KABARBURSA.COM – Desa Manemeng di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat menjadikan gotong royong sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Kekuatan gotong royong Desa Manemeng diwujudkan melalui semangat lokal “Marenta Barmak” yang berarti bekerja bersama.
Oleh sebab itu, Desa Manemeng mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kerakyatan yang produktif dan berkelanjutan.
Nilai kebersamaan tersebut tidak hanya hidup sebagai budaya sosial, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi warga. Mulai dari sektor pertanian, produksi batu bata dan batako, hingga peternakan sapi, seluruhnya menjadi tulang punggung penghidupan masyarakat.
Kepala Desa Manemeng, Jayadi, menyatakan bahwa struktur ekonomi desa masih didominasi oleh sektor pertanian.
"Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 31 Maret 2026.
Namu di luar sektor pertanian, masyarakat mulai mengembangkan sumber pendapatan tambahan melalui berbagai usaha mikro.
Aktivitas ini semakin berkembang sejak Desa Manemeng bergabung dalam Program Desa BRILiaN dari Bank BRI.
"Sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan BRImo, ada juga yang menjadi BRILink Agen. Layanan digital seperti ini membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di desa," ungkap Jayadi.
Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri juga mendorong penguatan ekosistem ekonomi lokal. Berdiri sejak 2018, BUMDes ini aktif mendorong distribusi dan pemasaran produk pangan desa, sekaligus menjadi motor penggerak usaha masyarakat.

Untuk sektor riil, produksi batu bata masih menjadi salah satu andalan Desa Manemeng.
Warga desa tersebut tercatat mampu memproduksi ribuan bata setiap hari dengan metode sederhana, namun kini mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar.
Selain itu, usaha batako turut berkembang seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi di wilayah sekitar.
Sektor peternakan pun menunjukkan tren positif. Kelompok ternak di Desa Manemeng kini mampu mengelola usaha secara kolektif dengan memanfaatkan dukungan pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna meningkatkan skala usaha.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa Program Desa BRILiaN dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pendekatan terintegrasi.
Diketahui, program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha.
"Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya memperkuat kapasitas ekonomi desa agar lebih produktif dan berdaya saing. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan," jelasnya.
Hingga kini, Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Bagi BRI, jumlah tersebut mempertegas peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. (info-bks/*)