# Porsche Kirim 122 Ribu Mobil, Penjualan Tertekan Setelah Insentif EV Berakhir > Porsche AG mengirimkan 122.306 kendaraan pada semester I 2026 atau turun 16 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan dipicu berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik dan hybrid di Amerika Serikat, penghentian produksi Porsche 718 bermesin pembakaran, serta melemahnya pasar China. Penjualan Macan Electric dan Taycan ikut menurun, sementara Porsche 911 justru mencatat kenaikan pengiriman 19 persen. Porsche kini menyiapkan strategi baru dengan peluncuran Cayenne Electric dan penyesuaian portofolio menuju Strategy 2035. Penjualan Porsche turun 16 persen pada semester I 2026. Berakhirnya insentif EV di AS dan melemahnya pasar China menjadi faktor utama. ## Metadata - Source: kabarbursa.com - Access Level: Free - Category: Otomotif - Published At: 2026-07-12 18:30:00 - Author: Citra Dara Vresti Trisna - Editor: Citra Dara Vresti Trisna - Canonical URL: https://www.kabarbursa.com/otomotif/porsche-kirim-122-ribu-mobil-penjualan-tertekan-setelah-insentif-ev-berakhir - Markdown URL: https://www.kabarbursa.com/otomotif/porsche-kirim-122-ribu-mobil-penjualan-tertekan-setelah-insentif-ev-berakhir.md ## Article **KABARBURSA.COM** – Berakhirnya berbagai insentif pajak untuk kendaraan listrik (EV) dan hybrid di Amerika Serikat mulai berdampak terhadap penjualan produsen mobil premium. Porsche AG mencatat pengiriman kendaraan global sebanyak 122.306 unit pada semester pertama 2026, turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 146.391 unit. Selain berakhirnya insentif kendaraan listrik dan hybrid di pasar Amerika Serikat, penurunan tersebut juga dipengaruhi oleh berakhirnya produksi model 718 bermesin pembakaran internal serta tingginya permintaan terhadap Macan Electricpada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, Porsche menilai capaian tersebut masih sesuai dengan proyeksi perusahaan. “Dengan sekitar 122.000 unit kendaraan yang dikirimkan kepada pelanggan pada paruh pertama tahun 2026, capaian kami memang berada di bawah periode yang sama tahun lalu, namun tetap sesuai dengan ekspektasi kami,” ujar Matthias Becker, Anggota Dewan Eksekutif yang membawahi bidang Penjualan dan Pemasaran di Porsche AG, dikutip **KabarBursa.com**, Ahad, 12 Juli 2026. Becker menambahkan perusahaan mulai mengirimkan Cayenne Electric kepada pelanggan sejak akhir Juni dan optimistis terhadap respons pasar. “Kami telah mulai mengirimkan Cayenne Electric kepada pelanggan sejak akhir Juni dan sangat senang dengan respons positif yang kami terima dari jaringan dealer kami. Produk-produk baru yang baru saja diperkenalkan, seperti 911 GT3 S/C dan sistem E-Shift pada Taycan yang menghadirkan sensasi perpindahan gigi virtual, juga akan semakin memanjakan para penggemar Porsche di seluruh dunia. Kami juga telah menerima tanggapan yang sangat positif dari media industri otomotif,” ujarnya. ### **Insentif Berakhir, Amerika Utara Tetap jadi Pasar Terbesar** Amerika Utara masih menjadi pasar terbesar Porsche dengan pengiriman 37.712 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Namun, jumlah tersebut turun sekitar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Porsche menyebut penurunan di kawasan tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik dan hybrid, serta dihentikannya produksi model 718 bermesin pembakaran internal. Kondisi serupa juga terjadi di Eropa. Di Jerman, pasar domestik Porsche, pengiriman kendaraan turun 6 persen menjadi 14.938 unit. Sementara di Eropa di luar Jerman, pengiriman turun 14 persen menjadi 30.278 unit, dipengaruhi berakhirnya produksi model 718 serta tingginya basis penjualan Macan Electric pada tahun sebelumnya. Di China, tekanan terhadap Porsche bahkan lebih besar. Pengiriman kendaraan turun 32 persen menjadi 14.501 unit dari 21.302 unit pada semester pertama 2025. Perusahaan menyebut pelemahan tersebut dipicu kondisi pasar yang masih menantang serta strategi value-oriented sales yang tetap dipertahankan. Sementara itu, kawasan Overseas and Emerging Markets mencatat pengiriman 24.877 unit, turun 18 persen akibat berakhirnya produksi model 718 dan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. ### **Bagaimana Nasib Model Listrik Porsche?** Perlambatan permintaan juga tercermin pada beberapa lini produk elektrifikasi Porsche. Model Macan membukukan pengiriman 35.315 unit, turun 22 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 19.695 unit merupakan Macan bermesin pembakaran internal, sedangkan 15.620 unit merupakan Macan Electric. Menurut Porsche, penurunan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan adopsi kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan, tingginya basis penjualan tahun lalu, serta berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik dan hybrid di Amerika Serikat. Porsche juga menyatakan produksi Macan bermesin pembakaran internal akan berlanjut hingga akhir Juli 2026. Model tersebut masih dipasarkan berdampingan dengan Macan Electric di sebagian besar negara di luar Uni Eropa. Model Taycan juga mencatat penurunan pengiriman sebesar 25 persen menjadi 6.219 unit. Sementara Panamera turun 38 persen menjadi 9.308 unit, terutama akibat adanya kesenjangan sementara pada jajaran produk di pasar China. Sebaliknya, mobil sport ikonik 911 justru menjadi titik terang bagi Porsche. Sepanjang semester pertama 2026, Porsche mengirimkan 30.534 unit 911, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan pelanggan serta peluncuran bertahap berbagai varian baru sepanjang tahun lalu. ### **Bagaimana Strategi Porsche Menghadapi Pasar Otomotif Global?** Menghadapi dinamika pasar otomotif global, Porsche menyatakan akan terus menyesuaikan portofolio produknya dengan kebutuhan konsumen. “Kami terus menyelaraskan penawaran produk kami secara konsisten dengan kebutuhan pelanggan serta semakin mempertajam portofolio model Porsche. Pada musim gugur tahun ini, kami akan memaparkan lebih lanjut rincian Strategy 2035 dalam agenda Capital Markets Day,” ujar Becker. Berakhirnya insentif kendaraan listrik di Amerika Serikat menjadi salah satu sinyal bahwa pasar EV premium mulai memasuki fase baru. Di tengah perubahan kebijakan tersebut, produsen seperti Porsche dituntut menjaga keseimbangan antara pengembangan kendaraan listrik dan mempertahankan daya tarik model bermesin konvensional yang masih menjadi penopang permintaan global.(*) ## KabarBursa Investor Pro For deeper investor analysis, listed-company insight, financial report interpretation, dividend quality ranking, stock screening, and stock ownership return simulation, use KabarBursa Investor Pro. - Insight Daily: https://www.kabarbursa.com/insight-daily - Insight Emiten: https://www.kabarbursa.com/insight-emiten - Dividen King: https://www.kabarbursa.com/dividen-king - Strategi Procopy: https://www.kabarbursa.com/strategi-procopy - Subscribe: https://www.kabarbursa.com/langganan