Logo
>

Baterai Masa Depan EV Ternyata Belum Siap Massal

Pengembangan baterai solid-state masih terkendala biaya dan produksi massal, dengan komersialisasi luas diperkirakan baru terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Baterai Masa Depan EV Ternyata Belum Siap Massal
Ouyang Minggao, ketiga dari kiri. Sumber: China EV100 Forum

KABARBURSA.COM — Pengembangan baterai solid-state masih menghadapi tantangan utama pada aspek biaya dan produksi massal. Tantangan itu justru terjadi ketika teknologi baterai mulai maju dalam beberapa tahun terakhir.

Proses industrialisasi dinilai membutuhkan waktu karena kompleksitas teknologi yang harus diselesaikan secara menyeluruh.

Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Ouyang Minggao, mengatakan bahwa pengembangan baterai solid-state tidak dapat dilakukan secara terburu-buru dan masih memerlukan tahap pengujian serta penyempurnaan sebelum dapat dipasarkan secara luas.

Di acara bertajuk “Forum Pertukaran Media Pakar Institut Penelitian EV100 Tahunan 2026 dan Pengembangan Kendaraan Listrik Cerdas” Ouyang mengatakan, beberapa kendaraan akan mulai menguji baterai solid-state pada akhir tahun ini dan memasuki tahun depan.

“Meskipun ada pemasaran untuk produk baterai solid-state, produk tersebut belum benar-benar dijual—dan karena kehati-hatian, sebaiknya tidak menjualnya dalam dua tahun ke depan,” kata Ouyang dilansir dari CarNewsChina, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa teknologi ini merupakan inovasi yang memiliki hambatan masuk tinggi serta tantangan teknis yang kompleks.

“Baterai solid-state merupakan teknologi revolusioner dengan hambatan masuk yang tinggi dan tantangan teknis yang lebih besar. Teknologi ini membutuhkan solusi komprehensif yang mencakup material utama, antarmuka, elektroda, dan sel,” jelasnya.

Dari sisi biaya, pengembangan teknologi ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada komponen material utama. Biaya elektrolit solid-state berbasis sulfida tercatat turun dari sekitar 20 juta yuan (2,9 juta USD) per ton menjadi kurang dari 1 juta yuan (145 ribu USD) per ton. Di saat yang sama, kapasitas produksi juga mengalami peningkatan.

Meski demikian, proses menuju produksi massal masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan teknologi ini.

Ouyang menyebut bahwa industrialisasi baterai solid-state akan berlangsung secara bertahap dalam jangka panjang, yang dibagi ke dalam tiga fase pengembangan hingga 2035.

Pada periode 2025 hingga 2027, pengembangan difokuskan pada baterai solid-state dengan anoda grafit dan silikon rendah, dengan target kepadatan energi 200–300 Wh/kg serta pembentukan rantai teknologi yang lengkap.

Selanjutnya, pada fase 2027 hingga 2030, pengembangan diarahkan pada baterai dengan anoda silikon tinggi yang menargetkan kepadatan energi 400 Wh/kg dan 800 Wh/L, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan siklus penggunaan.

Adapun pada periode 2030 hingga 2035, pengembangan akan memasuki tahap lanjutan dengan penggunaan anoda litium yang menargetkan kepadatan energi hingga 500 Wh/kg dan 1000 Wh/L, dengan fokus pada material canggih dan katoda bertegangan tinggi.

Ouyang juga menyampaikan bahwa semakin tinggi target kepadatan energi yang ingin dicapai, semakin besar pula tantangan dalam pengembangan dan pengendalian kualitas.

Ia memperkirakan bahwa ketika baterai solid-state mulai digunakan secara luas, teknologi tersebut kemungkinan akan berada pada kisaran kepadatan energi 300–350 Wh/kg, dengan kelayakan komersial diperkirakan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa konsumen tidak perlu menunda pembelian kendaraan listrik saat ini sambil menunggu teknologi solid-state.

“Banyak orang menunggu baterai solid-state, tetapi tidak perlu menunggu—kendaraan listrik saat ini sudah sangat bagus,” ujarnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.