# Usai Reli, Saham JECX Masuk Fase Konsolidasi, Simak Prediksinya > JECX kembali terkoreksi pasca IPO. Simak broker paling aktif, order book, profil emiten, serta analisis teknikal dan prediksi saham JECX. Saham JECX kembali melemah setelah reli pasca IPO. Simak aktivitas broker, kondisi order book, data historis, profil emiten rumah sakit mata, dan potensi pergerakan pada perdagangan Senin. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Market Hari Ini - Published At: 2026-07-12 17:00:00 - Author: Yunila Wati - Editor: Yunila Wati - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/usai-reli-saham-jecx-masuk-fase-konsolidasi-simak-prediksinya - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/usai-reli-saham-jecx-masuk-fase-konsolidasi-simak-prediksinya.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Saham PT JEC Eye Hospitals and Clinics Tbk (JECX) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Setelah sempat mencatat reli signifikan pada dua hari pertama pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten rumah sakit spesialis mata itu melanjutkan koreksi dan ditutup melemah 13,86 persen ke level Rp1.430 per saham. Sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan setelah lonjakan harga pada awal perdagangan. Hal ini terlihat dari data broker summary yang memperlihatkan distribusi saham masih berlangsung. Sementara, akumulasi baru belum mampu mengimbangi derasnya tekanan jual. Sepanjang perdagangan Jumat, JECX mencatat nilai transaksi mencapai Rp255,64 miliar dengan volume 1,77 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 275.519 kali. Saham sempat bergerak di rentang Rp1.415 hingga Rp1.545 sebelum akhirnya ditutup di Rp1.430. Meski terkoreksi, harga tersebut masih berada sekitar 14,4 persen di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp1.250 per saham. ## **Koreksi Terjadi Setelah Reli Dua Hari?** Pergerakan harga JECX sejak IPO menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada 7 Juli, saham naik dari harga IPO menjadi Rp1.560. Sehari berikutnya, harga kembali melonjak ke Rp1.950 atau naik 25 persen. Tekanan jual mulai muncul pada 9 Juli, ketika saham terkoreksi 14,87 persen ke Rp1.660. Koreksi berlanjut pada Jumat dengan penurunan 13,86 persen ke Rp1.430. Meski demikian, harga penutupan masih berada di atas level IPO sehingga investor awal masih membukukan keuntungan. Dilihat dari data broker summary periode 7–10 Juli, aktivitas akumulasi terbesar berasal dari beberapa broker. Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) menjadi pembeli bersih terbesar dengan nilai sekitar Rp95,2 miliar. Disusul Sucor Sekuritas (AZ) sekitar Rp3,8 miliar, dan Mandiri Sekuritas (CC) sekitar Rp2,9 miliar. Di sisi lain, tekanan distribusi didominasi Evergreen Sekuritas Indonesia (EL) sekitar Rp37,1 miliar. Disusul Waterfront Sekuritas Indonesia (FZ) sekitar Rp15 miliar dan Semesta Indovest Sekuritas (MG) sekitar Rp14,3 miliar. Sementara itu, data transaksi asing memperlihatkan tekanan jual masih cukup besar. Pada 8 Juli investor asing masih membukukan pembelian bersih sekitar Rp9,75 miliar. Namun sehari kemudian berubah menjadi jual bersih Rp5,72 miliar, dan pada 10 Juli kembali mencatat net sell sekitar Rp2,71 miliar. Secara kumulatif sejak 9 Juli, investor asing masih melakukan distribusi saham. Kondisi order book pada penutupan Jumat juga menggambarkan tekanan jual yang belum mereda. Total antrean beli hanya sekitar 26.594 lot, sedangkan antrean jual mencapai 136.138 lot. Pada sisi bid, antrean terbesar berada di harga Rp1.415 dan Rp1.430. Sementara pada sisi offer, tekanan jual paling tebal berada di harga Rp1.435 hingga Rp1.460. Ketimpangan antrean tersebut menunjukkan pelaku pasar masih cenderung menunggu harga yang lebih rendah sebelum kembali melakukan akumulasi. ## **Bagaimana Peluang Pergerakan Senin?** Secara teknikal, JECX masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli tajam pada dua hari pertama perdagangan. Indikator RSI berada pada level sangat tinggi akibat lonjakan harga sejak IPO, sedangkan indikator stochastic menunjukkan area jenuh jual (oversold). MACD masih memberikan sinyal beli, namun volatilitas saham tetap tinggi. Dengan kondisi order book yang masih didominasi penjual dan aksi distribusi broker besar yang belum sepenuhnya berhenti, ruang konsolidasi diperkirakan masih terbuka pada awal pekan. Selama mampu bertahan di area Rp1.415–Rp1.430, saham JECX berpeluang melakukan rebound teknikal menuju area Rp1.500–Rp1.560. Namun apabila level Rp1.415 ditembus dengan tekanan volume yang besar, saham berpotensi melanjutkan koreksi menuju area psikologis Rp1.350–Rp1.380. Pelaku pasar juga diperkirakan masih akan mencermati apakah akumulasi broker LG sebagai penjamin emisi akan berlanjut atau justru mulai berkurang. Pergerakan broker tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator arah perdagangan JECX dalam beberapa sesi mendatang. ## **Emiten Rumah Sakit Mata dengan Jaringan Nasional** JECX merupakan emiten yang mengelola jaringan layanan kesehatan mata melalui merek JEC Eye Hospitals & Clinics. Perseroan berawal dari PT Nitrasanata Dharma yang didirikan pada 1 Februari 1984 dengan nama Klinik Mata Jakarta (KMJ). Seiring perkembangan bisnis dan peningkatan layanan, perusahaan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center (JEC) pada 1993. Dalam perjalanannya, JEC berkembang menjadi salah satu jaringan rumah sakit mata terbesar di Indonesia dengan ekspansi ke berbagai wilayah melalui pembangunan rumah sakit baru, merger, akuisisi, serta kemitraan strategis. Saat ini jaringan layanan JEC telah menjangkau Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Sulawesi. Resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Perseroan melepas 487.983.500 saham baru atau sekitar 14,66 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Harga IPO ditetapkan sebesar Rp1.250 per saham sehingga dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp610 miliar. Dalam aksi korporasi tersebut, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Pada hari pertama perdagangan, saham JECX langsung melonjak 24,8 persen ke Rp1.560. Kenaikan berlanjut sehari kemudian dengan kenaikan 25 persen menjadi Rp1.950 sebelum akhirnya memasuki fase koreksi.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan