaan teknikal tersebut, IHSG dinilai masih memiliki risiko melanjutkan koreksi menuju area support berikutnya.

Area support terdekat berada di level 5.996 dan 5.899. Sementara resistance berada di area 6.318 hingga 6.459.

Pasar kini memasuki fase yang cukup sensitif. Karena meski buyer mulai kembali muncul, tekanan jual asing dan ketidakpastian global masih belum sepenuhnya reda.

IHSG Menghijau, Tekanan Mingguan Belum Selesai

Penguatan IHSG pada perdagangan terakhir terlihat cukup menarik karena terjadi setelah indeks bergerak sangat fluktuatif sepanjang pekan. Indeks sempat dibuka di level 6.065 lalu bergerak naik hingga menyentuh area 6.171 sebelum akhirnya ditutup di 6.162.

Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp21,56 triliun dengan volume perdagangan 402,88 juta lot. Meski begitu, tekanan jual asing sebenarnya masih terlihat cukup dominan. Foreign sell tercatat mencapai Rp8,2 triliun, lebih besar dibanding foreign buy Rp7,1 triliun.

Kondisi itu menunjukkan bahwa sebagian investor asing masih memilih mengurangi eksposur terhadap pasar saham Indonesia. Pasar global sendiri masih dibayangi kekhawatiran terhadap arah suku bunga Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, dan ketidakpastian ekonomi China.

Area 6.000 jadi Benteng Penting Pasar

Perdagangan Senin, 25 Mei 2026, diperkirakan akan menjadi sesi penting untuk membaca apakah IHSG mampu mempertahankan momentum rebound atau tidak. Area 6.000 kini berubah menjadi benteng psikologis utama pasar.

Selama IHSG masih mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound menuju resistance 6.318 masih terbuka. Akan tetapi jika indeks kembali jatuh ke bawah 5.996, tekanan jual berpotensi meningkat menuju area 5.899.

Level tersebut kini menjadi area support terpenting berdasarkan pembacaan teknikal MNC Sekuritas. Dalam situasi seperti ini, trader jangka pendek biasanya lebih memilih strategi selektif dan disiplin ketimbang agresif mengejar saham yang sudah naik tinggi.

ASII Masih Tertekan Asing

Salah satu saham yang masih menjadi perhatian ialah PT Astra International Tbk atau ASII. Saham ini terkoreksi 3,57 persen ke level 5.400 dan masih disertai peningkatan tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi ASII sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave Y dari wave (4). Strategi yang direkomendasikan ialah buy on weakness di area 5.025 sampai 5.325 dengan target harga 5.600 hingga 5.975. Batas pengamanan risiko ditempatkan di bawah 4.950.

HRUM Mulai Menarik Perhatian Trader

PT Harum Energy Tbk atau HRUM menjadi salah satu saham dengan rebound paling agresif pada perdagangan terakhir. Saham ini melonjak 11,27 persen ke level 790 disertai lonjakan volume pembelian.

MNC Sekuritas menilai HRUM sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (iii) dari wave [c]. Strategi buy on weakness direkomendasikan pada area 730 sampai 775 dengan target harga 850 hingga 890. Sementara area stoploss berada di bawah 715.

ISAT Masih Berat, tapi Mulai Masuk Area Buy

Saham PT Indosat Tbk atau ISAT masih terkoreksi 1,44 persen ke level 2.050. Pergerakan saham ini masih berada di bawah ketiga area moving average dan didominasi tekanan jual.

Meski begitu, MNC Sekuritas mulai membuka area buy on weakness di 1.965 sampai 2.020. Target harga berada di area 2.120 hingga 2.220 dengan stoploss di bawah 1.945.

PSAB Bangkit Tajam Setelah Tekanan Besar

PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau PSAB juga masuk dalam radar perdagangan awal pekan. Saham tambang emas ini melesat 14,52 persen ke level 426 setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam selama beberapa hari.

Kenaikan tersebut disertai lonjakan volume pembelian yang cukup besar. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy pada area 394 sampai 416 dengan target harga 446 hingga 472. Sementara area pengamanan risiko berada di bawah level 384.

Pasar Masih Bergerak Cepat dan Sensitif

Perdagangan awal pekan diperkirakan masih akan berlangsung sangat dinamis. IHSG memang berhasil ditutup menguat, tetapi struktur pasar secara mingguan masih menunjukkan tekanan yang cukup besar.

Karena itu strategi selektif tetap menjadi pendekatan utama pelaku pasar. Saham saham dengan volume besar, likuiditas kuat, dan area akumulasi yang mulai terbentuk kemungkinan akan menjadi fokus trader jangka pendek.

ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB menjadi beberapa saham yang mulai masuk radar karena memiliki kombinasi antara koreksi sebelumnya dan peluang technical rebound.

Meski begitu, pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap arus dana asing dan sentimen global. Karena itu disiplin terhadap area beli, target harga, dan batas risiko tetap menjadi faktor paling penting pada perdagangan Senin nanti.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79