KABARBURSA.COM - Program BRI Peduli dari Bank BRI berhasil memperkuat kapasitas usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan.
Melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA). Program pemberdayaan BRI tersebut mendorong peningkatan produktivitas usaha perempuan lewat bantuan peralatan produksi, pelatihan, sampai penguatan strategi pemasaran.
KWT Bina Tani Mysari Pala yang berdiri sejak 2015, dapat mengembangkan komoditas pala menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, yakni manisan, sirup, dan permen pala.
Namun, keterbatasan alat produksi dan akses pemasaran sebelumnya menjadi tantangan dalam meningkatkan skala usaha kelompok tersebut.
Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah mengatakan, proses produksi semula masih mengandalkan peralatan tradisional sehingga memakan waktu lebih lama.
"Saat itu kelompok kami memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran. Selain itu, proses pengolahan produk masih dilakukan secara sederhana menggunakan alat-alat tradisional," ujarnya dalam keterangan resmi BRI, Jumat, 10 Juli 2026.
Setelah mengikuti program AURA dari BRI, kelompok tersebut akhirnya memperoleh pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), inovasi produk, serta strategi pemasaran.
BRI Peduli juga menyalurkan bantuan alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan.
"Setelah mengikuti Program AURA BRI, kelompok kami mendapatkan banyak pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga inovasi produk, sehingga produk kami dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen. Alhamdulillah, saat ini pemasaran kami sudah cukup berkembang. Namun, kami masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan ke depannya," tutur Nurhasanah.
Ia menyebut, bantuan peralatan tersebut berdampak langsung terhadap efisiensi produksi. Waktu pengupasan pala yang sebelumnya mencapai sekitar lima jam kini dapat diselesaikan dalam dua jam.
Proses pengirisan yang semula memerlukan enam jam juga berkurang menjadi sekitar dua jam, sementara penggunaan mesin sealer membuat proses pengemasan lebih cepat dan rapi.
"Dulu proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam. Untuk pengemasan juga jauh lebih cepat karena sudah menggunakan alat sealer. Hasil kemasannya lebih rapi, lebih kokoh, dan pekerjaan kami jadi jauh lebih ringan," imbuhnya.

Nurhasanah menambahkan, peningkatan kapasitas produksi membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan pala yang dihasilkan kelompoknya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada KWT Bina Tani Mysari Pala. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk. Semoga BRI terus maju, terus peduli, dan menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi petani Indonesia," jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan Program AURA merupakan inisiatif BRI Peduli yang difokuskan pada pemberdayaan kelompok usaha perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan.
"Kisah KWT Bina Tani Mysari Pala di Bogor menunjukkan bahwa Program AURA BRI Peduli mampu memberikan manfaat nyata bagi kelompok usaha perempuan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan berkembang secara berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat," ungkap Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2021, AURA telah menjangkau 30 kelompok usaha perempuan di berbagai daerah di Indonesia. Upaya ini merupakan salah satu komitmen BRI Peduli untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (Info-bks/*)