Logo
>

Intip Koleksi Mobil Seskab Teddy Indra Wijaya, Nilainya Rp1,2 Miliar

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tercatat memiliki tiga mobil SUV dengan total nilai sekitar Rp1,2 miliar berdasarkan laporan LHKPN 2025.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Intip Koleksi Mobil Seskab Teddy Indra Wijaya, Nilainya Rp1,2 Miliar
Mengintip isi garasi Sekretasis Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang kini memiliki harta kekayaan Rp20,7 miliar menurut LHKPN. Foto: Instagram/sekretariat.kabinet.

KABARBURSA.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tampaknya menyukai jenis mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) sebagai kendaraan pribadinya.

SUV merupakan jenis mobil dengan tampilan gagah yang menggabungkan performa mesin berkarakter sport, kemampuan jelajah di medan yang beragam, ground clearance atau jarak permukaan tanah ke bawah bodi yang terbilang tinggi, namun tetap mengusung kenyamanan kendaraan penumpang. 

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Maret 2026, Teddy memiliki tiga mobil hasil sendiri dengan nilai berjumlah Rp1,2 miliar.

Ketiga mobil ajudan Presiden Prabowo Subianto ini berjenis SUV dengan karakter yang berbeda. Berikut isi garasi Seskab Teddy berdasarkan laman LHKPN:

1. Toyota Jeep Land Cruiser HDTP 2014

Toyota Land Cruiser HDTP (Hardtop) merupakan SUV premium dengan karakter tangguh yang dirancang untuk kebutuhan melewati medan berat.

Untuk menunjang kemampuan tersebut, Land Cruiser generasi kedelapam ini mengusung mesin diesel V8 4.461 cc yang diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 232 HP dan torsi puncak 616 Nm. 

Ilustrasi Toyota Land Cruiser tahun 2014. Foto: The Post-Crescent.

Performanya disalurkan melalui transmisi otomatis enam percepatan dengan sistem penggerak 4WD (4-Wheel Drive).

Dalam LHKPN, Land Cruiser milik Letkol Teddy memiliki nilai sebesar Rp765 juta. 

2. Toyota Fortuner 2015

Toyota Fortuner merupakan Big SUV dengan rangka Ladder Frame yang dikenal kokoh dan mampu mendukung kegiatan operasional di medan berat. 

Fortuner menawarkan dua opsi mesin. Untuk varian diesel, Fortuner generasi pertama lansiran 2004-2015 mengandalkan mesin VNT Turbo berkapasitas 2.494 cc yang mampu memproduksi tenaga 142 HP dengan torsi puncak 343 Nm. 

Caption foto 3: Ilustrasi Toyota Fortuner tahun 2015. Foto: Facebook.

Sementara varian bensinnya menggendong mesin 2.694 cc Dual VVT-i bertenaga 160,7 HP dan torsi 242,2 Nm. Toyota menawarkan pilihan transmisi manual lima percepatan maupun otomatis empat percepatan dengan opsi penggerak 4x2 dan 4x4. 

Toyota Fortuner yang dimiliki Teddy dilaporkan memiliki nilai taksiran sebesar Rp310 juta.

3. Honda CR-V 2010

CR-V milik Seskab Teddy tergolong sebagai generasi ketiga yang diproduksi di Indonesia selama 2007 hingga 2012. Di masanya, Honda CR-V merupakan Medium SUV yang cukup berkelas dengan kenyamanan dan tampilan modern.

CR-V generasi ketiga memiliki dua varian mesin bensin yakni R20A 2.000 cc dan K24Z berkubikasi 2.400 cc yang dipadukan transmisi manual enam percepatan atau otomatis lima percepatan. 

Caption foto 4: Honda CR-V tahun 2010. Foto: Honda Indonesia

Tenaga mesinnya diklaim sebesar 150 HP dan torsi maksimum 197 Nm untuk varian 2.000 cc. Sementara pada mesin 2.400 cc, dapat menghasilkan tenaga hingga 170 HP dan torsi mencapai 231 Nm. Honda CR-V milik Teddy memiliki nilai taksiran Rp135 juta.

Sebagai informasi, harta kekayaan Teddy Indra Wijaya untuk periodik 2025 berdasarkan LHKPN, tercatat sebesar Rp20,1 miliar. Jumlahnya naik Rp4,7 miliar dari periodik sebelumnya yang sebesar Rp15,3 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.