Headline Hari Ini
APBN Mei 2026 Defisit Rp180,4 Triliun, Belanja Negara Melonjak 34,4 Persen
Defisit APBN hingga Mei 2026 mencapai Rp180,4 triliun. Belanja negara tumbuh 34,4 persen, sementara pendapatan naik 19,1 persen.
KabarBursa Investor Pro membantu investor mengambil keputusan berbasis data.
Defisit APBN hingga Mei 2026 mencapai Rp180,4 triliun. Belanja negara tumbuh 34,4 persen, sementara pendapatan naik 19,1 persen.
Anggaran MBG mencapai Rp88,15 triliun hingga Mei 2026 dengan 63,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengungkapkan pada realisasi produksi listrik tahun lalu, porsi pembangkitan batu bara melesat hingga 66,7 persen
Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan bank harus mengadopsi AI dan Gen AI untuk menjawab perubahan perilaku nasabah di era digital.
Kebijakan pemerintah menahan tarif listrik membuat beban APBN 2026 membengkak hingga Rp244,83 triliun akibat tingginya konsumsi batu bara.
Kebijakan ekspor satu pintu PT DSI berpotensi memperkuat tata niaga timah, tetapi juga memunculkan kekhawatiran biaya dan birokrasi baru.
BPI Danantara Indonesia merespons positif peringkat Baa2 dengan outlook negatif dari Moody's untuk DIM.
Telkom melihat digital infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital masa depan
Bank KB Indonesia mengumumkan pengunduran diri Direktur Ritel Robby Mondong. Saham perseroan langsung tergelincir ke zona merah.
RUPST menyetujui pembagian dividen setelah PSAB membukukan lonjakan laba bersih
Menkeu menduga isu liar tersebut sengaja diembuskan oknum untuk memicu kegaduhan di pasar modal.